Monday, January 22, 2018

Pengenalan Tentang Jamur (Fungi) Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kelompok jamur (fungi). 
Merupakan kelompok mahkluk hidup yang memperoleh makanan dengan cara menguraikan sisa mahkluk hidup lain. Tidak berklorofil , berspora,tidak mempunyai akar,batang,dan daun.


Jamur hidupnya di tempat lembab, bersifat seprofit (organisme yang hidup dan makan dari bahan organik yang sudah mati atau yang sudah busuk) dan parasit (organisme yang hidup dan mengisap makanan dari organisme lain yang ditempelinya). 


Tubuh jamur terdiri atas benang benang halus yang disebut hifa. Hifa saling bersambungan membentuk miselium. Pada umumnya, jamur berkembang biak dengan spora yang dihasilkan oleh sporangium . 

Contoh jamur : 
  1. jamur roti,
  2. ragi tape 
  3. jamur tiram putih dan 
  4. jamur kayu .


Jamur di bagi menjadi 6 divisi yaitu :
  1. Myxxomycotina (jamur lendir),
  2. Oomycotina,
  3. Zygomycotina,
  4. Ascomycotina,
  5. Basidiomycotina, dan 
  6. Deuteromycotina.

Jamur dalam bahasa Indonesia sehari-hari mencakup beberapa hal yang agak berkaitan. Arti pertama adalah semua anggota kerajaan Fungi dan beberapa organisme yang pernah dianggap berkaitan, seperti jamur lendir dan "jamur belah" (Bacteria). Arti kedua berkaitan dengan sanitasi dan menjadi sinonim bagi kapang. Arti terakhir, yang akan dibahas dalam makalah yang kami susun  ini, adalah tubuh buah yang lunak atau tebal dari sekelompok anggota Fungi (terutama Basidiomycetes) yang biasanya muncul dari permukaan tanah atau substrat tumbuhnya. Pengertian terakhir ini berkaitan dengan nilai ekonomi jamur sebagai bahan pangan, sumber racun atau bahan pengobatan.


Nah itulah sedikit pembahasan tentang Pengenalan Tentang Jamur (Fungi) Dalam Kehidupan Sehari-Hari yang sempat saya bagikan kepada anda , semoga saja materi ini berguna dalam membantu keperluan akademik anda, Jika anda ingin melihat materi lainnya silahkan klik disini. Saya mengucapkan terima kasih banyak atas kunjungan anda di blog sederhana ini, jangan lupa untuk membagikan materi ini ke teman atau kerabat terdekat anda dengan melalui social media yang kalian miliki karena secara aotomatis materi ini akan tersimpan didalam beranda anda.
----Selamat Mencatat----

Bentuk-Bentuk Peluruhan Radioaktif Dalam Sifat Nuklir

Sifat-Sifat Nuklir
Berdasarkan definisi, dua atom dengan jumlah proton yang identik dalam intinya termasuk ke dalam unsur kimiayang sama. Atom dengan jumlah proton sama namun dengan jumlah neutron berbeda adalah dua isotop berbeda dari satu unsur yang sama.



Massa
Karena mayoritas massa atom berasal dari proton dan neutron, jumlah keseluruhan partikel ini dalam atom disebut sebagai nomor massa. Massa atom pada keadaan diam sering diekspresikan menggunakan satuan massa atom(u) yang juga disebut dalton (Da). Satuan ini didefinisikan sebagai seperduabelas massa atom karbon-12 netral, yang kira-kira sebesar 1,66 × 10−27 kg. Hidrogen-1 yang merupakan isotop teringan hidrogen memiliki bobot atom 1,007825 u. Atom memiliki massa yang kira-kira sama dengan nomor massanya dikalikan satuan massa atom.

Peluruhan radioaktif
Diagram ini menunjukkan waktu paruh (T½) beberapa isotop dengan jumlah proton Z dan jumlah proton N (dalam satuan detik). Setiap unsur mempunyai satu atau lebih isotop berinti tak stabil yang akan mengalami peluruhan radioaktif, menyebabkan inti melepaskan partikel ataupun radiasi elektromagnetik. Radioaktivitas dapat terjadi ketika jari-jari inti sangat besar dibandingkan dengan jari-jari gaya kuat (hanya bekerja pada jarak sekitar 1 fm.Bentuk-bentuk peluruhan radioaktif yang paling umum adalah:

Peluruhan alfa, 
terjadi ketika suatu inti memancarkan partikel alfa (inti helium yang terdiri dari dua proton dan dua neutron). Hasil peluruhan ini adalah unsur baru dengan nomor atom yang lebih kecil.

Peluruhan beta, 
diatur oleh gaya lemah, dan dihasilkan oleh transformasi neutron menjadi proton, ataupun proton menjadi neutron. Transformasi neutron menjadi proton akan diikuti oleh emisi satu elektron dan satu antineutrino, manakala transformasi proton menjadi neutron diikuti oleh emisi satu positron dan satu neutrino. Emisi elektron ataupun emisi positron disebut sebagai partikel beta.

Peluruhan gama, 
dihasilkan oleh perubahan pada aras energi inti ke keadaan yang lebih rendah, menyebabkan emisi radiasi elektromagnetik. Hal ini dapat terjadi setelah emisi partikel alfa ataupun beta dari peluruhan radioaktif.

Momen magnetik
Setiap partikel elementer mempunyai sifat mekanika kuantum intrinsik yang dikenal dengan nama spin. Spin beranalogi dengan momentum sudut suatu objek yang berputar pada pusat massanya, walaupun secara kaku partikel tidaklah berperilaku seperti ini. Spin diukur dalam satuan tetapan Planck tereduksi (ħ), dengan elektron, proton, dan neutron semuanya memiliki spin ½ ħ, atau "spin-½".


Aras-aras energi
Ketika suatu elektron terikat pada sebuah atom, ia memiliki energi potensial yang berbanding terbalik terhadap jarak elektron terhadap inti. Hal ini diukur oleh besarnya energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron dari atom dan biasanya diekspresikan dengan satuan elektronvolt (eV). Dalam model mekanika kuantum, elektron-elektron yang terikat hanya dapat menduduki satu set keadaan yang berpusat pada inti, dan tiap-tiap keadaan berkorespondensi terhadap aras energi tertentu. Keadaan energi terendah suatu elektron yang terikat disebut sebagai keadaan dasar, manakala keadaan energi yang lebih tinggi disebut sebagai keadaan tereksitasi

Valensi dan perilaku ikatan
Kelopak atau kulit elektron terluar suatu atom dalam keadaan yang tak terkombinasi disebut sebagai kelopak valensi dan elektron dalam kelopak tersebut disebut elektron valensi. Jumlah elektron valensi menentukan perilaku ikatan atom tersebut dengan atom lainnya. Atom cenderung bereaksi dengan satu sama lainnya melalui pengisian (ataupun pengosongan) elektron valensi terluar atom. Ikatan kimia dapat dilihat sebagai transfer elektron dari satu atom ke atom lainnya, seperti yang terpantau pada natrium klorida dan garam-garam ionik lainnya. Namun, banyak pula unsur yang menunjukkan perilaku valensi berganda, atau kecenderungan membagi elektron dengan jumlah yang berbeda pada senyawa yang berbeda,

Keadaan
Gambaran pembentukankondensat Bose-Einstein. Sejumlah atom ditemukan dalam keadaan materi yang berbeda-beda tergantung pada kondisi fisik benda, yakni suhu dan tekanan. Dengan mengubah kondisi tersebut, materi dapat berubah-ubah menjadi bentukpadat, cair, gas, dan plasma.Dalam tiap-tiap keadaan tersebut pula materi dapat memiliki berbagai fase. Sebagai contohnya pada karbon padat, ia dapat berupa grafit maupun intan.


Nah itulah sedikit pembahasan tentang Bentuk-Bentuk Peluruhan Radioaktif Dalam Sifat Nuklir yang sempat saya bagikan kepada anda , semoga saja materi ini berguna dalam membantu keperluan akademik anda, Jika anda ingin melihat materi lainnya silahkan klik disini. Saya mengucapkan terima kasih banyak atas kunjungan anda di blog sederhana ini, jangan lupa untuk membagikan materi ini ke teman atau kerabat terdekat anda dengan melalui social media yang kalian miliki karena secara aotomatis materi ini akan tersimpan didalam beranda anda.
----Selamat Mencatat----

Sunday, January 21, 2018

Terjadi Kebakaran Di Laboratorium, Ini Yang Harus Anda Lakukan

Media Pemadam Kebakaran dan Petunjuk:
KEBAKARAN KECIL: Gunakan bubuk kimia KERING. KEBAKARAN BESAR: Gunakan semprotan air, kabut atau busa. Jangan gunakan air jet. Keterangan Khusus tentang Bahaya Kebakaran:Campuran amonium sulfat dan kalium klorat terurai dengan lampu pijar bila dipanaskan. Ketika sedikit amonium sulfat ditambahkan ke menyatu kalium nitrit, reaksi kuat terjadi dihadiri oleh api.



Tidak mudah terbakar. 
Ini substansi itu sendiri tidak terbakar, tetapi mungkin terurai setelah pemanasan untuk menghasilkan asap korosif dan / atau beracun.
Keterangan Khusus tentang Bahaya Ledakan:
Jika sengaja dicampur dengan pengoksidasi seperti potasium klorat, kalium nitrat atau kalium nitrit, ada bahaya ledakan saat kebakaran. Campuran amonium sulfat dan amonium nitrat dapat dengan mudah meledak oleh kalium atau natrium-kalium alloy.

Tindakan Rilis Terkadang
Tumpahan Kecil: 
Gunakan alat yang tepat untuk menempatkan tumpah solid di dalam wadah pembuangan limbah nyaman. Selesai membersihkan dengan menyebarkan air di
permukaan yang terkontaminasi dan membuang sesuai dengan kebutuhan otoritas lokal dan regional. Tumpahan besar: Gunakan sekop untuk menaruh materi ke dalam wadah pembuangan limbah nyaman. Selesai membersihkan dengan menyebarkan air di
terkontaminasi permukaan dan memungkinkan untuk mengevakuasi melalui sistem sanitasi


Penanganan dan Penyimpanan
Tindakan pencegahan: 
Jauhkan dari panas. Jauhkan dari sumber api. Jangan menelan. Jangan menghirup debu. Pakailah pelindung cocok pakaian. Dalam hal ventilasi cukup, pakai peralatan pernapasan yang sesuai. Jika tertelan,segera dapatkan bantuan medis dan tunjukkan wadah atau label. Hindari kontak dengan kulit dan mata. Jauhkan dari incompatibles seperti oksidasi agen.
penyimpanan: Jaga agar wadah tertutup rapat. Simpan wadah di tempat yang sejuk, berventilasi baik.

Pengontrolan Pemaparan / Perlindungan Pribadi
Kontrol Rekayasa:
Gunakan lampiran proses, ventilasi pembuangan lokal, atau rekayasa lain kontrol untuk menjaga kadar udara di bawah yang direkomendasikan batas yang diperbolehkan. Jika operasi pengguna menghasilkan debu, asap atau kabut, gunakan ventilasi untuk menjaga paparan kontaminan udara di bawah batas yang diperbolehkan.

Perlindungan Pribadi:
Splash kacamata. Lab mantel. Debu respirator. Pastikan untuk menggunakan / respirator atau setara bersertifikat disetujui. Sarung tangan. Pribadi Perlindungan di Kasus Tumpahan Besar: Splash kacamata. Setelan penuh. Debu respirator. Boots. Sarung tangan. Sebuah alat bernafas mandiri harus digunakan untuk menghindari
inhalasi produk. Pakaian pelindung yang disarankan mungkin tidak cukup; berkonsultasi dengan spesialis SEBELUM penanganan ini produk.
Batas terbuka: Tidak tersedia.


Nah itulah sedikit pembahasan tentang Terjadi Kebakaran Di Laboratorium, Ini Yang Harus Anda Lakukan yang sempat saya bagikan kepada anda , semoga saja materi ini berguna dalam membantu keperluan akademik anda, Jika anda ingin melihat materi lainnya silahkan klik disini. Saya mengucapkan terima kasih banyak atas kunjungan anda di blog sederhana ini, jangan lupa untuk membagikan materi ini ke teman atau kerabat terdekat anda dengan melalui social media yang kalian miliki karena secara aotomatis materi ini akan tersimpan didalam beranda anda.
----Selamat Mencatat----

Saturday, January 20, 2018

5 Jenis Antibiotik Berdasarkan Mekanisme Kerja

Pembagian antibiotik dapat dibagi berdasarkan luasnya aktivitas antibiotik,aktivitas dalam membunuh serta berdasarkan mekanisme obat antibiotik tersebut.Berdasarkan luasnya aktivitas, antibiotik dibagi menjadi antibiotik spektrumluas dan spektum sempit. Istilah luas mengandung arti bahwa antibiotik ini dapatmembunuh banyak jenis bakteri sedangkan sebaliknya, istilah sempit hanyadigunakan untuk membunuh bakteri yang spesifik yang telah diketahui secarapasti. Penggunaan spektrum luas digunakan apabila identifikasi kuman penyebabsusah dilakukan namun kerugiaanya dapat menghambat pula bakteri flora normaldalam tubuh.


Berdasarkan aktivitas dalam membunuh, antibiotik dibagai menjadiBactericidaldan Bacteristatic. Antibiotik yang mempunyai sifat bakterisidalmembunuh bakteri target dan cenderung lebih efektif serta tidak perlumenggantungkan pada sistem imun manusia. Sangat perlu digunakan pada pasiendengan penurunan sistem imun. Yang termasuk baterisidal adalah β-lactam,aminoglycoside, dan quinolone. Bakteriostatik justru bekerja menghambatpertumbuhan bakteri dan dapat memanfaatkan sistem imun host obatbakteriostatik yang khas adalahtetracyclin e,sulfonamide,tetracyclin e, danclindamycin


Bedasarkan mekanisme kerja, antibiotik dibagi menjadi 5 jenis, yaitu :
  1. Penghambatan sintetis dinding bakteri
  2. Penghambat membran sel
  3. Penghambatan sintetis protein di ribosom
  4. Penghambatan sintetis asam nukleat
  5. Penghambatan metabolik (antagonis folat)

Dari masing-masing golongan terdapat mekanisme kerja, farmakokintetik,farmakodinamik, serta aktivitas antimikroba yang berbeda-beda. Perbedaan inimenyebabkan perbedaan kegunaan di dalam klinikKarena perbedaan ini jugamaka mekanisme resisistensi dari masing-masing golongan juga mengalami perbedaan.


Nah itulah sedikit pembahasan tentang 5 Jenis Antibiotik Berdasarkan Mekanisme Kerja yang sempat saya bagikan kepada anda , semoga saja materi ini berguna dalam membantu keperluan akademik anda, Jika anda ingin melihat materi lainnya silahkan klik disini. Saya mengucapkan terima kasih banyak atas kunjungan anda di blog sederhana ini, jangan lupa untuk membagikan materi ini ke teman atau kerabat terdekat anda dengan melalui social media yang kalian miliki karena secara aotomatis materi ini akan tersimpan didalam beranda anda.
----Selamat Mencatat----

Friday, January 19, 2018

Klasifikasi Antibiotik Berdasarkan Sifatnya

Berdasarkan sifatnya antibiotik dibagi menjadi dua:
  1. Antibiotik yang bersifat bakterisidal, yaitu antibiotik yang bersifat destruktif terhadap bakteri.
  2. Antibiotik yang bersifat bakteriostatik, yaitu antibiotik yang bekerja menghambat pertumbuhan atau multiplikasi bakteri.



Cara yang ditempuh oleh antibiotik dalam menekan bakteri dapat bermacam-macam, namun dengan tujuan yang sama yaitu untuk menghambat perkembangan bakteri. Oleh karena itu mekanisme kerja antibiotik dalam menghambat proses biokimia di dalam organisme dapat dijadikan dasar untuk mengklasifikasikan antibiotik sebagai berikut:

1.Antibiotik yang menghambat sintesis dinding sel bakteri. Yang termasuk ke dalam golongan ini adalah Beta-laktam, Penicillin, Polypeptida, Cephalosporin, Ampicillin, Oxasilin.
Beta-laktam menghambat pertumbuhan bakteri dengan cara berikatan pada enzim DD-transpeptidase yang memperantarai dinding peptidoglikan bakteri, sehingga dengan demikian akan melemahkan dinding sel bakteri Hal ini mengakibatkan sitolisis karena ketidakseimbangan tekanan osmotis, serta pengaktifan hidrolase dan autolysins yang mencerna dinding peptidoglikan yang sudah terbentuk sebelumnya. Namun Beta-laktam (dan Penicillin) hanya efektif terhadap bakteri gram positif, sebab keberadaan membran terluar (outer membran) yang terdapat pada bakteri gram negatif membuatnya tak mampu menembus dinding peptidoglikan.
  • Penicillin meliputi natural Penicillin, Penicillin G dan Penicillin V, merupakan antibiotik bakterisidal yang menghambat sintesis dinding sel dan digunakan untuk penyakit-penyakit seperti sifilis, listeria, atau alergi bakteri gram positif/Staphilococcus/Streptococcus. Namun karena Penicillin merupakan jenis antibiotik pertama sehingga paling lama digunakan telah membawa dampak resistansi bakteri terhadap antibiotik ini. Namun demikian Penicillin tetap digunakan selain karena harganya yang murah juga produksinya yang mudah.
  • Polypeptida meliputi Bacitracin, Polymixin B dan Vancomycin. Ketiganya bersifat bakterisidal. Bacitracin dan Vancomycin sama-sama menghambat sintesis dinding sel. Bacitracin digunakan untuk bakteri gram positif, sedangkan Vancomycin digunakan untuk bakteri Staphilococcus dan Streptococcus. Adapun Polymixin B digunakan untuk bakteri gram negatif.
  • Cephalosporin (masih segolongan dengan Beta-laktam) memiliki mekanisme kerja yang hampir sama yaitu dengan menghambat sintesis peptidoglikan dinding sel bakteri. Normalnya sintesis dinding sel ini diperantarai oleh PBP (Penicillin Binding Protein) yang akan berikatan dengan D-alanin-D-alanin, terutama untuk membentuk jembatan peptidoglikan. Namun keberadaan antibiotik akan membuat PBP berikatan dengannya sehingga sintesis dinding peptidoglikan menjadi terhambat.
  • Ampicillin memiliki mekanisme yang sama dalam penghancuran dinding peptidoglikan, hanya saja Ampicillin mampu berpenetrasi kepada bakteri gram positif dan gram negatif. Hal ini disebabkan keberadaan gugus amino pada Ampicillin, sehingga membuatnya mampu menembus membran terluar (outer membran) pada bakteri gram negatif.
  • Penicillin jenis lain, seperti Methicillin dan Oxacillin, merupakan antibiotik bakterisidal yang digunakan untuk menghambat sintesis dinding sel bakteri. Penggunaan Methicillin dan Oxacillin biasanya untuk bakteri gram positif yang telah membentuk kekebalan (resistansi) terhadap antibiotik dari golongan Beta-laktam.
  • Antibiotik jenis inhibitor sintesis dinding sel lain memiliki spektrum sasaran yang lebih luas, yaitu Carbapenems, Imipenem, Meropenem. Ketiganya bersifat bakterisidal.

2. Antibiotik yang menghambat transkripsi dan replikasi. Yang termasuk ke dalam golongan ini adalah Quinolone, Rifampicin, Actinomycin D, Nalidixic acid, Lincosamides, Metronidazole.
  • Quinolone merupakan antibiotik bakterisidal yang menghambat pertumbuhan bakteri dengan cara masuk melalui porins dan menyerang DNA girase dan topoisomerase sehingga dengan demikian akan menghambat replikasi dan transkripsi DNA. Quinolone lazim digunakan untuk infeksi traktus urinarius.
  • Rifampicin (Rifampin) merupakan antibiotik bakterisidal yang bekerja dengan cara berikatan dengan β-subunit dari RNA polymerase sehingga menghambat transkripsi RNA dan pada akhirnya sintesis protein. Rifampicin umumnya menyerang bakteri spesiesMycobacterum.
  • Nalidixic acid merupakan antibiotik bakterisidal yang memiliki mekanisme kerja yang sama dengan Quinolone, namun Nalidixic acid banyak digunakan untuk penyakit demam tipus.
  • Lincosamides merupakan antibiotik yang berikatan pada subunit 50S  dan banyak digunakan untuk bakteri gram positif, anaeroba Pseudomemranous colitis. Contoh dari golongan Lincosamides adalah Clindamycin.
  • Metronidazole merupakan antibiotik bakterisidal diaktifkan oleh anaeroba dan berefek menghambat sintesis DNA.


3. Antibiotik yang menghambat sintesis protein. Yang termasuk ke dalam golongan ini adalah Macrolide, Aminoglycoside, Tetracycline, Chloramphenicol, Kanamycin,Oxytetracycline.
  • Macrolide, meliputi Erythromycin dan Azithromycin, menghambat pertumbuhan bakteri dengan cara berikatan pada subunit 50S ribosom, sehingga dengan demikian akan menghambat translokasi peptidil tRNA yang diperlukan untuk sintesis protein. Peristiwa ini bersifat bakteriostatis, namun dalam konsentrasi tinggi hal ini dapat bersifat bakteriosidal. Macrolide biasanya menumpuk pada leukosit dan akan dihantarkan ke tempat terjadinya infeksi. Macrolide biasanya digunakan untuk Diphteria, Legionella mycoplasma, dan Haemophilus.
  • Aminoglycoside meliputi Streptomycin, Neomycin, dan Gentamycin, merupakan antibiotik bakterisidal yang berikatan dengan subunit 30S/50S sehingga menghambat sintesis protein. Namun antibiotik jenis ini hanya berpengaruh terhadap bakteri gram negatif.
  • Tetracycline merupakan antibiotik bakteriostatis yang berikatan dengan subunit ribosomal 16S-30S dan mencegah pengikatan aminoasil-tRNA dari situs A pada ribosom, sehingga dengan demikian akan menghambat translasi protein. Namun antibiotik jenis ini memiliki efek samping yaitu menyebabkan gigi menjadi berwarna dan dampaknya terhadap ginjal dan hati.
  • Chloramphenicol merupakan antibiotik bakteriostatis yang menghambat sintesis protein dan biasanya digunakan pada penyakit akibat kuman Salmonella.


4.Antibiotik yang menghambat fungsi membran sel. Contohnya antara lain Ionimycin dan Valinomycin. Ionomycin bekerja dengan meningkatkan kadar kalsium intrasel sehingga mengganggu kesetimbangan osmosis dan menyebabkan kebocoran sel.
5.Antibiotik yang menghambat bersifat antimetabolit. Yang termasuk ke dalam golongan ini adalah Sulfa atau Sulfonamide, Trimetophrim, Azaserine.
  • Pada bakteri, Sulfonamide bekerja dengan bertindak sebagai inhibitor kompetitif terhadap enzim dihidropteroate sintetase (DHPS). Dengan dihambatnya enzim DHPS ini menyebabkan tidak terbentuknya asam tetrahidrofolat bagi bakteri. Tetrahidrofolat merupakan bentuk aktif asam folat, di mana fungsinya adalah untuk berbagai peran biologis di antaranya dalam produksi dan pemeliharaan sel serta sintesis DNA dan protein. Biasanya Sulfonamide digunakan untuk penyakit Neiserriameningitis.
  • Trimetophrim juga menghambat pembentukan DNA dan protein melalui penghambatan metabolisme, hanya mekanismenya berbeda dari Sulfonamide. Trimetophrim akan menghambat enzim dihidrofolate reduktase yang seyogyanya dibutuhkan untuk mengubah dihidrofolat (DHF) menjadi tetrahidrofolat (THF).
  • Azaserine (O-diazo-asetyl-I-serine) merupakan antibiotik yang dikenal sebagai purin-antagonis dan analog-glutamin. Azaserin mengganggu jalannya metabolisme bakteri dengan cara berikatan dengan situs yang berhubungan sintesis glutamin, sehingga mengganggu pembentukan glutamin yang merupakan salah satu asam amino dalam protein.

Yang perlu diperhatikan dalam pemberian antibiotik adalah dosis serta jenis antibiotik yang diberikan haruslah tepat. Jika antibiotik diberikan dalam jenis yang kurang efektif atau dosis yang tanggung maka yang terjadi adalah bakteri tidak akan mati melainkan mengalami mutasi atau membentuk kekebalan terhadap antibiotik tersebut.


Nah itulah sedikit pembahasan tentang Klasifikasi Antibiotik Berdasarkan Sifatnya yang sempat saya bagikan kepada anda , semoga saja materi ini berguna dalam membantu keperluan akademik anda, Jika anda ingin melihat materi lainnya silahkan klik disini. Saya mengucapkan terima kasih banyak atas kunjungan anda di blog sederhana ini, jangan lupa untuk membagikan materi ini ke teman atau kerabat terdekat anda dengan melalui social media yang kalian miliki karena secara aotomatis materi ini akan tersimpan didalam beranda anda.
----Selamat Mencatat----

Thursday, January 18, 2018

Latar Belakang Materi MSDS

MSDS
adalah dokumen yang dibuat khusus tentang suatu bahan kimia mengenai pengenalan umum, sifat-sifat bahan, cara penanganan, penyimpanan, pemindahan dan pengelolaan limbah buangan bahan kimia tersebut. Berdasarkan isi dari MSDS maka dokumen tersebut sebenarnya harus diketahui dan digunakan oleh para pelaksana yang terlibat dengan bahan kimia tersebut yakni produsen, pengangkut, penyimpan, pengguna dan pembuang bahan kimia. 





Pengetahuan ini akandapat mendukung budaya terciptanya kesehatan dan keselamatan kerja. Ketersediaan MSDS dilaboratorium di perguruan tinggi saat ini belum memasyarakat padahal ketersediaan MSDS cukup penting dan digunakan juga sebagai salah satu kriteria laboratorium standar. MSDS di perguruantinggi di !ndonesia umumnya hanya tersedia di perpustakaan. Saat ini masih banyak mahasiswa, teknisi laboratorium termasuk dosen yang belum mengenal MSDS, meskipun mereka rutin berkecimpung dengan aktifitas yang melibatkan kontak dengan bahan kimia. 


Berdasarkan permasalahan di atas maka diperlukan penyebarluasan informasi tentang MSDS khususnya pada mahasiswa dikatikan dengan pelaksanaan riset dengan tugas akhir dilaboratorium. hal ini dapat dipahami karena bahan kimia dapat memiliki tipe reaktifitas kimiatertentu dan juga dapat memiliki sifat mudah terbakar.untuk dapat mendukung jaminan kesehatan dan keselamatan kerja maka para pelaksana yang bekerja di laboratorium termasuk mahasiswa harus mengetahui dan memiliki pengetahuan sertaketerampilan untuk menangani bahan kimia khususnya dari segi potensi bahaya yang mungkinditimbulkan arsip,informasi atau pengetahuan yang harus diketahui pelaksana dilaboratorium kimia yang diberikan oleh Phifer dkk  salah satunya adalah informasi tentang Material Safety Data Sheet &MSDS. 

Pada kesempatan ini akan dibahas pentingnya pengenalan MSDS dan semua aspek yang terkait dengan MSDS bagi mahasiswa di perguruan tinggi di!ndonesia khususnya serta implementasi MSDS dalam pelaksanaan riset di laboratorium. Secara garis besar, MSDS mengandung informasi tentang uraian umum bahan kimia, sifatfisik dan kimiawi, cara penggunaan, penyimpanan, dan pengelolaan bahan buangan. MSDS dibuatoleh berbagai pihak seperti produsen bahan, institusi yang bergerak dan terkait dengan kesehatan dankeselamatan kerja, industri atau perguruan tinggi. Terkait dengan kepentingan para pembuat MSDS maka format dokumen MSDS tidak seragam dan masing-masing mungkin menonjolkan uraian yangterkait dengan kepentingan mereka. Akan tetapi terdapat beberapa informasi yang minimal terdapat pada MSDS secara umum. 


Bekal pendidikan dan keterampilan bagi mahasisia diperoleh dari perguruan tinggi melalui paket kegiatan belajar yang ditempuh sebelum lulus. untuk mahasiswa dalam bidang disiplin ilmu kimia dan beberapa ilmu lain harus memiliki keterampilan bekerja dilaboratorium kimia. Keterampilan ini diharapkan sebagai modal untuk menjalankan pekerjaan nantinya setelah menjadi sarjana baik di industri, institusi riset atau perguruan tinggi. Dalam hal bekerja di laboratorium kimia, mahasiswa juga harus mendukung upaya kesehatan dan keselamatankerja di laboratorium. Berbagai hal tentang pengetahuan bahaya khususnya tentang bahan kimiaharus diketahui oleh mahasiswa.Budaya bekerja dengan mendukung upaya kesehatan dan keselamatan kerja saat ini perlu dikenalkan secara awal bagi mahasiswa, sehingga akan terbiasa padasaat memasuki dunia kerja nantinya.Laboratorium kimia adalah tempat dilaksanakannya berbagai aktifitas yang melibatkan pemakaian bahan kimia tertentu. laboratorium di perguruan tinggi memiliki fungsi utama sebagai tempat mahasiswa untuk melaksanakan riset dan kegiatan praktikum. 


Dalam melaksanakan riset,kontak oleh mahasiswa dengan bahan kimia akan terjadi baik langsung maupun tidak langsung.Setelah memasuki dunia kerja maka akan dijumpai laboratorium kimia di bidang institusi riset atauindustri. Dalam lapangan industri, laboratorium kimia didirikan untuk keperluan kualitas kontrol produksi atau untuk bagian riset dan pengembangan. Selain di laboratorium, untuk staf yang bekerjadi industri pada bagian produksi pun sering melibatkan aktifitas yang melibatkan kontak dengan bahan kimia. Bekal tentang pengetahuan bahan kimia perlu dimiliki mengingat bahan kimia memiliki potensi untuk menimbulkan bahaya baik terhadap kesehatan maupun dapat menimbulkan bahaya kecelakaan.

Nah itulah sedikit pembahasan tentang Latar Belakang Materi MSDS yang sempat saya bagikan kepada anda , semoga saja materi ini berguna dalam membantu keperluan akademik anda, Jika anda ingin melihat materi lainnya silahkan klik disini. Saya mengucapkan terima kasih banyak atas kunjungan anda di blog sederhana ini, jangan lupa untuk membagikan materi ini ke teman atau kerabat terdekat anda dengan melalui social media yang kalian miliki karena secara aotomatis materi ini akan tersimpan didalam beranda anda.
----Selamat Mencatat----

Wednesday, January 17, 2018

Pengenalan Dan Fungsi Alat-Alat Laboratorium Mikrobiologi

MENGENAL ALAT-ALAT MIKROBIOLOGI
Sebelum kita bekerja atau melakukan praktikum di laboratorium mikrobiologi ada baiknya kita terlebih dahulu mengenal alat-alat laboratorium mikrobiologi beserta fungsinya . sebagai seorang analis sangat penting mengenal peralatan apa saja yang akan kita butuhkan saat bekerja atau praktek dilaboratorium .



  1. Ose / jarum inokolum (inoculating loop) Jarum inokolum berfungsi untuk memindahkan biakan untuk ditanam / ditumbuhkan ke media baru . jarum inokolum biasanya terbuat dari kawat nichcrome atau platinum sehingga dapat berpijar jika terkena panas. Bentuk jarum dapat berbentuk lingkaran (loop) dan disebut ose atau inoculating  loop/transfer loop dan yang berbentuk lurus disebut inoculating needle/transfer needle. Inoculating loop cocok untuk melakukan streak di permukaan agar , sedangkan inoculating needle cocok digunakan untuk inokulasi secara tusukan pada agar tegak (stap inoculating)
  2. Pipet volume Pipet volume adalah alat yang berfungsi sebagai pengambil larutan atau sampel sesuai dengan jumlah yang kita tentukan
  3. Tabung reaksi (Reaction tube / test tube) Tabung reaksi digunakn untuk uji-uji biokimiawi dan menumbuhkan mikroba .tabung reaksi dapat diisi media padat maupun cair. Tutup tabung reaksi dapat berupa kapas, tutup metal, tutup plastik ataupun alumunium foil. Media padat yang dimasukkan ke tabung reaksi dapat diatur menjadi 2 bentuk menurut fungsinya, yaitu media agar tegak (deep tube agar) dan agar miring (slants agar). Untuk membuat agar miring perlu diperhatikan tentang kemiringan media yaitu luas permukaan yang kontak dengan udara tidak terlalu sempit atau tidak terlalu lebar dan hindari jarak media yang terlalu dekat dengan mulut tabung karena memperbesar resiko kontaminasi . untuk alasan efesiensi , media yang ditambahkan berkisar 10-12 ml tiap tabung.
  4. Labu erlenmeyer (erlenmeyer flask) Berfungsi untuk menampung larutan ,bahan atau cairan yang . labu erlenmeyer dapat digunakan untuk meracik dan menghomogenkan bahan-bahan komposisi media , menampung aquades,kultivasi mikroba dalam kultur cair,dll. Terdapat beberapa pilihan berdasarkan volume cairan yang dapat ditampungnya yaitu 25 ml , 50ml, 100 ml, 250 ml, 300 ml, 500 ml, 1000 ml.
  5. Gelas piala (beaker glass) Beaker glass merupakan alat yang memiliki banyak fungsi . didalam mikrobiologi, dapat digunakan untuk preparasi media-media, menampung aquades dll.
  6. Gelas ukur (graduated cylinder) Berguna untuk mengukur volume suatu cairan seperti labu erlenmeyer, gelas ukur memiliki beberapa pilihan berdasarkan skala volumenya. 
  7. Cawan petri (petri dish) Cawan petri berfungsi untuk membiakkan (kultivasi) mikroorganisme. Medium dapat dituang ke cawan bagian bawah dan cawan bagian atas sebagai penutup. Cawan petri tersedia dalam berbagai macam ukuran , diameter cawan yang biasa berdiameter 15 cm dapat menampung media sebanyak 15-20 ml, sedangkan cawan petri berdiameter 9 cm kira-kira cukup diisi media sebanyak 10 ml. 
  8. Batang L (L road) Batang L bermanfaat untuk menyebarkan cairan di permukaan mediaagar supaya bakteri yang tersuspensi dalam cairan tersebut  tersebar merata . aalat ini juga disebut spreader.
  9. Tabung durham (durham tube) Tabung durham yaitu tabung yang memiliki bentuk yang sama dengan tabung reaksi tetapi memiliki ukuran yang lebih kecil dibanding tabung reaksi . berfungsi untuk menampung hasil fermentasi mikroorganisme berupa gas. Dalam penggunaanya , maka tabung durham itu ditempatkan terbalik didalam penggunaannya. Maka tabung durham itu ditempatkan terbalik didalam tabung reaksi yang lebih besar  dan tabung ini kemudian diisi dengan medium cair. Setelah seluruhnya disterilkan dan medium sudah dingin, maka dapat dilakukan inokulasi jika bakteri yang ditumbuhkan dalam media tersebut memang menghasilkan gas maka gas akan tampak sebagai gelembung pada dasar tabung durham. 
  10. Autoklaf ( autoclave)  Autoclaf adalah alat pemanas tertutup yang digunakan untuk menssterilkan suatu benda menggunakan uap bersuhu dan bertekanan tinggi (1210C, 15 lbs) selama kurang lebih 15 menit)
  11. Oven Oven berfungsi untuk sterilisasi kering. Alat-alat yang disterilkan menggunakan oven antaralain peralatan gelas seperti cawan petri, tabung reaksi, dll. Sterilisasi kering dengan oven dilakukan dengan cara memanaskan dengan suhu 1800C selama 1 jam.
  12. Inkubator (incubator) Inkubator adalah alat untuk menginkubasi atau memeram mikroba pada suhu yang terkontrol . alt ini dilengkapi dengan pengatur suhu dan waktu.
  13. Penangas air (water bath) Penangas air berfunsi untuk menyimpan media agar (yang digunakan untuk anlisa dengan teknik tuang / pure plate ) supaya media tetap dalam kondisi leleh/cair biasanya suhu diatur pada kisaran 40-45 0C. Untuk menjaga air pada penangas air tidak terkontamisasi mikro organisme maka perlu ditambahkan citric acid 0.3% dan pottasium sorbat 0.1%
  14. Timbangan digital  (neraca digital) Neraca digital berfungsi untuk menimbang media dan juga sample atau contoh uji saat preparasi
  15. Luminar air flow (biological safety cabinet) biological safety cabinet (BSC). Atau dapat juga disebut luminar air flow (LAF) adalah alat yang berguna untuk bekerja secara asepts karena BSC mempunyai pola pengaturan dan penyaring aliran udara sehingga menjadi steril dan aplikasi sinar UV beberapa jam sebelum digunakan
  16. Colony counter Alat ini berguna untuk mempermudah perhitungan koloni yang tumbuh setelah diinkubasi didalam cawan karena adanya kaca pembesar . selain itu alat tersebut dilengkapi dengan skala/ kuadran yang sangan berguna untuk pengamatan pertumbuhan koloni sangat banyak jumlah koloni pada cawan petri dapat ditandai dan dihitung otomatis yang dapat di reset.
  17. Waterbath incubator Water bath incubator adalah alat untuk menginkubasi atau memeram bakteri E-coli pada suhu yang terkontrol . alat ini dilengkapi dengan pengatur suhu dan pengatur waktu.

Nah itulah sedikit pembahasan tentang Pengenalan Dan Fungsi Alat-Alat Laboratorium Mikrobiologi yang sempat saya bagikan kepada anda , semoga saja materi ini berguna dalam membantu keperluan akademik anda, Jika anda ingin melihat materi lainnya silahkan klik disini. Saya mengucapkan terima kasih banyak atas kunjungan anda di blog sederhana ini, jangan lupa untuk membagikan materi ini ke teman atau kerabat terdekat anda dengan melalui social media yang kalian miliki karena secara aotomatis materi ini akan tersimpan didalam beranda anda.
----Selamat Mencatat----

Tuesday, January 9, 2018

Cara Membuat Pewarna Bakteri Karbol Fuchsin

Halo sahabat  lab,, wadduh udah lama yah saya tak menuliskan materi laboratorium,, hehehehh, ok untuk kesempatan kali ini saya akan menuliskan tentang cara pembuatan pewarna untuk mengidentifikasi bentuk dari sel bakteri yang akan kalian amati. Dalam hal ini pewarna yang akan kita buat adalah Karbol Fuchsin, nah berikut cara pembuatannya.


Calbol Fuchsin

Oh iyya perlu kita ketahui juga kalau dalam pembuatan pewarna ini terbagi menjadi 2 (dua) campuran (larutan) A dan B yang akan di satukan.

Persiapan Bahan :

Larutan A

  • Basic Fuchsin 0,3 gram
  • Etil Alkohol 96% 10 ml
Larutan B
  • Phenol 5 gram
  • Air Suling 95 ml
Alat :
  • Beaker 100 ml
  • Botol Pereaksi 100 ml
  • Batang Pengaduk
  • Neraca
  • Kaca Arloji
  • Spatula
  • Kertas Saring
  • Corong
Catatan :
Usahakan pada pembuatan pewarna ini anda harus tetap dalam keadaan safety dan mematuhi K3


Cara Pembuatan

Larutan A :
  1. Timbang basic fucsin sebanyak 0,3 gram menggunakan wadah timbang kaca arloji.
  2. Masukkan fucsin kedlam beaker 100 ml.
  3. Tambahkan etil alkohol 96% sebanyak 10 ml.
  4. Kemudian larutakan dengan mengunakan batang pengaduk.
  5. Diamkan beberapa saat sambil membuat larutan B.
Larutan B :
  1. Timbang phenol sebanyak 5 gram dengan menggunakan kaca arloji yang berbeda dengan larutan A.
  2. Masukkan kedalam beaker 100 ml yang berbeda dengan larutan A.
  3. Kemudian tambahkan Air suling sebanyak 95 ml.
  4. Larutkan dengan menggunakan batang pengaduk.
Pencampuran :
  1. Siapkan Larutan A dan B.
  2. Larutan A yang sudah jadi kemudian di tuang kedalam beaker larutan B dan dihomogenkan dengan cara di aduk menggunakan batang pengaduk.
  3. Siapkan kertas saring (teknis) dan corong kaca beserta botol pereaksinya.
  4. Setelah larutan sudah homogen , lakukan penyaringan didalam botol pereaksi.
  5. Tunggu hingga proses penayringan selesai.
  6. Beri lebel keterangan, dan pewarna siap untuk digunakan.


Nah itulah sedikit pembahasan tentang Cara Membuat Pewarna Bakteri Karbol Fuchsin yang sempat saya bagikan kepada anda , semoga saja materi ini berguna dalam membantu keperluan akademik anda, Jika anda ingin melihat materi lainnya silahkan klik disini. Saya mengucapkan terima kasih banyak atas kunjungan anda di blog sederhana ini, jangan lupa untuk membagikan materi ini ke teman atau kerabat terdekat anda dengan melalui social media yang kalian miliki karena secara aotomatis materi ini akan tersimpan didalam beranda anda.
----Selamat Mencatat----

Sunday, January 7, 2018

Makalah Metode Simplex Dalam Penelitian Operasional

MAKALAH
PENELITIAN OPERASIONAL

“Metode Simplex”

‘Diajukan Sebagai Tugas Mata Kuliah Penelitian Operasional”


Oleh :
Mahasiswa Teknik Industri


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS ISLAM MAKASSAR
2018



ABSTRAKSI

Pada kasus ini bertujuan untuk menganalisa, mengetahui tujuan dari kasus yang dirumuskan. Dimana tujuannya adalah untuk mengetahui berapa kombinasi dompet, tas, dan tas punggung yang harus diproduksi oleh perusahaan untuk memperoleh keuntungan yang paling maksimal dengan menggunakan metode simplek, dimana perusahaan yang dipilih untuk khasus ini adalah PT.CEMERLANG.
            Perusahaan CEMERLANG adalah perusahaan produksi yang bertujuan untuk memproduksi dompet, tas, dan tas punggung, dimana proses produksinya PT.CEMERLANG membutuhkan sumber daya yang terdiri dari kulit, penjahitan dan finishing.
Ternyata dari hasil perhitungan dengan metode simpleks hasil yang diperoleh dari ketiga jenis produk yang ditawarkan, produk yang dapat meningkatkan laba, dengan laba sebesar Rp. 340.000.000 dengan ketentuan perusahaan Cemerlang harus memproduksi 500 dompet dan 300 tas punggung.


KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat-Nya sehingga penyusunan makalah ini dapat selesai dengan baik dan lancar. Saya juga berterimakasih kepada semua pihak yang telah terlibat dan membantu kami dalam penyusunan makalah ini. 

Makalah ini kami susun guna melengkapi tugas Mata Kuliah Penelitian Operasional . Makalah ini menggabungkan sejumlah informasi dengan judul ” METODE SIMPLEX” . kami berharap dengan informasi yang saya dapat dan kemudian saya sajikan ini dapat memberikan penjelasan dan manfaat bagi setiap pembaca.

Demikian yang bisa kami sampaikan kepada seluruh pembaca makalah ini. Jika ada kesalahan baik dalam penulisan maupun kutipan, kami terlebih dahulu memohon maaf dan saya juga berharap semua pihak dapat memakluminya. Semoga semua pihak dapat mengambil esensi dari makalah ini.
Terimakasih

Makassar, 04 Januari 2018


                                                                                                            Penulis,













DAFTAR ISI

ABSTRAKSI....................................................................................................................... 
KATA PENGANTAR................................................................................................................. 
DAFTAR ISI............................................................................................................................... 
Bab I. Pendahuluan................................................................................................ 
A. Latar Belakang............................................................................................................. 
Bab II. Dasar teori................................................................................................................. 
B. Permasalahan.............................................................................................................. 
C. Penyelesaian dengan manual..........................................................................................
D. Penyelesaian dengan POM FOR WINDOWS.......................................................... 
Bab III. Penutup................................................................................................................ 
A.      Kesimpulan.................................................................................................... 
B.      Saran.......................................................................................................................... 
Dafar Pustaka.............................................................................................................. 



BAB I
Pendahuluan

A.     Latar Belakang
Dunia usaha dewasa ini semakin pesat, ditandai dengan banyaknya perusahaan yang bermunculan dengan berbagai macam usaha bahkan dengan usaha sejenis sehingga persaingan yang terjadi diantara pengusaha semakin ketat. Pada dasarnya setiap perusahaan baik perusahaan besar maupun perusahaan kecil bertujuan untuk mencari keuntungan yang sebesar – besarnya dalam menjalankan kegiatan perusahaan, lebih – lebih dalam era globalisasi sekarang ini., maka setiap organisasi dalam dunia bisnis dituntut untuk senantiasa memanfaatkan sumberdaya yang dimiliki seoptimal mungkin. Ketatnya persaingan pada perusahaan yang memproduksi produk yang sejenis akan membuat perusahaan tersebut terpacu untuk menciptakan inovasi – inovasi yang lebih menarik dan beragam serta selektif dalam kualitas produk yang diproduksi. Oleh karena itu, perusahaan dituntut untuk semakin tanggap dalam melihat apa yang diinginkan konsumen.

Hal – hal yang perlu perusahaan perhatikan didalam faktor – faktor produksi yang ada seperti kulit, penjahitan, finishing. Faktor – faktor produksi ini tersedia dalam jumlah terbatas sehingga pengalokasiannya harus direncanakan sebaik mungkin. Perusahaan harus merencanakan dan mengelola perusahaannya dengan baik agar perusahaan dapat memperoleh hasil yang baik dengan memanfaatkan sumberdaya.  sumberdaya yang terbatas secara efektif dan efisien serta tercapainya tujuan perusahaan. Dalam penelitian ini, menitik beratkan pada masalah penentuan kombinasi produk yang paling tepat di suatu perusahaan, dalam hal ini adalah perusahaan Cemerlang, sehingga dapat memberikan keuntungan yang maksimal kepada perusahaan tersebut, selain itu juga manajemen perusahaan harus dapat menggunakan kapasitas produksi sebaik baiknya agar dapat memenuhi kebutuhan – kebutuhan konsumen, maka dengan demikian laba atau keuntungan yang optimal dapat ditentukan oleh kombinasi produsen sesuai dengan kapasitas yang ada dalam perusahaan.Sebab dengan mengetahui seberapa besar produksi yang harus dihasilkan dalam kombinasi produk maka perusahaan dapat merencanakan laba yang akan diperolehnya.




BAB II
Dasar teori

Metode simplex digunakan untuk menyelesaikan masalah optimasi yang melibatkan tiga variabel atau lebih yang tidak dapat diselesaikan oleh metode grafik. Metode simpleks adalah metode yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan yang memiliki lebih dari dua variabel.  Metode simpleks didefinisakan sebagai cara menyelesaikan permasalan yang memiliki variabel keputusan minimal dua dengan menggunalkan alat bantu tabel. Metode simpleks dibedakan menjadi dua yaitu, metode simpleks maksimasi untuk mencari keuntungan maksimal dan metode simpleks minimasi untuk mencari biaa minimal.

A.     Permasalahan
Contoh Kasus
Perusahaan “CEMERLANG” merupakan perusahaan yang memproduksi dompet, tas, dan tas punggung, untuk membuat  1 dompet diperlukan 2 meter kulit dan 3 jam proses penjahitan, sedangkan untuk membuat  1 tas diperlukan 3 meter kulit dan 1 jam finishing dan untuk membuat tas punggung diperlukan penjahitan selama 2 jam dan finishing selama 5 jam. Dalam satu hari kerja di sediakan 1000 meter kulit, 2100 jam penjahitan, dan 1500 jam finishing. Jika dijual, setiap 1 dompet menghasilkan keuntungan sebesar 50 sedang untuk tas menghasilkan keuntungan 20 dan tas punggung menghasilkan keuntungan sebesar 30.
Ringkasan data perusahaan “CEMERLANG” ada pada tabel berikut:

Sumber daya
Kebutuhan Sumber Daya per unit
Kapasitas Harian
Dompet
(x1)
Tas
(x2)
Tas punggung
(x3)
Kulit (meter)
2
3
0
1000
Penjahitan (jam)
3
0
2
2100
Finishing (jam)
0
1
5
1500
Harga Jual ($)
50
20
30

Berapa  jumlah kombinasi antara dompet, tas, dan tas punggung  yang harus di produksi oleh perusahaan “CEMERLANG”untuk memperoleh keuntungan yang paling maksimal?

B.      Penyelesaian
a.      Dengan Manual
Untuk menyelesaikan masalah optimasi dengan metode simplex ini terlebih dahulu kita rumuskan fungsi tujuan dan kendala-kendalanya.

•         fungsi tujuan : Z = 50x1 + 20x2 + 30x3.
•         Fungsi batasan
2x1 + 3x2 ≤ 1000
3x1 + 2x3 ≤ 2100
 x2 + 5x3 ≤ 1500
Untuk menyelesaikan masalah di atas dilakukan langkah-langkah dibawah ini :
1.      Mengubah fungsi tujuan.
            Z - 50x1 - 20x2 - 30x3 = 0
2.      Mengubah fungsi batasan
2x1 + 3x2 + 0x3 + S1 = 1000
3x1 + 3x2 + 2x3 + S2= 2100
3x1  +  x2 + 5x3 + S3 = 1500

3.      Masukkan setiap koefisien variabel ke dalam tabel simplex. Sehingga :

Variabel Dasar
x1
x2
x3
S1
S2
S3
Nilai Kanan
Nilai Indeks
Z
-50
-20
-30
0
0
0
0
S1
2
3
0
1
0
0
1000
S2
3
0
2
0
1
0
2100
S3
0
1
5
0
0
1
1500
4.      Menentukan kolom kunci.
Lihat baris Z lihat nilai yang terkecil.
Pada contoh di atas nilai negatif yang tebesar adalah -50 pada kolom X1 jadi,kolom  X1 adalah kolom kunci sehingga :

Variabel Dasar
x1
x2
x3
S1
S2
S3
Nilai Kanan
Indeks
Z
-50
-20
-30
0
0
0
0
S1
2
3
0
1
0
0
1000
S2
3
0
2
0
1
0
2100
S3
0
1
5
0
0
1
1500
Kolom
kunci

5.      Menentukan Baris Kunci (BK)
Baris kunci diketahui dari nilai indeks yang terkecil
=500
=700


Variabel Dasar
x1
x2
x3
S1
S2
S3
Nilai Kanan
Nilai indeks
Z
-50
-20
-30
0
0
0
0
0

→baris kunci
S1
2
3
0
1
0
0
1000
500
S2
3
0
2
0
1
0
2100
700
S3
0
1
5
0
0
1
1500
tak terhingga
Angka kunci
Kolom kunci

6.     Mencariangka Kunci
Angka kunci diperoleh dari perpotongan antara kolom kunci dan baris kunci.
Jadi angka kunci diperoleh adalah 2
7.      Membuat Baris Baru Kunci (BBK)
Karena nilai kunci berada pada kolom x1, maka baris S1 kita ubah namanya menjadi x1, dan nilai-nilai pada baris S1 kita ubah pula dengan cara membagi nilai baris dengan angka kunci.

Variabel Dasar
x1
x2
x3
S1
S2
S3
Nilai Kanan
Nilai indeks
Z
x1
1
1,5
0
0,5
0
0
500
S2
S3

8.      Mencari baris baru selain baris kunci (BK)
Baris baru : baris lama – (angka kolom kunci X nilai baru baris kunci)
Misalnya :

Pada baris Z lama :

Variabel Dasar
x1
x2
x3
S1
S2
S3
Nilai Kanan
Nilai Indeks
Z
-50
-20
-30
0
0
0
0
x1
S2
S3


Sedangkan baris kunci yang baru :

Variabel Dasar
x1
x2
x3
S1
S2
S3
Nilai Kanan
Nilai Indeks
Z
x1
1
1,5
0
0,5
0
0
500
S2
S3

Sehingga baris Z yang baru :
x1 = (-50) – ((-50) X 1) = -50 + 50 = 0
x2 = (-20) – ((-50) X 1,5) = 55
x3 = (-30) –((-50) X 0) = -30
S1 = 0 – ((-50) X 0,5) = 25
S2 = 0 – ((-50) X 0) = 0
S3= 0 – ((-50) X 0) = 0
Nilai kanan baru = 0 – ((-50) X 500) = 25000

Untuk baris S2, angka kolom kuncinya adalah 3. Sehingga baris S2 baru :
x1 = 3 – (3 X 1)  = 0
x2 = 0 – (3 X 1,5) = -4,5
x3 = 2 – (3 X 0) = 2
S1= 0 – (3 X 0,5) = -1,5
S2 = 1 – (3 X 0) = 1
S3 = 0 – (3 X 0) = 0
Nilai kanan baru = 2100 – (3 X 500) = 600

Untuk baris S3, angka kolom kuncinya adalah 0. Sehingga baris S3 baru :
x1 = 0 – (0 X 1)  = 0
x2 = 1 – (0 X 1,5) = 1
x3 = 5 – (0 X 0) = 5
S1 = 0 – (0 X 0,5) = 0
S2 = 0 – (0 X 0) = 0
S3 = 1 – (0 X 0) = 1
Nilai kanan baru = 1500 – (0 X 500) = 1500

9.      Masukkan nilai-nilai tersebut ke dalam tabel simplex yang baru.

Variabel Dasar
x1
x2
x3
S1
S2
S3
Nilai Kanan
Z
0
55
-30
25
0
0
25000
x1
1
1,5
0
0,5
0
0
500
S2
0
-4,5
2
-1,5
1
0
600
S3
0
1
5
0
0
1
1500

10.  Perhatikan kembali tabel di atas, bila pada baris Z masih ada variabel yang bernilai negatif, maka fungsi tujuan belum maksimal. Sehingga untuk menghilangkan nilai negatif kita ulangi lagi langkah-langkah sebelumnya. Ini kita lakukan terus-menerus hingga tiada variabel Z yang negatif.

Variabel Dasar
x1
x2
x3
S1
S2
S3
Nilai Kanan
Nilai Indeks
Z
0
55
-30
25
0
0
25000
-83,333




→ baris kunci
x1
1
1,5
0
0,5
0
0
500
Tidak terdefinisi
S2
0
-4,5
2
-1,5
1
0
600
300
S3
0
1
5
0
0
1
1500
300
Menentukan baris kunci :
Baris kunci dipilih S3
Nilai baris kunci yang baru (x3) dihitung dengan membagi semua angka baris kunci dengan angka kunci Baris x3 baru :
Nilai baris kunci yang baru :

Variabel Dasar
x1
x2
x3
S1
S2
S3
Nilai Kanan
Nilai Indeks
Z
x1
S2
x3
0
0,2
1
0
0
0,2
300

Baris Z lama :
0 55 -30 25 0 0 25000
                       ↓
        Angka kolom kunci = -30

Baris Z baru :
0 61 0 25 0 6 34000

Baris x1 lama :
1 1,5 0 0,5 0 0 500
                       ↓
         Angka kolom kunci = 0
Baris x1 baru :
1 1,5 0 0,5 0 0 500

Baris S2 lama :
0 -4,5 2 -1,5 1 0 600
                       ↓
        Angka kolom kunci = 2

Baris S2 baru :
0 -4,9 0 -1,5 1 -0,4 0

Sehingga tabel simplex yang baru :

Variabel Dasar
x1
x2
x3
S1
S2
S3
Nilai Kanan
Z
0
61
0
25
0
6
34000
x1
1
1,5
0
0,5
0
0
500
S2
0
-4,9
0
-1,5
1
-0,4
0
x3
0,2
0,2
1
0
0
0,2
300

Perhatikan tabel di atas! Karena seluruh variabel pada fungsi Z sudah bernilai positif, maka fungsi kita sudah maksimal.
Sehingga dapat kita simpulkan bahwa untuk memperoleh hasil maksimum, perusahaan harus memproduksi :
x1 = 500 unit
x2 = 0
x3 = 300 unit

Z = 50 x1 + 20 x2 + 30 x3
Z = 50(500) + 20(0) + 30(300)
Z = 34000
Sehingga perusahaan Cemerlang harus memproduksi 500 dompet dan 300 tas punggung agar mencapai keuntungan yang maksimal yaitu Rp. 340.000.000

b.      Dengan POM FOR WINDOW




BAB III
PENUTUP

A.     Kesimpulan
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa program linier programming digunakan sebagai alat bantu dalam pengambilan keputusan untuk memaksimalkan laba.
Dari kasus diatas dapat disimpulkan bahwwa perusahaan Cemerlang harus memproduksi 500 dompet dan 300 tas punggung agar mencapai keuntungan yang maksimal yaitu Rp. 340.000.000

B.     Saran
Penulis menyadari tentang penyusunan makalah, tentu masih banyak kesalahan dan kekurangannya, karena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.
Penulis banyak berharap para pembaca yang budiman sudi kiranya memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan penulisan makalah di kesempatan-kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya.

DAFTAR PUSTAKA

kk.mercubuana.ac.id/files/31003-3-563636187348.doc
wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/01/pengertian-metode-simpleks
taufiqurrahman.blog.esaunggul.ac.id/.../4-PROGRAM-LINEAR-DENGAN-METODE-SIMPLEX.pdf