Friday, February 9, 2018

10 Soal Tanya Jawab Perncanaan Kerja 1

10 Soal Tanya Jawab Perncanaan Kerja 1




1.Jelaskan Pengertian Peta Kerja.?
Jawab :
Peta kerja adalah suatu alat yang mengambarkan kegiatan kerja secara sistematis dan jelas, (biasanya kerja produksi). Lewat peta-peta ini kita bisa melihat semua langkah atau kejadian yang dialami oleh suatu benda kerja dari mulai masuk ke pabrik (berbentuk bahan baku) kemudian mengambarkan semua langkah yang dialaminya, seperti transportasi, operasi mesin , pemeriksaan dan perakitan,sampai akhirnya menjadi produk jadi, baik produk lengkap, atau merupakan bagian dari produk lengkap.

2.Jelaskan pengertian ergonomi dalam menganalisa dan merencanakan sesuatu?
Jawab :
Ergonomika atau (kurang tepat) ergonomi adalah ilmu yang mempelajari interaksi antara manusia dengan elemen-elemen lain dalam suatu sistem, serta profesi yang mempraktikkan teori, prinsip, data, dan metode dalam perancangan untuk mengoptimalkan sistem agar sesuai dengan kebutuhan, kelemahan, dan keterampilan manusia.

3.Apa yang dimaksud dengan pengukuran waktu Jam Henti?
Jawab :
Pengukuran waktu jam henti (stop watch) adalah suatu cara untuk menentukan waktu baku yang pengamatannya langsung dilakukan di tempat berlangsungnya suatu aktivitas atau berlangsungnya suatu pekerjaan dengan menggunakan alat utamanya adalah jam henti (stop watch) yaitu dengan mengamati saat mulainya pekerjaan itu hingga berakhirnya pekerjaan/aktivitas yang meliputi : waktu setting, waktu operasi dan waktu inspeksi.

4.Tuliskan perbedaan antara metode jam henti dan metode work sampling?
Jawab :
Work Sampling adalah suatu teknik untuk mengadakan sejumlah besar pengamatan terhadap aktifitas kinerja dari mesin, proses atau pekerja/operator (Sritomo Wignjosoebroto, 2003). Perbedaan metode Jam Henti dengan Sampling Pekerjaan adalah pada cara Sampling Pekerjaan pengamat tidak terus menerus berada ditempat pekerjaan melainkan mengamati hanya pada sesaat-sesaat pada waktu-waktu tertentu yang ditentukan secara acak.

5.Apa yang dimaksud dengan tata kerja dan sebutkan komponennya?
Jawab :
Teknik tata cara kerja adalah suatu aktifitas yang ditunjukkan untuk mempelajari prinsip-prinsip dan teknik-teknik guna mendapatkan suatu rancangan system kerja yang terbaik.
System kerja terdiri dari empat komponen yaitu:
  • Manusia
  • Bahhan
  • Pelengkapan
  • Peralatan
6.Apa yang dimaksud dengan peta kerja?
Jawab :
Peta kerja merupakan alat yang dapat menggambarkan aktivitas kerja, yang secara systematis dan jelas dalam mengumpulkan semua fakta yang berkenaan dengan system kerja yang diamati. Sehingga dapat digunakan untuk mengkomunikasikan fakta tersebut kepada orang lain.

7.Sebutkan kegunaan peta proses?
Jawab :
Kegunaan peta proses operasi yaitu:
  • Bias mengetahui kebutuhan akan mesin dan penganggarannya.
  • Bias memperkirakan kebutuhan akan bahan baku
  • alat untuk menentukan tata letak pabrik
  • Sebagai alat untuk latihan kerja
  • Sebagai alat untuk melakukan perbaikan cara kerja yang sedang dipakai
8.Apa yang dimaksud dengan peta aliran proses?
Jawab :
Peta aliran proses merupakan suatu peta kerja yang menunjukkan urutan-urutan aktivitas dari operasi, pemeriksaan, transportasi, menuggu dan penyimpanan yang terjadi selama suatu proses atau prosedur berlangsung. Serta didalamnya memuat pula informasi-informasi yang diperlukan untuk analisa seperti waktu yang dibutuhkan dan jarak pindah.

9.Sebutkan kegunaan peta tangan kiri dan tangan kanan?
Jawab :
  • Menyeimbangkan gerakan kedua tangan dan mengurangi kelelahan
  • Menghilangkan atau mengurangi gerakan-gerakan yang tidak efisien dan tidak produktif, sehingga tentunya akan mempersingkat waktu kerja.
  • Sebagai alat untuk menganalisa tata letak stasiun kerja.
  • Sebagai alat untuk melatih pekerja baru dengan cara kerja tang ideal.
10.Tuliskan ruang lingkup teknik tata kerja?
Jawab :
Ruang lingkup teknik tata cara kerja dapat dibagi dalam dua bagian yaitu:

  • Pengaturan kerja berisi prinsip-prinsip mengatur komponen-komponen system kerja untuk mendapatkan alternatif-alternatif system kerja terbaik. Pengetahuan yang diperlukan untuk melakukan pengaturan terhadap perkerja bahan peralatan dan perlengkapan serta lingkungan kerja dipelajari melalui apa yang dinamakan ergonomic, studi gerakan, ekonomi gerakan.
  • Pengukuran kerja. Pengukuran kerja yang baik tentang kebaikan suatu system kerja yaitu waktu, tenaga, psikologi, dan sosiologi,  artinya suatu system kerja dinilai baik jika system ini memungkinkan waktu penyelesaian sangat singkat. 


Saturday, February 3, 2018

10 Soal Tanya Jawab Mengenai Menejemen Strategi Industri

10 Soal Tanya Jawab Mengenai Menejemen Strategi Industri


1.Sebutkan dua elemen utama dalam bidang manajemen strategi.?
Jawab :
  • Pertama, manajemen strategis dari suatu organisasi memerlukan tiga proses yang sedang berlangsung: analisis, keputusan, dan tindakan. Artinya, manajemen strategi berkaitan dengan analisis tujuan strategis (visi, misi, dan tujuan strategis) bersama dengan analisis lingkungan internal dan eksternal organisasi.
  • Kedua, inti dari manajemen strategis adalah studi tentang mengapa beberapa perusahaan mengungguli orang lain. Dengan demikian, manajer perlu untuk menentukan bagaimana suatu perusahaan untuk bersaing sehingga dapat memperoleh keuntungan yang berkelanjutan selama periode waktu yang panjang.

2.Sebutkan 3 bagian utama proses menajemen strategi?
Jawab :
  • penentuan strategi, 
  • pelaksanaan strategi dan 
  • penilaian kinerja.

3.Mengapa analisis SWOT perlu dalam menejemen strategi?
Jawab :
Karena Analisis SWOT sangat penting karena dapat membantu memudahkan manajer menentukan tujuan, strategi dan kebijakan perusahaan yang lebih komprehensif. Ciri tujuan yang baik adalah specific, measurable, achievable, realistic and timely (SMART).

4.Sebutkan 4 strategi dalam menejemen strategi industri?
Jawab :
  1. Strategi SO adalah strategi yang dibuat dengan menggunakan kekuatan internal perusahaan utk mengambil keuntungan dari kesempatan external.
  2. Strategi WO adalah strategi yangg dibuat unttk memperbaiki kelemahan internal dan menggunakan kesempatan external. WO juga menunjukkan kesempatan yang ada dalam jangkauan yang bisa diraih oleh perusahaan jika berhasil memperbaiki kelemahan internal.
  3. Strategi ST dibuat utk mengantisipasi ancaman eksternal dengan menggunakan kekuatan internal yang dimiliki.
  4. Strategi WT mungkin saja terjadi terutama jika perusahaan menghadapi faktor-faktor kelemahan dan ancaman yang tidak dapat ditangani dgn menggunakan kekuatan dan peluang yang ada.

5.Sebutkan 4 Faktor analisis SWOT pada menejemen strategi industri ?
Jawab :
  • Strengths (kekuatan)merupakan kondisi kekuatan yang terdapat dalam organisasi, proyek atau konsep bisnis yang ada. Kekuatan yang dianalisis merupakan faktor yang terdapat dalam tubuh organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri. 
  • Weakness (kelemahan)merupakan kondisi kelemahan yang terdapat dalam organisasi, proyek atau konsep bisnis yang ada.Kelemahan yang dianalisis merupakan faktor yang terdapat dalam tubuh organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri. 
  • Opportunities (peluang)merupakan kondisi peluang berkembang di masa datang yang terjadi. Kondisi yang terjadi merupakan peluang dari luar organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri. misalnya kompetitor, kebijakan pemerintah, kondisi lingkungan sekitar. 
  • Threats (ancaman)merupakan kondisi yang mengancam dari luar. Ancaman ini dapat mengganggu organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri.

6.Jelaskan secara singkat mengenai defenisi menejemen strategi industri?
Jawab :
Keberhasilan sebuah perusahaan ditentukan oleh pengelolaan strategi yang tepat, dengan kata lain bagaimana perusahaan memanaj strateginya dengan baik kemudian mengimplementasikan strategi tersebut ke dalam operasi perusahaan.
Sebelum mengetahui bagaimana mengimplementasikan manajemen strategi, perlu diketahui terlebih dahulu arti dari manajemen strategi

Definisi manajemen strategi
Yang dimaksud manajemen strategi adalah suatu seni teknik dan ilmu merumuskan, mengimplementasikan dan mengevaluasi serta mengawasi berbagai keputusan fungsional organisasi yang selalu dipengaruhi oleh lingkungan internal dan eksternal.
Dari definisi tersebut dapat dilihat bahwa :
  • Manajemen strategi pada intinya adalah memilih alternative strategi yang terbaik bagi perusahaan, dalam segala hal untuk mendukung gerak usaha perusahaan.
  • Perusahaan harus melaksanakan manajemen strategi secara terus menerus dan harus fleksibel dengan tuntutan kondisi dilapangan.

7.Sebutkan komponen menejemen strategi industri?
Jawab :
  • Misi perusahaan
  • Tujuan
  • Strategi
  • Kebijakan
  • Profil usaha
  • Lingkungan eksternal
  • Lingkungan internal
  • Analisis strategi dan pilihan
  • Strategi unggulan
  • Strategi fungsional
  • Pelembagaan strategi


8.Apa Arti penting mengenai menejemen strategi industri?
Jawab :
  • Mempertinggi kemampuan perusahaan dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh perusahaan.
  • Memberikan hasil keputusan yang terbaik.
  • Mempertinggi motivasi kerja melalui keterlibatan karyawan di dalam formulasi strategi
  • Kesenjangan dan tumpang tindih aktivitas antara individu akan dapat diperkecil karena mereka dilibatkan dalam formulasi strategi.
  • Partisipasi aktif semua anggota akan semakin terpelihara dan suasana kerja akan semakin baik.
  • Proses pengambilan keputusan yang diambil akan nampak lebih transparan sehingga akan menciptakan budaya organisasi yang semakin maju
  • Resistensi untuk berubah dapat dikurangi
  • Perusahaan akan lebih menguntungkan
  • Perusahaan akan semakin menyadari pada setiap ancaman yang muncul
  • Memungkinkan kemampuan disiplin manajer dan karyawan secara signifikan.


9.Sebutkan Arti Penting  Analisis lingkungan menejemen strategi?
Jawab :
Dalam merumuskan strategi, maka terlebih dahulu harus melakukan anilisis lingkungan dengan maksud untuk menyesuaikan keunggulan dan kelemahana yang dimiliki perusahaan. Analisa lingkungan dalam arti suatu proses yang digunakan perencana-perencana strategi untuk memantau lingkungan dalam memantau peluang dan ancaman sangat penting dilakukan karena :
  • Pembuat strategi dapat mengantisipasi setiap kesempatan dan membantu mengembangan system pemecahan sedini mungkin terhadap faktor-faktor yang dianggap mengancam tujuan perusahaan
  • Mengefektifkan proses manajemen strategi, karena dengan melakukan analisis lingkungan akan memperoleh hasil yang efektif

10.Tulislah sebuah penjelasan mengenai analisis keunggulan strategi?
Jawab :
Setelah eksekutif menganalisis lingkungan, maka selanjutnya perlu mengkaji faktor-faktor keunggulan strategi baik berupa kekuatan maupun kelemahan perusahaan. Eksekutif harus dapat mengembangkan profil keunggulan strategi perusahaan (SAP = strategic advantage profile) dan menyesuaikan dengan profil peluang ancaman lingkungan (ETOP = environtment threat and opportunity profile). Eksekutif harus dapat mengkaji seberapa jauh kemampuan dan kelemahan yang dimiliki perusahaan baik pada masa sekarang maupun masa akan datang dan sebarapa jauh peluang dan ancaman lingkungan masa sekarang maupun masa akan datang. Dari uraian diatas dapatlah disimpulkan :
  1. Proses analisis internal itu perlu untuk mengetahui seberapa jauh kekuatan dan kelemahan perusahaan, baik masa sekarang maupun masa akan datang.
  2. Untuk mengukur kemampuan perusahaan apakah sesuai dengan profil peluang dan ancaman lingkungan.


Friday, February 2, 2018

10 Soal Tanya Jawab Mengenai Pengendalian Persediaan

10 Soal Tanya Jawab Mengenai Pengendalian Persediaan


1.Jelaskan Pengertian metode EOQ (Economic Order Quantity).?
Jawab :
EOQ adalah usaha mencapai tingkat persediaan yang seminimum mungkin dengan biaya rendah. Dengan menggunakan metode EOQ, suatu perusahaan akan mampu meminimalisasi terjadinya out of stock sehingga tidak mengganggu proses produksi dalam perusahaan dan mampu menghemat biaya persediaan karena adanya efisiensi persediaan bahan baku di perusahaan yang bersangkutan.

2.Sebutkan faktor-faktor penentu persediaan bahan baku?
Jawab :
  • Perkiraan penggunaan
  • Harga dari bahan
  • Biaya-biaya persediaan
  • Pemakaian senyatanya
  • Waktu tunggu (lead time)
  • Model Pembelian Bahan
  • Persediaan Pengaman (safety stock)
  • Pemesanan Kembali (reorder point)

3.Apa yang dimaksud dengan Perkiraan penggunaan dan harga dari bahan dalam metode EOQ (Economic Order Quantity).?
Jawab :
  • Perkiraan penggunaan. Sebelum kegiatan pembelian bahan baku dilaksanakan, maka manajemen harus dapat membuat perkiraan bahan baku yang akan dipergunakan didalam proses produksi pada suatu periode. Perkiraan bahan baku ini merupakan perkiraan tentang berapa besar jumlahnya bahan baku yang akan dipergunakan oleh perusahaan untuk keperluan produksi pada periode yang akan datang.

  • Harga dari bahan. Harga bahan baku yang akan dibeli menjadi salah satu faktor penentu pula dalam kebijaksanaan persediaan bahan. Harga bahan baku ini merupakan dasar penyusunan perhitungan berapa besar dana perusahaan yang harus disediakan untuk investasi dalam persediaan bahan baku tersebut. Sehubungan dengan masalah ini, maka biaya modal (cost of capital) yang dipergunakan dalam persediaan bahan baku tersebut harus pula diperhitungkan.

4.Sebutkan 2 data penentu dalam persediaan bahan baku?
Jawab :
Dalam hubungannya dengan biaya-biaya persediaan ini, maka digunakan data biaya persediaan yaitu:
  • Biaya penyimpanan (holding cost / carrying cost)
  • Biaya pemesanan atau pembelian (ordering cost/procurement cost)

5.Apa yang dimaksud dengan persediaan pengaman?
Jawab :
Persediaan Pengaman (safety stock)
Persediaan pengaman merupakan suatu persediaan yang dicadangankan sebagai pengaman dari kelangsungan proses produksi perusahaan. Persediaan pengaman diperlukan karena dalam kenyataannya jumlah bahan baku yang diperlukan untuk proses produksi tidak selalu tepat seperti yang direncakan.

6.Sebutkan tehnik khusus untuk mencapai pengendalian persediaan?
Jawab :
Teknik-teknik khusus yang dapat dipandang sebagai alat untuk mencapai pengendalian persediaan adalah sebagai berikut :
  • Penetapa titik persediaan minimum dan maksimum.
  • Penggunaan rasio perputaran persediaan (inventory turnover).
  • Pertimbangan manajemen.
  • Analisi nilai.
  • Pengendalian budget.

7.Sebutkan alasan mengapa fungsi penjualan harus bertanggung-jawab untuk pengendalian persediaan barang?
Jawab :
Alasan mengapa fungsi penjualan harus bertanggung-jawab untuk pengendalian persediaan barang jadi, yaitu :
  • Departemen penjualan adalah, atau harus, dalam posoisi yang paling baik untuk memahami trens dan permintaan pasar. Jika esekutif penjualanlah yang bertanggung jawab untuk persediaan, maka dia mendapat insetif tambahan untuk menggunakan pengetahuan pasar sampai sepenuhnya.
  • Apabila para eksekutif penjualan mempunyai tanggung-jawab untuk pengendalian persediaan barang jadi, maka mereka lebih mungkin memberikan perhatian ynag lebih besar untuk menjalankan persediaan secara mutahir.
  • Tanggung jawab untukpersediaan barang jadi merupaakinsetif untuk penaksiran kebutuhan secara lebih baik dalam memproyeksikan kebutuhan penjualan dan permintaan-permintaan atas produksi.


8.Mengapa Fasilitas Pergudangan begitu penting dalam persediaan?
Jawab :
Karena yang penting dalam pengendalian persediaan adalah fasilitas pergudangan dan penyelenggaraan/penanganan yang memadai. Oleh karena ada barang-barang yang tidak dapat ditemukan, maka akan dibeli bahan yang berlebihan atau yang sebenarnya tidak diperlukan. Kerugian karena kekunuoan dan kerusakan akan menjadi tinggi. Kondisi seperti itu akanmembuat catatan perpetual akan kehilangan artinya. Pengendalian persediaan yang baik jelas tidaklah mungkin. Sebaliknya fasilitas yang tersedia tidak boleh terlalu luas, sehingga menimbulkan biaya pengendalian yang tidak perlu.

9.Apa yang dimaksud dengan standarisasi Pengendalian?
Jawab :
Standarisasi pengendalian merupakan istilah yang lebih lazim yang berhubungan dengan penetapan standar. Dalam hal persediaan, standarisasi berhubungan dengan penguranagan suatu produk menjadi beberapa jenis, ukuran, dan karakterisrik tetapyangdianggap sebagai standar. Tujuannya adalah untuk mengurangi banyaknya jenis/unsur barang, untuk menetapakan kemungkinan dapat ditukarkannya berbagai bagian dan produk yang telah siap mdiolah, dan untukk menetapkan standar kualitas bahan.

10.Sebutkan informasi yang mungkin diperlukan mengenai sesuatu jenis/kelas persediaan?
Jawab :
Informasi yg mungkin diperlukan mengenai sesuatu jenis/kelas persediaan adalah sebagai berikut :
  • Kuantitas yang diperlukan untuk kontrak spesifik.
  • Kuantitas yangdiperlukan untuk suatu siklus produksi tertentu.
  • Kuantitas dalam pesanan.
  • Kuantitas yang ada ditangan.
  • Kuantitas yang ada di tangan.
  • Kuantitas yang dipisahakan untuk kontrak, pelanggan, atu order produksi khusu.
  • Pengalama historis.
  • Harga pokok perunit.
  • Kuantitas minimum dan maksimum.
  • Kuantitas pemesanan standar.
  • Titik reoder ( pemesanan kembali ).
  • Titik reoder (pemesanan kembali).
  • Data penjadwalan.
  • Waktu penyerhaan.


Monday, January 22, 2018

Pengenalan Tentang Jamur (Fungi) Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kelompok jamur (fungi). 
Merupakan kelompok mahkluk hidup yang memperoleh makanan dengan cara menguraikan sisa mahkluk hidup lain. Tidak berklorofil , berspora,tidak mempunyai akar,batang,dan daun.


Jamur hidupnya di tempat lembab, bersifat seprofit (organisme yang hidup dan makan dari bahan organik yang sudah mati atau yang sudah busuk) dan parasit (organisme yang hidup dan mengisap makanan dari organisme lain yang ditempelinya). 


Tubuh jamur terdiri atas benang benang halus yang disebut hifa. Hifa saling bersambungan membentuk miselium. Pada umumnya, jamur berkembang biak dengan spora yang dihasilkan oleh sporangium . 

Contoh jamur : 
  1. jamur roti,
  2. ragi tape 
  3. jamur tiram putih dan 
  4. jamur kayu .


Jamur di bagi menjadi 6 divisi yaitu :
  1. Myxxomycotina (jamur lendir),
  2. Oomycotina,
  3. Zygomycotina,
  4. Ascomycotina,
  5. Basidiomycotina, dan 
  6. Deuteromycotina.

Jamur dalam bahasa Indonesia sehari-hari mencakup beberapa hal yang agak berkaitan. Arti pertama adalah semua anggota kerajaan Fungi dan beberapa organisme yang pernah dianggap berkaitan, seperti jamur lendir dan "jamur belah" (Bacteria). Arti kedua berkaitan dengan sanitasi dan menjadi sinonim bagi kapang. Arti terakhir, yang akan dibahas dalam makalah yang kami susun  ini, adalah tubuh buah yang lunak atau tebal dari sekelompok anggota Fungi (terutama Basidiomycetes) yang biasanya muncul dari permukaan tanah atau substrat tumbuhnya. Pengertian terakhir ini berkaitan dengan nilai ekonomi jamur sebagai bahan pangan, sumber racun atau bahan pengobatan.


Nah itulah sedikit pembahasan tentang Pengenalan Tentang Jamur (Fungi) Dalam Kehidupan Sehari-Hari yang sempat saya bagikan kepada anda , semoga saja materi ini berguna dalam membantu keperluan akademik anda, Jika anda ingin melihat materi lainnya silahkan klik disini. Saya mengucapkan terima kasih banyak atas kunjungan anda di blog sederhana ini, jangan lupa untuk membagikan materi ini ke teman atau kerabat terdekat anda dengan melalui social media yang kalian miliki karena secara aotomatis materi ini akan tersimpan didalam beranda anda.
----Selamat Mencatat----

Bentuk-Bentuk Peluruhan Radioaktif Dalam Sifat Nuklir

Sifat-Sifat Nuklir
Berdasarkan definisi, dua atom dengan jumlah proton yang identik dalam intinya termasuk ke dalam unsur kimiayang sama. Atom dengan jumlah proton sama namun dengan jumlah neutron berbeda adalah dua isotop berbeda dari satu unsur yang sama.



Massa
Karena mayoritas massa atom berasal dari proton dan neutron, jumlah keseluruhan partikel ini dalam atom disebut sebagai nomor massa. Massa atom pada keadaan diam sering diekspresikan menggunakan satuan massa atom(u) yang juga disebut dalton (Da). Satuan ini didefinisikan sebagai seperduabelas massa atom karbon-12 netral, yang kira-kira sebesar 1,66 × 10−27 kg. Hidrogen-1 yang merupakan isotop teringan hidrogen memiliki bobot atom 1,007825 u. Atom memiliki massa yang kira-kira sama dengan nomor massanya dikalikan satuan massa atom.

Peluruhan radioaktif
Diagram ini menunjukkan waktu paruh (T½) beberapa isotop dengan jumlah proton Z dan jumlah proton N (dalam satuan detik). Setiap unsur mempunyai satu atau lebih isotop berinti tak stabil yang akan mengalami peluruhan radioaktif, menyebabkan inti melepaskan partikel ataupun radiasi elektromagnetik. Radioaktivitas dapat terjadi ketika jari-jari inti sangat besar dibandingkan dengan jari-jari gaya kuat (hanya bekerja pada jarak sekitar 1 fm.Bentuk-bentuk peluruhan radioaktif yang paling umum adalah:

Peluruhan alfa, 
terjadi ketika suatu inti memancarkan partikel alfa (inti helium yang terdiri dari dua proton dan dua neutron). Hasil peluruhan ini adalah unsur baru dengan nomor atom yang lebih kecil.

Peluruhan beta, 
diatur oleh gaya lemah, dan dihasilkan oleh transformasi neutron menjadi proton, ataupun proton menjadi neutron. Transformasi neutron menjadi proton akan diikuti oleh emisi satu elektron dan satu antineutrino, manakala transformasi proton menjadi neutron diikuti oleh emisi satu positron dan satu neutrino. Emisi elektron ataupun emisi positron disebut sebagai partikel beta.

Peluruhan gama, 
dihasilkan oleh perubahan pada aras energi inti ke keadaan yang lebih rendah, menyebabkan emisi radiasi elektromagnetik. Hal ini dapat terjadi setelah emisi partikel alfa ataupun beta dari peluruhan radioaktif.

Momen magnetik
Setiap partikel elementer mempunyai sifat mekanika kuantum intrinsik yang dikenal dengan nama spin. Spin beranalogi dengan momentum sudut suatu objek yang berputar pada pusat massanya, walaupun secara kaku partikel tidaklah berperilaku seperti ini. Spin diukur dalam satuan tetapan Planck tereduksi (ħ), dengan elektron, proton, dan neutron semuanya memiliki spin ½ ħ, atau "spin-½".


Aras-aras energi
Ketika suatu elektron terikat pada sebuah atom, ia memiliki energi potensial yang berbanding terbalik terhadap jarak elektron terhadap inti. Hal ini diukur oleh besarnya energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron dari atom dan biasanya diekspresikan dengan satuan elektronvolt (eV). Dalam model mekanika kuantum, elektron-elektron yang terikat hanya dapat menduduki satu set keadaan yang berpusat pada inti, dan tiap-tiap keadaan berkorespondensi terhadap aras energi tertentu. Keadaan energi terendah suatu elektron yang terikat disebut sebagai keadaan dasar, manakala keadaan energi yang lebih tinggi disebut sebagai keadaan tereksitasi

Valensi dan perilaku ikatan
Kelopak atau kulit elektron terluar suatu atom dalam keadaan yang tak terkombinasi disebut sebagai kelopak valensi dan elektron dalam kelopak tersebut disebut elektron valensi. Jumlah elektron valensi menentukan perilaku ikatan atom tersebut dengan atom lainnya. Atom cenderung bereaksi dengan satu sama lainnya melalui pengisian (ataupun pengosongan) elektron valensi terluar atom. Ikatan kimia dapat dilihat sebagai transfer elektron dari satu atom ke atom lainnya, seperti yang terpantau pada natrium klorida dan garam-garam ionik lainnya. Namun, banyak pula unsur yang menunjukkan perilaku valensi berganda, atau kecenderungan membagi elektron dengan jumlah yang berbeda pada senyawa yang berbeda,

Keadaan
Gambaran pembentukankondensat Bose-Einstein. Sejumlah atom ditemukan dalam keadaan materi yang berbeda-beda tergantung pada kondisi fisik benda, yakni suhu dan tekanan. Dengan mengubah kondisi tersebut, materi dapat berubah-ubah menjadi bentukpadat, cair, gas, dan plasma.Dalam tiap-tiap keadaan tersebut pula materi dapat memiliki berbagai fase. Sebagai contohnya pada karbon padat, ia dapat berupa grafit maupun intan.


Nah itulah sedikit pembahasan tentang Bentuk-Bentuk Peluruhan Radioaktif Dalam Sifat Nuklir yang sempat saya bagikan kepada anda , semoga saja materi ini berguna dalam membantu keperluan akademik anda, Jika anda ingin melihat materi lainnya silahkan klik disini. Saya mengucapkan terima kasih banyak atas kunjungan anda di blog sederhana ini, jangan lupa untuk membagikan materi ini ke teman atau kerabat terdekat anda dengan melalui social media yang kalian miliki karena secara aotomatis materi ini akan tersimpan didalam beranda anda.
----Selamat Mencatat----

Sunday, January 21, 2018

Terjadi Kebakaran Di Laboratorium, Ini Yang Harus Anda Lakukan

Media Pemadam Kebakaran dan Petunjuk:
KEBAKARAN KECIL: Gunakan bubuk kimia KERING. KEBAKARAN BESAR: Gunakan semprotan air, kabut atau busa. Jangan gunakan air jet. Keterangan Khusus tentang Bahaya Kebakaran:Campuran amonium sulfat dan kalium klorat terurai dengan lampu pijar bila dipanaskan. Ketika sedikit amonium sulfat ditambahkan ke menyatu kalium nitrit, reaksi kuat terjadi dihadiri oleh api.



Tidak mudah terbakar. 
Ini substansi itu sendiri tidak terbakar, tetapi mungkin terurai setelah pemanasan untuk menghasilkan asap korosif dan / atau beracun.
Keterangan Khusus tentang Bahaya Ledakan:
Jika sengaja dicampur dengan pengoksidasi seperti potasium klorat, kalium nitrat atau kalium nitrit, ada bahaya ledakan saat kebakaran. Campuran amonium sulfat dan amonium nitrat dapat dengan mudah meledak oleh kalium atau natrium-kalium alloy.

Tindakan Rilis Terkadang
Tumpahan Kecil: 
Gunakan alat yang tepat untuk menempatkan tumpah solid di dalam wadah pembuangan limbah nyaman. Selesai membersihkan dengan menyebarkan air di
permukaan yang terkontaminasi dan membuang sesuai dengan kebutuhan otoritas lokal dan regional. Tumpahan besar: Gunakan sekop untuk menaruh materi ke dalam wadah pembuangan limbah nyaman. Selesai membersihkan dengan menyebarkan air di
terkontaminasi permukaan dan memungkinkan untuk mengevakuasi melalui sistem sanitasi


Penanganan dan Penyimpanan
Tindakan pencegahan: 
Jauhkan dari panas. Jauhkan dari sumber api. Jangan menelan. Jangan menghirup debu. Pakailah pelindung cocok pakaian. Dalam hal ventilasi cukup, pakai peralatan pernapasan yang sesuai. Jika tertelan,segera dapatkan bantuan medis dan tunjukkan wadah atau label. Hindari kontak dengan kulit dan mata. Jauhkan dari incompatibles seperti oksidasi agen.
penyimpanan: Jaga agar wadah tertutup rapat. Simpan wadah di tempat yang sejuk, berventilasi baik.

Pengontrolan Pemaparan / Perlindungan Pribadi
Kontrol Rekayasa:
Gunakan lampiran proses, ventilasi pembuangan lokal, atau rekayasa lain kontrol untuk menjaga kadar udara di bawah yang direkomendasikan batas yang diperbolehkan. Jika operasi pengguna menghasilkan debu, asap atau kabut, gunakan ventilasi untuk menjaga paparan kontaminan udara di bawah batas yang diperbolehkan.

Perlindungan Pribadi:
Splash kacamata. Lab mantel. Debu respirator. Pastikan untuk menggunakan / respirator atau setara bersertifikat disetujui. Sarung tangan. Pribadi Perlindungan di Kasus Tumpahan Besar: Splash kacamata. Setelan penuh. Debu respirator. Boots. Sarung tangan. Sebuah alat bernafas mandiri harus digunakan untuk menghindari
inhalasi produk. Pakaian pelindung yang disarankan mungkin tidak cukup; berkonsultasi dengan spesialis SEBELUM penanganan ini produk.
Batas terbuka: Tidak tersedia.


Nah itulah sedikit pembahasan tentang Terjadi Kebakaran Di Laboratorium, Ini Yang Harus Anda Lakukan yang sempat saya bagikan kepada anda , semoga saja materi ini berguna dalam membantu keperluan akademik anda, Jika anda ingin melihat materi lainnya silahkan klik disini. Saya mengucapkan terima kasih banyak atas kunjungan anda di blog sederhana ini, jangan lupa untuk membagikan materi ini ke teman atau kerabat terdekat anda dengan melalui social media yang kalian miliki karena secara aotomatis materi ini akan tersimpan didalam beranda anda.
----Selamat Mencatat----

Saturday, January 20, 2018

5 Jenis Antibiotik Berdasarkan Mekanisme Kerja

Pembagian antibiotik dapat dibagi berdasarkan luasnya aktivitas antibiotik,aktivitas dalam membunuh serta berdasarkan mekanisme obat antibiotik tersebut.Berdasarkan luasnya aktivitas, antibiotik dibagi menjadi antibiotik spektrumluas dan spektum sempit. Istilah luas mengandung arti bahwa antibiotik ini dapatmembunuh banyak jenis bakteri sedangkan sebaliknya, istilah sempit hanyadigunakan untuk membunuh bakteri yang spesifik yang telah diketahui secarapasti. Penggunaan spektrum luas digunakan apabila identifikasi kuman penyebabsusah dilakukan namun kerugiaanya dapat menghambat pula bakteri flora normaldalam tubuh.


Berdasarkan aktivitas dalam membunuh, antibiotik dibagai menjadiBactericidaldan Bacteristatic. Antibiotik yang mempunyai sifat bakterisidalmembunuh bakteri target dan cenderung lebih efektif serta tidak perlumenggantungkan pada sistem imun manusia. Sangat perlu digunakan pada pasiendengan penurunan sistem imun. Yang termasuk baterisidal adalah β-lactam,aminoglycoside, dan quinolone. Bakteriostatik justru bekerja menghambatpertumbuhan bakteri dan dapat memanfaatkan sistem imun host obatbakteriostatik yang khas adalahtetracyclin e,sulfonamide,tetracyclin e, danclindamycin


Bedasarkan mekanisme kerja, antibiotik dibagi menjadi 5 jenis, yaitu :
  1. Penghambatan sintetis dinding bakteri
  2. Penghambat membran sel
  3. Penghambatan sintetis protein di ribosom
  4. Penghambatan sintetis asam nukleat
  5. Penghambatan metabolik (antagonis folat)

Dari masing-masing golongan terdapat mekanisme kerja, farmakokintetik,farmakodinamik, serta aktivitas antimikroba yang berbeda-beda. Perbedaan inimenyebabkan perbedaan kegunaan di dalam klinikKarena perbedaan ini jugamaka mekanisme resisistensi dari masing-masing golongan juga mengalami perbedaan.


Nah itulah sedikit pembahasan tentang 5 Jenis Antibiotik Berdasarkan Mekanisme Kerja yang sempat saya bagikan kepada anda , semoga saja materi ini berguna dalam membantu keperluan akademik anda, Jika anda ingin melihat materi lainnya silahkan klik disini. Saya mengucapkan terima kasih banyak atas kunjungan anda di blog sederhana ini, jangan lupa untuk membagikan materi ini ke teman atau kerabat terdekat anda dengan melalui social media yang kalian miliki karena secara aotomatis materi ini akan tersimpan didalam beranda anda.
----Selamat Mencatat----

Friday, January 19, 2018

Klasifikasi Antibiotik Berdasarkan Sifatnya

Berdasarkan sifatnya antibiotik dibagi menjadi dua:
  1. Antibiotik yang bersifat bakterisidal, yaitu antibiotik yang bersifat destruktif terhadap bakteri.
  2. Antibiotik yang bersifat bakteriostatik, yaitu antibiotik yang bekerja menghambat pertumbuhan atau multiplikasi bakteri.



Cara yang ditempuh oleh antibiotik dalam menekan bakteri dapat bermacam-macam, namun dengan tujuan yang sama yaitu untuk menghambat perkembangan bakteri. Oleh karena itu mekanisme kerja antibiotik dalam menghambat proses biokimia di dalam organisme dapat dijadikan dasar untuk mengklasifikasikan antibiotik sebagai berikut:

1.Antibiotik yang menghambat sintesis dinding sel bakteri. Yang termasuk ke dalam golongan ini adalah Beta-laktam, Penicillin, Polypeptida, Cephalosporin, Ampicillin, Oxasilin.
Beta-laktam menghambat pertumbuhan bakteri dengan cara berikatan pada enzim DD-transpeptidase yang memperantarai dinding peptidoglikan bakteri, sehingga dengan demikian akan melemahkan dinding sel bakteri Hal ini mengakibatkan sitolisis karena ketidakseimbangan tekanan osmotis, serta pengaktifan hidrolase dan autolysins yang mencerna dinding peptidoglikan yang sudah terbentuk sebelumnya. Namun Beta-laktam (dan Penicillin) hanya efektif terhadap bakteri gram positif, sebab keberadaan membran terluar (outer membran) yang terdapat pada bakteri gram negatif membuatnya tak mampu menembus dinding peptidoglikan.
  • Penicillin meliputi natural Penicillin, Penicillin G dan Penicillin V, merupakan antibiotik bakterisidal yang menghambat sintesis dinding sel dan digunakan untuk penyakit-penyakit seperti sifilis, listeria, atau alergi bakteri gram positif/Staphilococcus/Streptococcus. Namun karena Penicillin merupakan jenis antibiotik pertama sehingga paling lama digunakan telah membawa dampak resistansi bakteri terhadap antibiotik ini. Namun demikian Penicillin tetap digunakan selain karena harganya yang murah juga produksinya yang mudah.
  • Polypeptida meliputi Bacitracin, Polymixin B dan Vancomycin. Ketiganya bersifat bakterisidal. Bacitracin dan Vancomycin sama-sama menghambat sintesis dinding sel. Bacitracin digunakan untuk bakteri gram positif, sedangkan Vancomycin digunakan untuk bakteri Staphilococcus dan Streptococcus. Adapun Polymixin B digunakan untuk bakteri gram negatif.
  • Cephalosporin (masih segolongan dengan Beta-laktam) memiliki mekanisme kerja yang hampir sama yaitu dengan menghambat sintesis peptidoglikan dinding sel bakteri. Normalnya sintesis dinding sel ini diperantarai oleh PBP (Penicillin Binding Protein) yang akan berikatan dengan D-alanin-D-alanin, terutama untuk membentuk jembatan peptidoglikan. Namun keberadaan antibiotik akan membuat PBP berikatan dengannya sehingga sintesis dinding peptidoglikan menjadi terhambat.
  • Ampicillin memiliki mekanisme yang sama dalam penghancuran dinding peptidoglikan, hanya saja Ampicillin mampu berpenetrasi kepada bakteri gram positif dan gram negatif. Hal ini disebabkan keberadaan gugus amino pada Ampicillin, sehingga membuatnya mampu menembus membran terluar (outer membran) pada bakteri gram negatif.
  • Penicillin jenis lain, seperti Methicillin dan Oxacillin, merupakan antibiotik bakterisidal yang digunakan untuk menghambat sintesis dinding sel bakteri. Penggunaan Methicillin dan Oxacillin biasanya untuk bakteri gram positif yang telah membentuk kekebalan (resistansi) terhadap antibiotik dari golongan Beta-laktam.
  • Antibiotik jenis inhibitor sintesis dinding sel lain memiliki spektrum sasaran yang lebih luas, yaitu Carbapenems, Imipenem, Meropenem. Ketiganya bersifat bakterisidal.

2. Antibiotik yang menghambat transkripsi dan replikasi. Yang termasuk ke dalam golongan ini adalah Quinolone, Rifampicin, Actinomycin D, Nalidixic acid, Lincosamides, Metronidazole.
  • Quinolone merupakan antibiotik bakterisidal yang menghambat pertumbuhan bakteri dengan cara masuk melalui porins dan menyerang DNA girase dan topoisomerase sehingga dengan demikian akan menghambat replikasi dan transkripsi DNA. Quinolone lazim digunakan untuk infeksi traktus urinarius.
  • Rifampicin (Rifampin) merupakan antibiotik bakterisidal yang bekerja dengan cara berikatan dengan β-subunit dari RNA polymerase sehingga menghambat transkripsi RNA dan pada akhirnya sintesis protein. Rifampicin umumnya menyerang bakteri spesiesMycobacterum.
  • Nalidixic acid merupakan antibiotik bakterisidal yang memiliki mekanisme kerja yang sama dengan Quinolone, namun Nalidixic acid banyak digunakan untuk penyakit demam tipus.
  • Lincosamides merupakan antibiotik yang berikatan pada subunit 50S  dan banyak digunakan untuk bakteri gram positif, anaeroba Pseudomemranous colitis. Contoh dari golongan Lincosamides adalah Clindamycin.
  • Metronidazole merupakan antibiotik bakterisidal diaktifkan oleh anaeroba dan berefek menghambat sintesis DNA.


3. Antibiotik yang menghambat sintesis protein. Yang termasuk ke dalam golongan ini adalah Macrolide, Aminoglycoside, Tetracycline, Chloramphenicol, Kanamycin,Oxytetracycline.
  • Macrolide, meliputi Erythromycin dan Azithromycin, menghambat pertumbuhan bakteri dengan cara berikatan pada subunit 50S ribosom, sehingga dengan demikian akan menghambat translokasi peptidil tRNA yang diperlukan untuk sintesis protein. Peristiwa ini bersifat bakteriostatis, namun dalam konsentrasi tinggi hal ini dapat bersifat bakteriosidal. Macrolide biasanya menumpuk pada leukosit dan akan dihantarkan ke tempat terjadinya infeksi. Macrolide biasanya digunakan untuk Diphteria, Legionella mycoplasma, dan Haemophilus.
  • Aminoglycoside meliputi Streptomycin, Neomycin, dan Gentamycin, merupakan antibiotik bakterisidal yang berikatan dengan subunit 30S/50S sehingga menghambat sintesis protein. Namun antibiotik jenis ini hanya berpengaruh terhadap bakteri gram negatif.
  • Tetracycline merupakan antibiotik bakteriostatis yang berikatan dengan subunit ribosomal 16S-30S dan mencegah pengikatan aminoasil-tRNA dari situs A pada ribosom, sehingga dengan demikian akan menghambat translasi protein. Namun antibiotik jenis ini memiliki efek samping yaitu menyebabkan gigi menjadi berwarna dan dampaknya terhadap ginjal dan hati.
  • Chloramphenicol merupakan antibiotik bakteriostatis yang menghambat sintesis protein dan biasanya digunakan pada penyakit akibat kuman Salmonella.


4.Antibiotik yang menghambat fungsi membran sel. Contohnya antara lain Ionimycin dan Valinomycin. Ionomycin bekerja dengan meningkatkan kadar kalsium intrasel sehingga mengganggu kesetimbangan osmosis dan menyebabkan kebocoran sel.
5.Antibiotik yang menghambat bersifat antimetabolit. Yang termasuk ke dalam golongan ini adalah Sulfa atau Sulfonamide, Trimetophrim, Azaserine.
  • Pada bakteri, Sulfonamide bekerja dengan bertindak sebagai inhibitor kompetitif terhadap enzim dihidropteroate sintetase (DHPS). Dengan dihambatnya enzim DHPS ini menyebabkan tidak terbentuknya asam tetrahidrofolat bagi bakteri. Tetrahidrofolat merupakan bentuk aktif asam folat, di mana fungsinya adalah untuk berbagai peran biologis di antaranya dalam produksi dan pemeliharaan sel serta sintesis DNA dan protein. Biasanya Sulfonamide digunakan untuk penyakit Neiserriameningitis.
  • Trimetophrim juga menghambat pembentukan DNA dan protein melalui penghambatan metabolisme, hanya mekanismenya berbeda dari Sulfonamide. Trimetophrim akan menghambat enzim dihidrofolate reduktase yang seyogyanya dibutuhkan untuk mengubah dihidrofolat (DHF) menjadi tetrahidrofolat (THF).
  • Azaserine (O-diazo-asetyl-I-serine) merupakan antibiotik yang dikenal sebagai purin-antagonis dan analog-glutamin. Azaserin mengganggu jalannya metabolisme bakteri dengan cara berikatan dengan situs yang berhubungan sintesis glutamin, sehingga mengganggu pembentukan glutamin yang merupakan salah satu asam amino dalam protein.

Yang perlu diperhatikan dalam pemberian antibiotik adalah dosis serta jenis antibiotik yang diberikan haruslah tepat. Jika antibiotik diberikan dalam jenis yang kurang efektif atau dosis yang tanggung maka yang terjadi adalah bakteri tidak akan mati melainkan mengalami mutasi atau membentuk kekebalan terhadap antibiotik tersebut.


Nah itulah sedikit pembahasan tentang Klasifikasi Antibiotik Berdasarkan Sifatnya yang sempat saya bagikan kepada anda , semoga saja materi ini berguna dalam membantu keperluan akademik anda, Jika anda ingin melihat materi lainnya silahkan klik disini. Saya mengucapkan terima kasih banyak atas kunjungan anda di blog sederhana ini, jangan lupa untuk membagikan materi ini ke teman atau kerabat terdekat anda dengan melalui social media yang kalian miliki karena secara aotomatis materi ini akan tersimpan didalam beranda anda.
----Selamat Mencatat----

Thursday, January 18, 2018

Latar Belakang Materi MSDS

MSDS
adalah dokumen yang dibuat khusus tentang suatu bahan kimia mengenai pengenalan umum, sifat-sifat bahan, cara penanganan, penyimpanan, pemindahan dan pengelolaan limbah buangan bahan kimia tersebut. Berdasarkan isi dari MSDS maka dokumen tersebut sebenarnya harus diketahui dan digunakan oleh para pelaksana yang terlibat dengan bahan kimia tersebut yakni produsen, pengangkut, penyimpan, pengguna dan pembuang bahan kimia. 





Pengetahuan ini akandapat mendukung budaya terciptanya kesehatan dan keselamatan kerja. Ketersediaan MSDS dilaboratorium di perguruan tinggi saat ini belum memasyarakat padahal ketersediaan MSDS cukup penting dan digunakan juga sebagai salah satu kriteria laboratorium standar. MSDS di perguruantinggi di !ndonesia umumnya hanya tersedia di perpustakaan. Saat ini masih banyak mahasiswa, teknisi laboratorium termasuk dosen yang belum mengenal MSDS, meskipun mereka rutin berkecimpung dengan aktifitas yang melibatkan kontak dengan bahan kimia. 


Berdasarkan permasalahan di atas maka diperlukan penyebarluasan informasi tentang MSDS khususnya pada mahasiswa dikatikan dengan pelaksanaan riset dengan tugas akhir dilaboratorium. hal ini dapat dipahami karena bahan kimia dapat memiliki tipe reaktifitas kimiatertentu dan juga dapat memiliki sifat mudah terbakar.untuk dapat mendukung jaminan kesehatan dan keselamatan kerja maka para pelaksana yang bekerja di laboratorium termasuk mahasiswa harus mengetahui dan memiliki pengetahuan sertaketerampilan untuk menangani bahan kimia khususnya dari segi potensi bahaya yang mungkinditimbulkan arsip,informasi atau pengetahuan yang harus diketahui pelaksana dilaboratorium kimia yang diberikan oleh Phifer dkk  salah satunya adalah informasi tentang Material Safety Data Sheet &MSDS. 

Pada kesempatan ini akan dibahas pentingnya pengenalan MSDS dan semua aspek yang terkait dengan MSDS bagi mahasiswa di perguruan tinggi di!ndonesia khususnya serta implementasi MSDS dalam pelaksanaan riset di laboratorium. Secara garis besar, MSDS mengandung informasi tentang uraian umum bahan kimia, sifatfisik dan kimiawi, cara penggunaan, penyimpanan, dan pengelolaan bahan buangan. MSDS dibuatoleh berbagai pihak seperti produsen bahan, institusi yang bergerak dan terkait dengan kesehatan dankeselamatan kerja, industri atau perguruan tinggi. Terkait dengan kepentingan para pembuat MSDS maka format dokumen MSDS tidak seragam dan masing-masing mungkin menonjolkan uraian yangterkait dengan kepentingan mereka. Akan tetapi terdapat beberapa informasi yang minimal terdapat pada MSDS secara umum. 


Bekal pendidikan dan keterampilan bagi mahasisia diperoleh dari perguruan tinggi melalui paket kegiatan belajar yang ditempuh sebelum lulus. untuk mahasiswa dalam bidang disiplin ilmu kimia dan beberapa ilmu lain harus memiliki keterampilan bekerja dilaboratorium kimia. Keterampilan ini diharapkan sebagai modal untuk menjalankan pekerjaan nantinya setelah menjadi sarjana baik di industri, institusi riset atau perguruan tinggi. Dalam hal bekerja di laboratorium kimia, mahasiswa juga harus mendukung upaya kesehatan dan keselamatankerja di laboratorium. Berbagai hal tentang pengetahuan bahaya khususnya tentang bahan kimiaharus diketahui oleh mahasiswa.Budaya bekerja dengan mendukung upaya kesehatan dan keselamatan kerja saat ini perlu dikenalkan secara awal bagi mahasiswa, sehingga akan terbiasa padasaat memasuki dunia kerja nantinya.Laboratorium kimia adalah tempat dilaksanakannya berbagai aktifitas yang melibatkan pemakaian bahan kimia tertentu. laboratorium di perguruan tinggi memiliki fungsi utama sebagai tempat mahasiswa untuk melaksanakan riset dan kegiatan praktikum. 


Dalam melaksanakan riset,kontak oleh mahasiswa dengan bahan kimia akan terjadi baik langsung maupun tidak langsung.Setelah memasuki dunia kerja maka akan dijumpai laboratorium kimia di bidang institusi riset atauindustri. Dalam lapangan industri, laboratorium kimia didirikan untuk keperluan kualitas kontrol produksi atau untuk bagian riset dan pengembangan. Selain di laboratorium, untuk staf yang bekerjadi industri pada bagian produksi pun sering melibatkan aktifitas yang melibatkan kontak dengan bahan kimia. Bekal tentang pengetahuan bahan kimia perlu dimiliki mengingat bahan kimia memiliki potensi untuk menimbulkan bahaya baik terhadap kesehatan maupun dapat menimbulkan bahaya kecelakaan.

Nah itulah sedikit pembahasan tentang Latar Belakang Materi MSDS yang sempat saya bagikan kepada anda , semoga saja materi ini berguna dalam membantu keperluan akademik anda, Jika anda ingin melihat materi lainnya silahkan klik disini. Saya mengucapkan terima kasih banyak atas kunjungan anda di blog sederhana ini, jangan lupa untuk membagikan materi ini ke teman atau kerabat terdekat anda dengan melalui social media yang kalian miliki karena secara aotomatis materi ini akan tersimpan didalam beranda anda.
----Selamat Mencatat----