Tuesday, December 11, 2018

Proses Pengasaman Tempe Dan Kualitas Inokolum Tempe

Proses Pengasaman Tempe Dan Kualitas Inokolum tempe

Nilai pH yang cocok selama perendaman kedelai sekitar 4,5 sampai 5,0 . Angka ini merupakan nilai pH yang tidak menguntungkan bagi hampir semua bakteri penyebabpenyakit dan bakteri pembusuk. 

Pengasaman biji kedelai di maksudkan untuk memberikan kondisi yang cocok untuk tumbuhnya jamur tempe sehingga dapat di produksi tempe dengan kualitas baik. Apabila tidak di asamkan maka tempe yang di produksi memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk kontaminasi bakteri penyebab penyakit. Jika perendaman tidak dilakukan dengan sempurna maka tidak akan memberikan hasil yang memuaskan. 


Oleh sebab itu lebih baik apabila pada perendaman di tambahkan asam encer atau diinokulasikan bakteri lactobacillus plantarum agar produksi tempe lebih terjamin untuk berhasil baik Inokolum tempe Kulitas tempe amat di pengaruhi oleh kualitas starter yang digunakan untuk inokulasinya. beberapa persyaratan yang harus di penuhi atas kualitas jamur starter yang baik untuk di pakai sebagai starter tempe antara lain :
  1. Mampu memproduksi spora dalam jumlah banyak
  2. Mampu bertahan beberpa bulan tanpa mengalkami perubahan genetis maupun kemampuan tumbuhnya.
  3. Memilikiu persentese perkecambahan spora yang tinggi segera setelah diinokulasikan
  4. mengandung biakan jamur tempe yang murni, dan bila digunakan berupa kultur campuran harus mempunyai proporsi yang tepat.
  5. Bebas dari mikroba kontaminan dan jika memungkionkan strain yang dominasi mikroba kontaminan (dapat di bantu dengan menciptakan kondisi spesifik yang cocok untuk strain yang dikehendaki tetapi menjadi faktor penghambat bagi mikrobia kontaminan, misalnya dengan merendahkan pH, pemberian inhibitor,dsb)
  6. Mampu menghasilkan produk yang stabil berulang-ulang
  7. Pertumbuhan miselia setelah diinokulasi harus kuat, lebat berwarna putih bersih memiliki aroma spesifik tempe yang enak dan tidak mengalami sporulasi yang terlalu awal

Nah itulah sedikit pembahasan tentang Proses Pengasaman Tempe Dan Kualitas Inokolum Tempe yang sempat saya bagikan kepada anda , semoga saja materi ini berguna dalam membantu keperluan akademik anda, Jika anda ingin melihat materi lainnya silahkan klik disini. Saya mengucapkan terima kasih banyak atas kunjungan anda di blog sederhana ini, jangan lupa untuk membagikan materi ini ke teman atau kerabat terdekat anda dengan melalui social media yang kalian miliki karena secara aotomatis materi ini akan tersimpan didalam beranda anda.

Oh iyya untuk sekarang labsmk.com akan sangat berterima kasih kepada anda jika anda senantiasa mengklik satu iklan yang ada pada blog ini , maka dengan itu labsmk akan semakin update dalam memberikan sedikit pengetahuan yang mungkin anda butuhkan untuk kedepannya , makasih pembaca yang baik selalu meninggalkan koment dan dan membagikan artikel ini ke social media milik anda

----Selamat Mencatat----

Monday, December 10, 2018

Cara Pengupasan Kedelai Yang Mempengaruhi Pembuatan Tempe

Cara Pengupasan Kedelai Yang Mempengaruhi Pembuatan Tempe

Pengupasan kedelai yang secara tradisional dikerjakan dengan meremas biji kedelai menggunakan tangan atau menginjak-injak dengan kaki dalam sekala industri dilakukan dengan mesin. tentu saja dengan menggunakan mesin makan akan dapat dihasilkan tempe dalam jumlah yang banyak dalam waktu yang singkat dan dapat dipastikan lebih seragam jika dibandingkan dengan cara manual. 

Selain itu dengan menggunakan mesin , pengupasan dapat dikerjakan secara kering maupun basah. Pengupasan secara basah dilakukan terhadap biji kedelai utuh yang telah dihidrasi atau telah direndam . Pada saat ini kedelai yang telah menyerap air secara optimum (sehingga tampak mengembung), kulit biji sebenarnya sudah tidak melekat lagi pada keping biji , terpisah oleh air yang terserap. 


Sedanghkan pengupasan kering dilakukan terhadap biji kedelai utuh sebelum perendaman. Dalam cara ini biji kedelai terlebih dahulu di panaskan sebentar sampai suhu 220 derajat farenheit (104 derajat celcius) agar kulit biji menjadi rapuh sehingga mudah pecah dan kemudian di lewatkan mesin penggiling.

Nah itulah sedikit pembahasan tentang Cara Pengupasan Kedelai Yang Mempengaruhi Pembuatan Tempe yang sempat saya bagikan kepada anda , semoga saja materi ini berguna dalam membantu keperluan akademik anda, Jika anda ingin melihat materi lainnya silahkan klik disini. Saya mengucapkan terima kasih banyak atas kunjungan anda di blog sederhana ini, jangan lupa untuk membagikan materi ini ke teman atau kerabat terdekat anda dengan melalui social media yang kalian miliki karena secara aotomatis materi ini akan tersimpan didalam beranda anda.

Oh iyya untuk sekarang labsmk.com akan sangat berterima kasih kepada anda jika anda senantiasa mengklik satu iklan yang ada pada blog ini , maka dengan itu labsmk akan semakin update dalam memberikan sedikit pengetahuan yang mungkin anda butuhkan untuk kedepannya , makasih pembaca yang baik selalu meninggalkan koment dan dan membagikan artikel ini ke social media milik anda

----Selamat Mencatat----

Sunday, December 9, 2018

Mekanisme Pembentukan Tempe

Mekanisme Pembentukan Tempe

Dua Mekanisme pembentukan tempe yaitu perkecambahan spora dan proses miselia menembus jaringan biji kedelai


1. Perkecambahan Spora
Perkecambahan Rhizopus oligosporus berlangsung melalui dua tahapan yang amat jelas, yaitu pembenkalan dan penonjolan keluar tabung kecambah. Kondisi optimal perkecambahan adalah suhu 42 derajat celcius dan pH 4,0 .Beberapa senyawa karbohidrat tertentu diperlukan agar awal pembekalan tersebut akan diikuti dengan penonjolan keluar tabung kecambahnya bila tersedia sumber-sumber karbon dan nitrogen dari luar . Senyawa -senyawa yang dapat menjadi pendorong terbaik agar terjadi proses perkecambahannya adalah ama amino dan alanin dan senyawa gula glukosa annosa dan xilosa

2. Miselia Menembus Jaringan Biji Kedelai
Proses fermentasi hifa jamur tempe dengan menembus biji kedelai yang kera itu dan tumbuh dengan mengambil makanan dari biji kedelai . Karena penetrasi dinding sel biji tidak rusak meskipun sisi selnya di rombak dan diambil. Rentang kedalaman penetrasi miselia kedalam biji melalui sisi luar kepung biji yang cembung. Dan hanya pada permukaannya saja dengan sedikit penetrasi miselia , menerobos ke dalam lapisan sel melalui sela-sela di bawahnya . Konzep tersebut didukung adanya gambar fotomikrograf dari beberapa tahapan terganggunya sel biji kedelai oleh miselia tidak lebih dari dua lapisan sel . Sedangkan perubahan kimiawi seterusnya dalam biji terjadi oleh aktivitas enzim ekstrakulikuler yang diproduksi / dilepaskan ujung miselia.

Nah itulah sedikit pembahasan tentang Mekanisme Pembentukan Tempe yang sempat saya bagikan kepada anda , semoga saja materi ini berguna dalam membantu keperluan akademik anda, Jika anda ingin melihat materi lainnya silahkan klik disini. Saya mengucapkan terima kasih banyak atas kunjungan anda di blog sederhana ini, jangan lupa untuk membagikan materi ini ke teman atau kerabat terdekat anda dengan melalui social media yang kalian miliki karena secara aotomatis materi ini akan tersimpan didalam beranda anda.

Oh iyya untuk sekarang labsmk.com akan sangat berterima kasih kepada anda jika anda senantiasa mengklik satu iklan yang ada pada blog ini , maka dengan itu labsmk akan semakin update dalam memberikan sedikit pengetahuan yang mungkin anda butuhkan untuk kedepannya , makasih pembaca yang baik selalu meninggalkan koment dan dan membagikan artikel ini ke social media milik anda

----Selamat Mencatat----

Saturday, December 8, 2018

Mikrobiologis Inokolum Tempe

Mikrobiologis Inokolum Tempe

Inokolum tempe disebut juga sebagai starter tempe dan banyak pula yang menyebut dengan ragi tempe. Meskipun dalam hal istilah ilmiah ragi di maksudkan sebagai inokolum untuk pembuatan tapai. tetapi dikalangan masyarakat umumnya ragi di artikan sebagai agensia pengubah suatu bahan yang mengandung biakan jamur tempe, digunakan sebagai agensia pengubah kedelai rebus menjadi tempe akibat tumbuhnya jamur tempe pada kedelai dan melakukan kegiatan fermentasi yang menyebabkan kedelai berubah karakteristiknya menjadi tempe.


Clamydomucor oryzae adalah jamur benang yang di sebut sebagai jamur tempe. Jamur kini di kenal dingan nama Amylomyces rouxii. Namun demikian Rhizopus oryzae yang secara implisit disebut dan diisolasi dari tempe buatan paramaribo,suriname,amerika selatan-lah yang kemudian di anggap sebagai jamur tempe di masa itu dan Rhizopus oligosporus adalah jamur benang yang selalu terisolasi dari tempe yang di buat di sekitar Bogor, satu spesies baru dari Rhizopus berhasil diisolasi dari tempe yang dibuat di sekitar bogor. Jawa barat, yaitu Rhizopus azygosporus. Spesies ini amat mirip dengan Rhizopus oligosporus Perbedaan utamanya adalah dalam hal kemampuannya membentuk azygospora, dan juga sporangiosporanya jauh lebih pendek.

Nah itulah sedikit pembahasan tentang Mikrobiologis Inokolum Tempe yang sempat saya bagikan kepada anda , semoga saja materi ini berguna dalam membantu keperluan akademik anda, Jika anda ingin melihat materi lainnya silahkan klik disini. Saya mengucapkan terima kasih banyak atas kunjungan anda di blog sederhana ini, jangan lupa untuk membagikan materi ini ke teman atau kerabat terdekat anda dengan melalui social media yang kalian miliki karena secara aotomatis materi ini akan tersimpan didalam beranda anda.

Oh iyya untuk sekarang labsmk.com akan sangat berterima kasih kepada anda jika anda senantiasa mengklik satu iklan yang ada pada blog ini , maka dengan itu labsmk akan semakin update dalam memberikan sedikit pengetahuan yang mungkin anda butuhkan untuk kedepannya , makasih pembaca yang baik selalu meninggalkan koment dan dan membagikan artikel ini ke social media milik anda

----Selamat Mencatat----

Friday, December 7, 2018

Penjelasan Mengenai Fermentasi Tempe

Penjelasan Mengenai Fermentasi Tempe

Tempe adalah produk fermentasi yang amat dikenal oleh masyarakat indonesia dan mulai digemari pula oleh berbagai kelompok masyarakat barat. Tempe dapat dibuat dari berbagai bahan. Namun demikian yang biasa dikenal sebagai tempe oleh masyarakat pada umumnya ialah tempe yang dibuat dari kedelai.

Di berbagai daerah di jawa dijumpai berbagai macam tempe yang dibuat dari bahan selain kedelai. namun demikian karena kedelai merupakan bahan yang paling banyak di kenal maka bila nama tempe yang disebutkan tanpa disertai nama bahannya , yang dimaksud adalah tempe kedelai. Sedangkan untuk tempe dari bahan lain, identitasnya harus disertai nama bahannya (tempe benguk,tempe mlanding), atau istilah yang sudah dikenal oleh masyarakat produsen/konsumennya (tempe bongkrek,tempe bangkil). di Indonesia tempe di komsumsi oleh semua tingkatan masyarakat, terutama di jawa dan di Bali


Melalui proses fermentasi , kedelai menjadi lebih enak dan meningkatkan nilai nutrisinya. rasa dan aroma kedelai memang berubah sama sekali setelah menjadi tempe.Tempe lebih banyak di terima untuk untuk di komsumsi bukan saja oleh orang indonesia , tetapi juga oleh bangsa lain. Tempe rasa khas tempe ini tidak mudah di diskripsikan tetapi dapat di mengerti dan di hayati bagi masyarakat yang telah lama mengenal tempe.

Tempe yang dibuat dari kedelai melaluyi tiga tahap yaitu :
  1. Hidrasi dan pengemasan biji kedelai dengan di rendam beberapa lama (untuk daerah tropis kira-kira semalam)
  2. Sterilisasi terhadap sebagian biji kedelai
  3. Fermentasi oleh jamur tempe yang diinokulasikan segera setelah strerilisasi Jamur tempe yang banyak di gunakan ialah Rhizopus oligosporus

Fermentasi tempe mampu menghilangkan zat-zat yang tidak diinginkan yang terdapat pada kedelai. tempe memiliki kandungan vitamin B12yang sangat tinggi yaitu 3,9 - 5,0 9/100 gr.
Selain vitamin B12 , tempe juga mengandung vitamin B lainnya, yaitu niasin dan riboflavin (Vit B2). Tempe juga mampu mencukupi kebutuhan kalisium sebanyak 20 % dan zat bezi 56% dari standar gizi yang di anjurkan . Kandungan protein dalam tempe dapat menggantikan daging dalam susunan menu seimbang.

Nah itulah sedikit pembahasan tentang Penjelasan Mengenai Fermentasi Tempe yang sempat saya bagikan kepada anda , semoga saja materi ini berguna dalam membantu keperluan akademik anda, Jika anda ingin melihat materi lainnya silahkan klik disini. Saya mengucapkan terima kasih banyak atas kunjungan anda di blog sederhana ini, jangan lupa untuk membagikan materi ini ke teman atau kerabat terdekat anda dengan melalui social media yang kalian miliki karena secara aotomatis materi ini akan tersimpan didalam beranda anda.

Oh iyya untuk sekarang labsmk.com akan sangat berterima kasih kepada anda jika anda senantiasa mengklik satu iklan yang ada pada blog ini , maka dengan itu labsmk akan semakin update dalam memberikan sedikit pengetahuan yang mungkin anda butuhkan untuk kedepannya , makasih pembaca yang baik selalu meninggalkan koment dan dan membagikan artikel ini ke social media milik anda

----Selamat Mencatat----

Thursday, December 6, 2018

Faktor-faktor Yang Mepengaruhi Ketahan Sel Terhadap Pembekuan

Faktor-faktor Yang Mepengaruhi Ketahan Sel Terhadap Pembekuan
Ketahanan sel terhadap pembekuan dipengaruhi oleh beberpa faktor, baik faktor yang berasal dari sel mikroorganisme, cara-cara pembekuan, suhu beku yang di capat. lama pembekuan, suhu beku yang dicapai, lama lama pembekuan,kecepatan pencairan, ada tidaknya cryoprotectant maupun kombinasi dari faktor-faktor tersebut.

Ketahanan sel mikroorganisme terhadap perlakuan pembekuan tergantung pada fase pertumbuhan sel pada saat di panen. Pada fase pertumbuhan ,eksponensial sel akan kehilangan viabilitasnya apabila dibekukan dengan cepat. Namun demikian apabila dibandingkan dengan pembekuan cepat. Sel yang berada pada fase pertumbuhan stasioner relatif lebih tahan apabila di bandingkan dengan sel yang berada pada fase pertumbuhan lainnya.


Ketahan mikrobia di pengaruhi pula oleh komposisi lipida plasma membvarn, baik komposisi sterol maupun residu asam lemak pada lipida membran, baik komposisi sterol maupun residu asam lemak pada lipida membran. Pada saccharomyces cerevisiae, lipid membran yang memuat ergosterol dan stigmasterol menyebabkan sel lebih tahan bila dibandingkan dengan sel yang memuat campesterol atau cholosterol pada lipid plasma membran. Hal ini serupa juga berlaku untuk residu linoleat dari pada residu oleat. Kecepatan pembekuan ternyata mempengaruhi ketahanan hidup sel. hal iniberkaitan dengan kesetimbangan difusi maupun peristiwa terbentuknya kristal es baik di luar maupun di dalam sel.

Pembekuan yang dilakuakan dengan menggunakan dua langkah pembekuan akan meningkatkan presentase sel yang hidup . Prinsip ini dikerjakan dengan pembekuan lambat sampai suhu terminal tertentu kemudian membiarkan beberapa waktu pada suhu terminal tersebut, baru kemudian pada langkah berikutnya dilakukan pembekuan lambat sampai suhu terminal tersebut, baru kemudian pada langkah berikutnya dilakukan pembekuan cepat. Membiarkan sel berada pada suhu terminal tersebut untuk beberapa waktu lamanya sangat penting artinya memberikan kesempatan terjadinya kesetimbangan karena proses osmose maupun pembekuan ekstra celular. dengan cara demikian dapat diterapkan bahwa pada langkah pembekuan berikutnya kemungkinan terbentuknya es di dalam sel menjadi sangat kecil, atau justru tidak ada air yang mengkristal di dalam sel. Oleh karenanya pembentukan suhu terminal tersebut harus diperhitungkan. Demikian pula lama waktu berada pada suhu terminal Cara-cara ini erat kaitannya dengan usaha pengawetan kultur, terutama untu industri-industri fermentasi. Kecepatan thawing (pencairan) mempengaruhi jumlah sel yang hidup setelah pembekuan . Thawing yang cepat akan memperbanyak jumlah sel yang hidup. Sebaliknya , thawing yang lambat akan memperbanyak sel yang mati.

Medium pembekuan mempengaruhi jumlah sel yang mati selama pembekuan. Terdapatnya cryoprotectant akan memperbesar jumlah sel yang hiudup. Beberapa cryoprotectant di antaranya gliserol.DMSO,susu skim,serum,polifinil pirolidon, dan beberapa senyawa dengan berat molekul tinggi di pergunakan untuk pengawetan sel yeast dengan cara pembekuan.

Kelembapan pada suhu tinggi mempercepat koagulasi protein mikroba Misalnya spora Bacillus anthracis pada suhu 160 derajat celcius dalam keadaan kering setelah 90 menit , sedangkan jika keadaan lembab dengan suhu 100 derajat celcius hanya membutuhkan waktu 10 menit.

Nah itulah sedikit pembahasan tentang Faktor-faktor Yang Mepengaruhi Ketahan Sel Terhadap Pembekuan yang sempat saya bagikan kepada anda , semoga saja materi ini berguna dalam membantu keperluan akademik anda, Jika anda ingin melihat materi lainnya silahkan klik disini. Saya mengucapkan terima kasih banyak atas kunjungan anda di blog sederhana ini, jangan lupa untuk membagikan materi ini ke teman atau kerabat terdekat anda dengan melalui social media yang kalian miliki karena secara aotomatis materi ini akan tersimpan didalam beranda anda.

Oh iyya untuk sekarang labsmk.com akan sangat berterima kasih kepada anda jika anda senantiasa mengklik satu iklan yang ada pada blog ini , maka dengan itu labsmk akan semakin update dalam memberikan sedikit pengetahuan yang mungkin anda butuhkan untuk kedepannya , makasih pembaca yang baik selalu meninggalkan koment dan dan membagikan artikel ini ke social media milik anda

----Selamat Mencatat----

Wednesday, December 5, 2018

Mekanisme Kematian Sel Karena Pembekuan

Mekanisme Kematian Sel Karena Pembekuan

Ada beberapa fenomena tentang kematian sel karena pembekuan. Namun pada garis besarnya mekanisme kematian sel dapat dijelaskan sebagai berikut :


  1. Selama proses pembekuan ,air sel akan keluar sehingga air di dalam sel akan berkurang. Hal ini akan menyebabkan struktur ikatan molekul protein menjadi saling berdekatan. Apabila jaraknya cukup dekat maka akan terjadi ikatan kovalen, yaitu konversi dari group sulfhidril menjadi disulfida. Jika mengalami rewarming maka struktur tersebut tidak dapat kembali ke bentuk yang asli
  2. Bila air berubah menjadi es , volumenya akan menjadi lebih besar . terbentuknya kristal es di dalam sel akan diikuti dengan bertambah besarnya volume es akan menyebabkan bagian bagian yang lemah terdesak dan rusak , misalnya membram protoplasma. Rusaknya membram protoplasma tersebut akan menyebabkan enzim polifosfatase kontak dengan senyawa polifosfat yang sebelumnya antara keduanya di pisahkan oleh membram sitoplasma
  3. Dengan terbentuknya kristal-kristal es selama proses pembekuan maka akan terjadi pemekatan solute. Bertambah pekatnya komponen-komponen tertentu dapat bersifat toksik bagi sel yang bersangkutan
  4. Kerusakan membram menyebabkan memberam sel kehilangan fungsinya. Sel akan kehilangan sejumlah intra cellular solute yang mengakibatkan deorganisasi sel itu sendiri

Nah itulah sedikit pembahasan tentang Mekanisme Kematian Sel Karena Pembekuan yang sempat saya bagikan kepada anda , semoga saja materi ini berguna dalam membantu keperluan akademik anda, Jika anda ingin melihat materi lainnya silahkan klik disini. Saya mengucapkan terima kasih banyak atas kunjungan anda di blog sederhana ini, jangan lupa untuk membagikan materi ini ke teman atau kerabat terdekat anda dengan melalui social media yang kalian miliki karena secara aotomatis materi ini akan tersimpan didalam beranda anda.

Oh iyya untuk sekarang labsmk.com akan sangat berterima kasih kepada anda jika anda senantiasa mengklik satu iklan yang ada pada blog ini , maka dengan itu labsmk akan semakin update dalam memberikan sedikit pengetahuan yang mungkin anda butuhkan untuk kedepannya , makasih pembaca yang baik selalu meninggalkan koment dan dan membagikan artikel ini ke social media milik anda

----Selamat Mencatat----

Tuesday, December 4, 2018

Respons Mikroorganisme Terhadap Pembekuan

Respons Mikroorganisme Terhadap Pembekuan

Berbagai faktor atau variabel terjadi selama pembekuan dan ungkin menunjukkan mengapa mikroorganisme mati, beberpa karena luka dan beberapa tidak rusak.


1. Macam mikroorganisme dan kondisinya
Ketahanan terhadap pembekuan bervariasi terhadap macam mikroba,fase pertumbahan, dan bentuk sel vegetatif atau spora, Christhopersen (1973) mengklarifikasikan mikroorganisme berdasarkan kepekaan terhadap pembekuan yaitu :
  • rentan
  • agak tahan
  • tahan

Sel vegetatif khamir dan jamur , juga kebanyakn bakteri gram negatif , termasuk dalam kelompok pertama .Organisme gram positif yang meliputi Staphylococcus dan Enterococci termasuk dalam kelompok kedua. Yang termasuk dalam kelompok ketiga adalah bakteri pembentuk spora dari Bacilli dan Clostridia yang sangat tahan terhadap pembekuan. Bakteri Dalam fase logaritma lebih mudah dimatikan dari pada fase lainnya

2. Laju Pembekuan
Kisaran suhu kritis akan menghasilkan lethal effects oleh karena itu laju pembekuan yang lebih cepat akan mengurangi kerusakan karena kisaran kritis yang di lewati lebih cepat

3. Suhu Pembekuan
Suhu Pembekuan Yang tinggi lebih Mematikan. banyak organisme tidak aktif pada suhu -4 derajat celcius sampai dengan -10 derajat celcius sampai -30 derajat celcius

4. Waktu Pada Penyimpanan Beku
Laju awal kematian selama pembekuan adalah cepat, tetapi diikuti oloeh pengurangan mikroorganisme secara bertahap yang dikenal sebagai storage death. Jumlah organisme hidup berkurang dengan semakin lamanya waktu penyimpanan. Penyimpanan makanan beku pada kisaran suhu kritis akan menghasilkan pengurangan yang lebih cepat daripada suhu pembekuan yang lebih tinggi atau lebih rendah.

5. Macam Makanan
Komposisi makanan mempengaruhi laju kematian organisme selama pembekuan dan penyimpanan . Gula,garam,protein,koloid,lemak dan substansi lain yang dapat bersifat sebagai protektif, sedangkan kelembapan tinggi dan pH rendah dapat lebih mematikan.

6. Pengaruh Defrosting
Tanggap mikroorganisme terhadap laju defrosting bervariasi penghangatan cepat berbahaya bagi beberapa bakteri.

Nah itulah sedikit pembahasan tentang Respons Mikroorganisme Terhadap Pembekuan yang sempat saya bagikan kepada anda , semoga saja materi ini berguna dalam membantu keperluan akademik anda, Jika anda ingin melihat materi lainnya silahkan klik disini. Saya mengucapkan terima kasih banyak atas kunjungan anda di blog sederhana ini, jangan lupa untuk membagikan materi ini ke teman atau kerabat terdekat anda dengan melalui social media yang kalian miliki karena secara aotomatis materi ini akan tersimpan didalam beranda anda.

Oh iyya untuk sekarang labsmk.com akan sangat berterima kasih kepada anda jika anda senantiasa mengklik satu iklan yang ada pada blog ini , maka dengan itu labsmk akan semakin update dalam memberikan sedikit pengetahuan yang mungkin anda butuhkan untuk kedepannya , makasih pembaca yang baik selalu meninggalkan koment dan dan membagikan artikel ini ke social media milik anda

----Selamat Mencatat----

Monday, December 3, 2018

Pengaruh Suhu Subsfreezing dan Freezing Terhadap Mikroorganisme

Pengaruh Suhu Subsfreezing dan Freezing Terhadap Mikroorganisme

Sulit untuk membicarakan akibat freezing terhadap mikroorganisme karena banyaknya variabel yang berpengaruh. Adalah tidak mungkin untuk mempelajari pengaruh pembekuan sel tampa meneliti pengaruh pendinginan (turun sampai 0 derajat celcius) dan pengaruh thawing . Marth (1973) meringkaskan bahwa pembekuan mikroorganisme meliputi :
  1. Pendinginan sel sampai 0 derajat celcius
  2. Kemudian pendinginan dengan kemungkinan pembentukan kristal es pada ekstra dan intraseluler
  3. Konsentrasi ekstra dan instraseluler yang terlarut
  4. Penyimpanan sel dalam keadaan beku
  5. thawing sel dan substrat

Pembekuan biasanya akan mengurangi jumlah organisme hidup dalam makanan . Pengurangan ini merupakan pengaruh dari kondisi lethal dan subslethal,Banyak sel di matikan oleh pembekuan tetapi hal ini bukanlah prosedur sterilisasi . 


Suatu Teknik yang paling banyak digunakan adalah pengawetan kultur dengan pembekuan dan penyimpanan beku. Biasanya dalam nitrogen cair. Lethal effects menghasilkan denaturasi atau flokulasi protein sel atau enzim yang mungkin mengakibatkan kenaikan konsentrasi terlarut dalam air yang tidak beku atau mungkin dalam bagiannya karena kerusakan fisik oleh kristal es. Pendinginan sel secara cepat dari suhu optimal ke 0 derajat celcius dapat juga menyebabkan kematian. 

Hal ini berkaitan dengan berubahnya lipid dalam membran sehingga merusak permeabilitas sel atau membebaskan penghambat enzim seperti penghambat ribonuklease.

Nah itulah sedikit pembahasan tentang Pengaruh Suhu Subsfreezing dan Freezing Terhadap Mikroorganisme yang sempat saya bagikan kepada anda , semoga saja materi ini berguna dalam membantu keperluan akademik anda, Jika anda ingin melihat materi lainnya silahkan klik disini. Saya mengucapkan terima kasih banyak atas kunjungan anda di blog sederhana ini, jangan lupa untuk membagikan materi ini ke teman atau kerabat terdekat anda dengan melalui social media yang kalian miliki karena secara aotomatis materi ini akan tersimpan didalam beranda anda.

Oh iyya untuk sekarang labsmk.com akan sangat berterima kasih kepada anda jika anda senantiasa mengklik satu iklan yang ada pada blog ini , maka dengan itu labsmk akan semakin update dalam memberikan sedikit pengetahuan yang mungkin anda butuhkan untuk kedepannya , makasih pembaca yang baik selalu meninggalkan koment dan dan membagikan artikel ini ke social media milik anda

----Selamat Mencatat----

Sunday, December 2, 2018

Pertumbuhan Mikroba Pada Suhu Rendah

Pertumbuhan Mikroba Pada Suhu Rendah
Pada umumnya , pembekuan mencegah pertumbuhan sebagian besar mikroorganisme pada makanan dan suhu refrigerator menyebabkan laju pertumbuhan menjadi rendah , terkecuali untuk Clostridium botulinium tipe E. 

Suhu 5 sampai dengan 6 derajat celcius atau kurang dapat secara efektif mencegah semua organisme penghasil racun pada makanan. Beberapa mikroorganisme tumbuh pada suhu rendah. Jamur Cladosporium dan sporotrichum mampu tumbuh pada suhu -6,7 derajat celcius sedangkan penicilium dan monila pada suhu -4 derjata celcius. 


Khamir ada yang mampu tumbuh pada suhu -34 derjat celcius. Bakteri mampu tumbuh pada suhu -5 derajat celcius dalam daging -10 derajat celcius dalam daging curing -11 derajat celcius dalam ikan -12,2 derajat celcius dalam sayuran (kacang-kacangan) dan -10 derajat celcius pada tiram.

Jamur dapat tumbuh pada suhu -7,8 derajat celcius dalam daging dan sayuran -6,7 derajat celcius dalam buah buahan

Nah itulah sedikit pembahasan tentang Pertumbuhan Mikroba Pada Suhu Rendah yang sempat saya bagikan kepada anda , semoga saja materi ini berguna dalam membantu keperluan akademik anda, Jika anda ingin melihat materi lainnya silahkan klik disini. Saya mengucapkan terima kasih banyak atas kunjungan anda di blog sederhana ini, jangan lupa untuk membagikan materi ini ke teman atau kerabat terdekat anda dengan melalui social media yang kalian miliki karena secara aotomatis materi ini akan tersimpan didalam beranda anda.

Oh iyya untuk sekarang labsmk.com akan sangat berterima kasih kepada anda jika anda senantiasa mengklik satu iklan yang ada pada blog ini , maka dengan itu labsmk akan semakin update dalam memberikan sedikit pengetahuan yang mungkin anda butuhkan untuk kedepannya , makasih pembaca yang baik selalu meninggalkan koment dan dan membagikan artikel ini ke social media milik anda

----Selamat Mencatat----

Saturday, December 1, 2018

Pengaruh Suhu Pada Kehidupan Mikroba

Suhu merupakan salah satu faktor penting dalam kehidupan mikroba. Beberapa mikroba dapat tumbuh pada kisaran suhu yang luas . Berkait dengan suhu pertumbuhan dikenal suhu minimum,maksimum,dan optimum. Suhu minimum adalah suhu yang paling rendah di mana kegiatan mikroba masih berlangsung . Suhu optimum adalah suhu yang paling baik untuk kehidupan jasad, Sedangkan suhu maksimum adalah suhu tinggi yang masih dapat menumbuhkan mikroba tetapi pada tingkat kegiatan fisiologi yang paling rendah.

Atas dasar suhu pertumbuahannya, mikroba dapat dibedakan menjadi 3 golongan yaitu psikrofil,mesofil,dan termofil. Mikroba psikrofil/kriofil dapat tumbuh pada suhu antara 0 derajat celcius sampai 30 derajat celcius, dengan suhu optimum 15 derajat celcius.


Kebanyakn tumbuh di tempat-tempat dingin baik di daratan maupun di lautan. Jasad mesofil mempunyai suhu optimum antara 25 sampai dengan 37 derajat celcius, dengan suhu minimum 15 derajat celcius dan suhu maksimum antara 45 sampai dengan 55 derajat celcius. Jasad ini banyak hidup dalam saluran pencernaan,tanah,dan perairan. Mikroorganisme termofil adalah golongan jasad dengan suhu pertumbuhan antara 40 sampai dengan 75 derajat celcius dengan suhu optimum 55 sampai dengan 60 derajat celcius.

Pada pertumbuhan antara 40 sampai dengan 75 derajat celcius dengan suhu optimum 55 sampai dengan 60 derajat celcius. Pada jasad termofil dikenal pula stenotermofil (termofil obligal), yaitu mikroba yang dapat tumbuh baik pada suhu 60 derajat celcius dan tidak dapat tumbuh pada suhu 30 derajat celcius dan euritermofil (termofil fakultatif) yaitu yang mampu tumbuh di bawah 30 derajat celcius

Jasad yang ditumbuhkan pada suhu di atas suhu masimumnya ,protein dan enzim dalam selnya akan mengalami denaturasi yang mengakibatkan terhentinya proses metabolisme . Suhu yang diperlukan untuk membunuh mikroorganisme. Suhu yang diperlukan untuk membunuh mikroorganisme dipengaruhi oleh berbagai faktor, dan waktu yang dibutuhkan untuk membunuh mikroorganisme pada suhu tertentu di sebut waktu kematian ternal. Misalnya Clostridum perfrigens dalam larutan garam 0,085% terbunuh pada suhu 100 derajat celcius selama 10 menit, sedangkan pada suhu 95 derajat celcius membutuhkan waktu 15 menit.

Koposisi medium juga mempengaruhi ketahanan mikroorganisme terhadap pemanasan. Spora Clostridium botulinum dalam larutan pepton dengan suhu 100 derajat celcius terbunuh dalam waktu 100 menit.

Nah itulah sedikit pembahasan tentang Pengaruh Suhu Pada Kehidupan Mikroba yang sempat saya bagikan kepada anda , semoga saja materi ini berguna dalam membantu keperluan akademik anda, Jika anda ingin melihat materi lainnya silahkan klik disini. Saya mengucapkan terima kasih banyak atas kunjungan anda di blog sederhana ini, jangan lupa untuk membagikan materi ini ke teman atau kerabat terdekat anda dengan melalui social media yang kalian miliki karena secara aotomatis materi ini akan tersimpan didalam beranda anda.

Oh iyya untuk sekarang labsmk.com akan sangat berterima kasih kepada anda jika anda senantiasa mengklik satu iklan yang ada pada blog ini , maka dengan itu labsmk akan semakin update dalam memberikan sedikit pengetahuan yang mungkin anda butuhkan untuk kedepannya , makasih pembaca yang baik selalu meninggalkan koment dan dan membagikan artikel ini ke social media milik anda

----Selamat Mencatat----

Friday, November 30, 2018

Pengertian dan Pengembangan Organisasi

Pengembangan organisasi merupakan proses terencana untuk mengembangkan kemampuan organisasi dalam kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berubah, sehingga dapat mencapai kinerja yang optimal yang dilaksanakan oleh seluruh anggota organisasi.Pengembangan Organisasi merupakan program yang berusaha meningkatkan efektivitas keorganisasian dengan mengintegrasikan keinginan individu akan pertumbuhan dan perkembangan dengan tujuan keorganisasian.


Tujuan utama Pengembangan Organisasi adalah untuk perbaikan fungsi organisasi itu sendiri. Peningkatan produktivitas dan keefektifan organisasi membawa implikasi terhadap kapabilitas organisasi dalam membuat keputusan berkualitas dengan melakukan perubahan terhadap struktur, kultur, tugas, teknologi dan sumber daya manusia. Pendekatan utama terhadap hal ini adalah mengembangkan budaya organisasi yang dapat memaksimalkan keterlibatan orang dalam pembuatan keputusan yang efektif dalam organisasi.
Menurut Robbins (1984), usaha PO pada umumnya diarahkan pada dua tujuan akhir, yaitu peningkatan keefektifan organisasi dan peningkatan kepuasan anggotanya. Lebih lanjut, Robbins merinci tujuan PO sebagai berikut:
  1. Meningkatkan tingkat kepercayaan dan dukungan di antara anggota organisasi.
  2. Meningkatkan timbulnya konfrontasi terhadap masalah organisasi baik dalam kelompok maupun antar-kelompok, sebagai kebalikan dari to sweeping problem under the rug.
  3. Terciptanya lingkungan dimana otoritas peran yang ditetapkan ditingkatkan dengan otoritas berdasarkan pengetahuan dan keterampilan.
  4. Meningkatkan keterbukaan komunikasi secara horisontal, vertikal dan diagonal.
  5. Menaikkan tingkat antusiasme dan kepuasan personal dalam organisasi.
  6. Menemukan solusi yang sinergis terhadap masalah dan Menaikkan tingkat responsibilitas diri dan kelompok dalam perencanaan dan
  7. implementasi.
Suatu strategi pendidikan yang kompleks yang dimaksudkan untuk mengubah keyakinan, sikap, nilai, dan struktur organisasi sehingga mereka dapat lebih beradaptasi dengan teknologi baru, pemasaran dan tantangan, dan tingkat yang memusingkan perubahan itu sendiri. Maka Pengembangan organisasi yang efektif memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
  1. Merupakan strategi terencana dalam mewujudkan perubahan organisasional, yang memiliki sasaran jelas berdasarkan diagnosa yang tepat tentang permasalahan yang dihadapi oleh organisasi.
  2. Merupakan kolaborasi antara berbagai pihak yang akan terkena dampak perubahan yang akan terjadi.
  3. Menekankan cara-cara baru yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja seluruh organisasi dan semua satuan kerja dalam organisasi.
  4. Mengandung nilai humanistik dimana pengembangan potensi manusia menjadi bagian terpenting.
  5. Menggunakan pendekatan komitmen sehingga selalu memperhitungkan pentingnya interaksi, interaksi dan interdependensi antara berbagai satuan kerja sebagai bagian integral di suasana yang utuh.
  6. Menggunakan pendekatan ilmiah dalam upaya meningkatkan efektivitas organisasi.

MENGAPA PENGEMBANGAN ORGANISASI PERLU DILAKUKAN?
Dalam kenyataannya organisasi seringkali terjadi stagnan yang disebabkan keengganan manusia untuk mengikuti perubahan, dimana perubahan dianggap bisa menyebabkan dis equilibrium. Hal ini mengakibatkan patologi dalam organisasi sehingga perlu dilakukan evaluasi, adaptasi, kaderisasi dan inovasi.
Sebab-sebab penolakan/ penentangan terhadap perubahan adalah :
  1. SecurityMerasa tidak aman dengan kondisi baru yang belum diketahui sehingga perlu penyesuaian.Economic (berkaitan dengan untung rugi)
  2. Organisasi cenderung menolak perubahan karena tidak mau menanggung kerugian dengan adanya perubahan.
  3. Psikologis dan budaya/kebiasaan Persepsi- Persepsi yang salah bisa menjadi sumber terjadinya sikap menentang terhadap perubahan.
  4. Emosi Emosi akan menimbulkan prasangka sehingga cenderung menolak perubahan
  5. Kultur Berguna sebagai dasar dalam menilai hal-hal baru yang diterimanya
Nah itulah sedikit pembahasan tentang Nah itulah sedikit pembahasan tentang Penjelasan Tentang Afirmasi Dalam Pembelajaran yang sempat saya bagikan kepada anda , semoga saja materi ini berguna dalam membantu keperluan akademik anda, Jika anda ingin melihat materi lainnya silahkan klik disini. Saya mengucapkan terima kasih banyak atas kunjungan anda di blog sederhana ini, jangan lupa untuk membagikan materi ini ke teman atau kerabat terdekat anda dengan melalui social media yang kalian miliki karena secara aotomatis materi ini akan tersimpan didalam beranda anda.

Oh iyya untuk sekarang labsmk.com akan sangat berterima kasih kepada anda jika anda senantiasa mengklik satu iklan yang ada pada blog ini , maka dengan itu labsmk akan semakin update dalam memberikan sedikit pengetahuan yang mungkin anda butuhkan untuk kedepannya , makasih pembaca yang baik selalu meninggalkan koment dan dan membagikan artikel ini ke social media milik anda

----Selamat Mencatat---- yang sempat saya bagikan kepada anda , semoga saja materi ini berguna dalam membantu keperluan akademik anda, Jika anda ingin melihat materi lainnya silahkan klik disini. Saya mengucapkan terima kasih banyak atas kunjungan anda di blog sederhana ini, jangan lupa untuk membagikan materi ini ke teman atau kerabat terdekat anda dengan melalui social media yang kalian miliki karena secara aotomatis materi ini akan tersimpan didalam beranda anda.

Oh iyya untuk sekarang labsmk.com akan sangat berterima kasih kepada anda jika anda senantiasa mengklik satu iklan yang ada pada blog ini , maka dengan itu labsmk akan semakin update dalam memberikan sedikit pengetahuan yang mungkin anda butuhkan untuk kedepannya , makasih pembaca yang baik selalu meninggalkan koment dan dan membagikan artikel ini ke social media milik anda

----Selamat Mencatat----