Friday, November 17, 2017

Penelitian Sebelum Pembukaan Tanah Pertanian

Pembukaan lahan pada sebidang tanah luas untuk kepentingan pertanian sangat memerlukan keikutsertaan ahli meteorologi ke dalam satu tim. Mereka terdiri dari ahli geodesi,mekanika tanah,agronomi,tanah pertanian,kehutanan,peralatan besar,hidrologi,jalan dan irigasi. 


Ahli meteorologi ,mekanika tanah,agronomi,tanah pertanian, dan kehutanan yang bertanggung jawab dalam hal pemanfaatan tanah yang akan dibuka untuk menjamin kelangsungan hidup para petani dan tanaman yang akan dibudidayakan untuk jangka waktu yang tidak terbatas. Penelitian yang dilakukan oleh para ahli ini harus memberikan gambaran yang jelas bahwa lokasi yang telah ditentukan dapat dibuka untuk pengadaan lahan pertanian penduduk yang akan dipindahkan atau bagi kepentingan pembudidayaan tanaman yang akan dikembangkan.

Pembukaan Lahan Pertanian

Setelah gambaran pembukaan lahan diperoleh, kemudian melibatkan ahli irigasi,pembangunan prasarana (jalan dan jembatan), ahli hidrologi dan ahli peralatan (mesin-mesin) besar/berat serta ahli administrasi yang semuanya harus merupakan suatu kesatuab tim yang akan bertanggung jawab dalam hal pengadaan lahan-lahan pertanian untuk didayagunakan.


Pembukaan lahan-lahan pertanian melibatkan permodalan , tenaga dan pengorbanan lainnya yang besar, serta prasarana yang baik. Usaha tersebut sia-sia jika ternyata tanah tersebut tidak dapat dijadikan wadah atau tempat bagi kegiatan pertanian, bahkan kemungkinan lahan-lahan tersebut akan lebih parah, karena satu persatu akan ditinggalkan para penghuninya.

Tanah yang dibuka harus mampu menjadi sumber kehidupan dan memberi kehidupan bagi para petani yang umumnya hanya melakukan kegiatan bertani yang lazim dilakukan didaerah asalnya, dengan pengetahuan bertaninya yang serba terbatas . Secara psikologis, apabila para petani mengalami kegagalan panen dapat menjatuhkan mental mereka .Akan tetapi jika tanah yang didayagunakannya, sekali ditanami menunjukan kesuburan tanaman yang dibudidayakan dan hasil panenan dapat diperoleh secara mulus, mental mereka akan makin bertambah kuat dan selanjutnya memperlihatkan prestasi kegiatannya.


Nah itulah sedikit pembahasan tentang Penelitian Sebelum Pembukaan Tanah Pertanian yang sempat saya bagikan kepada anda , semoga saja materi ini berguna dalam membantu keperluan akademik anda, Jika anda ingin melihat materi lainnya silahkan klik disini. Saya mengucapkan terima kasih banyak atas kunjungan anda di blog sederhana ini, jangan lupa untuk membagikan materi ini ke teman atau kerabat terdekat anda dengan melalui social media yang kalian miliki karena secara aotomatis materi ini akan tersimpan didalam beranda anda.
----Selamat Mencatat----

Thursday, November 16, 2017

Cara Mempercepat Terjadinya Hujan Buatan

Perhitungan Waktu Yang Tepat
Untuk mempercepat terjadinya hujan buatan, agar berhasil kita harus memperhitungkan waktu yang tepat dalam pelaksanaannya. Sebelum kita menyebarkan garam-garaman, faktor klimatologi di daerah itu haruslah diperhatikan, misalnya kelembapannya harus memadai, sehingga pada waktu inti kondensasi (NaCl dan CaCl2) disebarkan akan segera terjadi kondensasi.


Penyebaran dilakukan pada ketinggian antara 4000 - 7000 kaki, dengan perhitungan faktor arah angin dan kecepatannya yang akan membawa awan ke daerah sasaran yang dituju. Penyebaran NaCl dan CaCl2 ini hendaknya dilakukan pada pagi harisekitar pukul 07.30, dengan perhitungan karena pembentukan awan berlangsung pada pagi hari (perhatikan terjadinya penguapan).

Pengangkutan Bahan Hujan Buatan

Penyebaran pupuk urea biasanya dilakukan sekitar 12.00, dengan perhitungan awan dalam kelompok-kelompok kecil telah berbentuk, (perhatikan kelompok awan yang besar yang dasarnya tempak kehitam-hitaman).


Pada saat kelompok awan besar dengan dasar yang kehitam-hitaman itu telah terbentuk , sekitar 15.00 dilakukan penyebaran larutan campuran (seperti yang telah dikemukakan). Perhitungan tersebut berdasarkan pertimbangan bahwa pada jam-jam tersebut awan telah terbentuk.

Perhitungan yang perlu diperhatikan adalah faktor cuaca yang telah memenuhi persyratan , yaitu yang mengandung uap air cukup dengan kelembapan minimal sekitar 70%, kecepatan angin di daerah yang akan disebar garam-garaman itu sekitar 10 knots, dan tidak terdapat lapisan inversi udara.

Demikianlah usaha mempercepat terjadinya hujan buatan dalam menanggulangi kekeringan yang menimpa pertanian-pertanian tertentu di tanah air kita.


Nah itulah sedikit pembahasan tentang Cara Mempercepat Terjadinya Hujan Buatan yang sempat saya bagikan kepada anda , semoga saja materi ini berguna dalam membantu keperluan akademik anda, Jika anda ingin melihat materi lainnya silahkan klik disini. Saya mengucapkan terima kasih banyak atas kunjungan anda di blog sederhana ini, jangan lupa untuk membagikan materi ini ke teman atau kerabat terdekat anda dengan melalui social media yang kalian miliki karena secara aotomatis materi ini akan tersimpan didalam beranda anda.
----Selamat Mencatat----

Wednesday, November 15, 2017

Perbedaan Hujan Alam Dan Hujan Buatan

Hujan Alam
Hasil evaporasi (penguapan air) dan transpirasi (penguapan melalui tanaman) akan membentuk awan. Awan ini pada akhirnya akan memngembun (berkondensasi) dan cenderung menimbulkan hujan (prespitasi). Dengan demikian dapatlah dikatakan bahwa hujan merupakan butir-butir air yang jatuh dari awan setelah mencapai diameter 0,4-4 mm. Jadi, tanpa adanya awan maka tak mungkin akan terjadi hujan (kecuali butir-butir hujan yang di bawa angin ke suatu tempat).

Proses Pembentukan Hujan Buatan

Dari uraian di atas jelas bahwa terbentuknya awan antara lain akibat naiknya uap atau udara basah di atmosfer yang selanjutnya mengalami proses kondensasi , dengan demikian terjadilah butir-butir air yang demikian banyak dan demikian kecil yang melayang-layang . Kelompok butir-butir yang melayang inilah yang disebut sebagai awan. Terjadinya butir-butir air ini karena pengembunan (proses kondensasi). Selanjutnya mengalami proses presipitasi yaitu mengalami perkembangan sehingga keadaan butir-butir air tadi menjadi agak berat. Setelah itu ukuran butir-butir air itu mencapai diameter 0,4-4 mm akan berjatuhan ke bawah sebagai hujan alam.

Proses perkembangan atau proses air menjadi lebih berat dapat dibagi menjadi dua, yaitu :

  1. Proses fisis
  2. Proses dinamis

Hujan Buatan
Para ahli mengetahui terbentuknya awan, terjadinya kondensasi,presipitasi, dan lainnya sangat membantu untuk melakukan usaha dan percobaan dalam memodifikasi cuaca untuk mempercepat turunnya hujan. Dalam pembuatan hujan buatan,para ahli hanya melakukan usaha untuk mendorong dan mempercepat turunnya hujan atau berusaha agar uap air yang telah ada di udara berkondensasi dengan cepat sehingga pembentukan butir-butir air dapat segera berlangsung di awan. Pembentukan butir-butir air tersebut merupakan titik awal terjadinya hujan.


Usaha ini dilakukan dengan menyebarkan bahan kimia atau garam halus diudara dengan bantuan pesawat terbang. Untuk tahap ini hujan yang diharapkan belum akan turun, karena itu dilakukan proses lanjutan dengan menyebarkan butiran-butiran besar di awan . Butiran tersebut akan bertumbukan dan bergabung dengan butir-butir air yang telah tercipta pada proses pertama, dengan demikian butir-butir air ibi akan menjadi berat dan akan meninggalkan awan jatuh sebagai hujan.

Tanah air kita yang berada di daerah iklim tropis, awannya dapat digolongkan dalam awan panas . Untuk mempercepat timbulnya hujan hanya dapat dilakukan melalui proses pembentukan awan panas secara alami.



Nah itulah sedikit pembahasan tentang Perbedaan Hujan Alam Dan Hujan Buatan yang sempat saya bagikan kepada anda , semoga saja materi ini berguna dalam membantu keperluan akademik anda, Jika anda ingin melihat materi lainnya silahkan klik disini. Saya mengucapkan terima kasih banyak atas kunjungan anda di blog sederhana ini, jangan lupa untuk membagikan materi ini ke teman atau kerabat terdekat anda dengan melalui social media yang kalian miliki karena secara aotomatis materi ini akan tersimpan didalam beranda anda.
----Selamat Mencatat---- 

Kapan Hujan Buatan Bisa Dilakukan

DI tanah air kita yang beriklim tropis ini terjadinya kemarau panjang banyak menimbulkan gangguan terhadap kehidupan manusia serta mahkluk hidup lainnya . Pengaruh utama terjadi pada tanah, di mana tanah menjadi unsur yang sangat penting untuk kelangsungan kehidupan dan tersedianya sumber kehidupan. Kemarau panjang menyebabkan tanah menjadi kering, air sulit diperoleh,sungai mengering, sedangkan angin selalu menerbangkan debu-debu.

Ilustrasi Hujan Buatan

Bagi manusia yang mempunyai usaha pertanian, perikanan,peternakan, tentu tidak akan tinggal diam dengan keadaan seperti itu, karena akan melakukan berbagai macam usaha.


Dalam usaha ini, penduduk di pedesaan yang belum menguasai teknologi tinggi, mengadakan upacara tradisional untuk memperoleh hujan. Hal ini jelas bahwa walau terdapat kekurangan dalam teknologi , sejak dahulu nenek moyang kita bahkan sampai sekarang pun memilih usaha untuk menghadapi tantangan iklim, dan mengatasi kesulitan alam.

Generasi sekarang yang berhasil menimba berbagai ilmu pengetahuan dapat malakukan usaha untuk menghadapi tantangan iklim . Tantangan iklim tersebut khususnya kelangkaan hujan akibat kemarau yang panjang dilakukan dengan teknologi tinggi, sehingga hujan berhasil diturunkan di daerah-daerah yang sangat parah keadaannya. Cara ini tidak dapat dilakukan dengan sembarangan karena biaya terlalu mahal. Jika dilakukan terus-menerus, dampak negatifnya akan segera timbul.


Berdasarkan pertimbangan di atas  (biaya dan resiko) maka hujan buatan hanya ditempuh jika keadaan memang telah demikian kritis, apalagi usaha untuk melakukan hujan buatan ini terkadang hasilnya tepat dan terkadang meleset atau tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Pembuatan hujan buatan disebut sebagai suatu proses pemodifikasian awan dengan menggunakan bahan-bahan kimia, terutama NaCl (garam dapur) dan CaCl2 (kalsium clorida). Bahan-bahan kimia tersebut akan berfungsi sebagai inti kondensasi atau bertindak sebagai embrio hujan dan selanjutnya terciptalah hujan yang telah diperkirakan itu.


Nah itulah sedikit pembahasan tentang Kapan Hujan Buatan Bisa Dilakukan yang sempat saya bagikan kepada anda , semoga saja materi ini berguna dalam membantu keperluan akademik anda, Jika anda ingin melihat materi lainnya silahkan klik disini. Saya mengucapkan terima kasih banyak atas kunjungan anda di blog sederhana ini, jangan lupa untuk membagikan materi ini ke teman atau kerabat terdekat anda dengan melalui social media yang kalian miliki karena secara aotomatis materi ini akan tersimpan didalam beranda anda.
----Selamat Mencatat---- 

15 Kesadaran Yang Timbul Pada Teknologi Penanaman Dan Pengolahan Lahan

Selanjutnya kepada para petani secara terus menerus diberikan penyuluhan tentang pelaksanaan prinsip-prinsip yang akan menunjang keberhasilan bercocok tanam. 

Penyuluhan Pertanian Oleh Presiden RI

Dengan demikian, akan meresap dan timbullah kesadaran untuk :

  • Tidak melakukan pembukaan lahan pertanian secara liar terutama dengan melakukan pembakaran atau penebangan yang akan merusak lingkungan.
  • Mempertahankan perlindungan pohon-pohon terhadap tanaman-tanaman rendah.
  • Melakukan pergantian secara bertahap antara pohon-pohon terpilih dengan pohon-pohon alamiah, dengan membatasi perbandinganya antara satu terhadap lainnya.
  • Mempertahankan tanaman-tanaman rendah dan semak-semak pada hutan komersial.
  • Menghindari monokultur, kecuali jika pengalaman telah memperlihatkan penyusuaian yang cukup baik , terbukti setelah berkali-kali hasilnya diperoleh.
  • Melakukan konservasi tanah dengan cara yang baik.
  • Memanfaatkan tanah terpencil dan tanah-tanah pekarangan yang sring diabaikan begitu saja.
  • Mengembalikan drainase yang baik dengan membangun irigasi yang memadai, selain untuk mengawetkan air juga untuk menambahkan zat makanan yang di bawa air, serta untuk mencegah terjadinya banjir.
  • Membuka kembali daerah asing, melakukan pencucian dengan kombinasi pembanjiran air serta pengaliran air untuk pengeringan tanahnya.
  • Memilih praktik asli yang disesuaikan dengan keadaan fisik dan kultur.
  • Memperkenalkan teknologi mutakhir yang sesuai dengan keadaan fisik serta kultur yang telah ada (yang berlaku), perbaikan lambung penyimpanan agar terbebas dari pengaruh  kelembapan, hama dan penyakit, memperlihatkan kapasitas dan efesiensi perlindungannya.
  • Memperbaiki prasarana dan sarana hubungan , terutama di daerah terpencil.
  • Menggalakkan pemakaian pupuk pada setiap penanaman sesuai dengan penyuluhan yang telah ditentukan, serta melakukan pengapuran pada tanah yang terlalu asam.
  • Menjembatani pasar kepada para petani, dalam hal ini KUD yang mampu menampung segala hasil pertanian ,memenuhi segala keperluan pertanian,dan penanaman , mulai dari pupuk,peralan, sampai obat-obatan pembasmi hama dan penyakit.
  • Mendekatkan lembaga pemberi kredit kepada para petani dengan suku bunga yang murah serte realisasi yang tidak berbelit-belit . Tugas ini dapat sekaligus ditangani oleh pihak KUD.
Karena kegiatan pertanian di beberapa daerah selalu dikaitkan dengan perikanan maka bidang perkembangan perikanan harus dari para petugas dinas perikanan setempat.



Nah itulah sedikit pembahasan tentang 15 Kesadaran Yang Timbul Pada Teknologi Penanaman Dan Pengolahan Lahan yang sempat saya bagikan kepada anda , semoga saja materi ini berguna dalam membantu keperluan akademik anda, Jika anda ingin melihat materi lainnya silahkan klik disini. Saya mengucapkan terima kasih banyak atas kunjungan anda di blog sederhana ini, jangan lupa untuk membagikan materi ini ke teman atau kerabat terdekat anda dengan melalui social media yang kalian miliki karena secara aotomatis materi ini akan tersimpan didalam beranda anda.
----Selamat Mencatat---- 

Pengaruh Perubahan Nilai Osmosis Bagi Kehidupan Bakteri

Pengaruh Perubahan Nilai Osmosis Bagi Kehidupan Bakteri. Medium yang paling cocok bagi kehidupan bakteri ialah medium yang isotonik terhadap isi sel bakteri. Jika bakteri ditempatkan di dalam suatu larutan yang hipertonik terhadap isi sel, maka bakteri akan mengalami plasmolisis.

Larutan garam atau gula yang agak pekat  mudah benar menyebabkan terjadinya plasmolisis ini. Sebaliknya bakteri yang ditempatkan di dalam air suling akan kemasukan air sehingga dapat menyebabkan pecahnya bakteri dengan kata lain, bakteri dapat mengalami plasmoptisis.




Berdasarkan inilah maka perbuatan suspensi bakteri dengan menggunakan air murni itu tidak kena, yang digunakan seharusnyalah medium cair. Jika perubahan osmosis larutan medium tidak terjadi sekonyong-konyong, akan tetapi perlahan-lahan sebagai akibat dari penguapan air , maka bakteri dapat menyusuaikan diri, sehingga tidak terjadi plasmosis secara mendadak.


Nah itulah sedikit pembahasan tentang Pengaruh Perubahan Nilai Osmosis Bagi Kehidupan Bakteri yang sempat saya bagikan kepada anda , semoga saja materi ini berguna dalam membantu keperluan akademik anda, Jika anda ingin melihat materi lainnya silahkan klik disini. Saya mengucapkan terima kasih banyak atas kunjungan anda di blog sederhana ini, jangan lupa untuk membagikan materi ini ke teman atau kerabat terdekat anda dengan melalui social media yang kalian miliki karena secara aotomatis materi ini akan tersimpan didalam beranda anda.
----Selamat Mencatat---

Tuesday, November 14, 2017

Jenis Tanaman Dan Pola Penanaman

Berbagai jenis padi yang di tanam di persawahan pada umumnya telah menggunakan varietas unggul yang dikembangkan di balai benih (syang hiang seri-sukamandi). Penggunaan benih tersebut merupakan cara terbaik , sepanjang pola penanamannya selalu memperhatikan pembinaan dan penyuluhan para petugas lapangan pertanian yang telah tersebar di seluruh pelosok tanah air. Dengan penggunaan bibit unggul serta pelaksanaan pola penanaman yang baik, akan menghindarkan tanaman tersebut dari pengaruh iklim, hama, dan penyakit, sehingga tujuan penanaman akan tercapai dengan penuh keberhasilan.


Penanaman Padi

Berbagai jenis bibit unggul dari berbagai macam tanaman telah berhasil dikembangkan oleh para ahli pertanian kita , dengan melakukan pendekatan berbagai jenis tanaman dengan beberapa unsur iklim. Jasa para petugas lapangan pertanian pun telah ditingkatkan dan dikembangkan di seluruh tanah air. 




Semua tergantung pada petaninya, apakah sanggup membuat perencanaan produksinya dengan baik, melakukan penghematan serta mendayagunakan tanah yang dimilikinya sesuai dengan tujuan yang akan menguntungkannya. Artinya, tanah yang kondisinya baik harus dapat didayagunakan bagi tanaman pilihan yang mempunyai nilai tinggi, demikian seterusnya menurut tingkatan kemampuan tanah dan kemampuan tumbuhnya tanaman.


Sehingga jerih payah petani akan terimbangi dengan hasil tanaman yang memuaskan. Mengadaptasikan tanaman dengan kondisi tanah dan unsur iklim merupakan suatu tindakan yang tepat daripada memaksakan suatu jenis tanaman untuk tumbuh pada kondisi tanah dan unsur iklim yang kurang sesuai.


Nah itulah sedikit pembahasan tentang Jenis Tanaman Dan Pola Penanaman yang sempat saya bagikan kepada anda , semoga saja materi ini berguna dalam membantu keperluan akademik anda, Jika anda ingin melihat materi lainnya silahkan klik disini. Saya mengucapkan terima kasih banyak atas kunjungan anda di blog sederhana ini, jangan lupa untuk membagikan materi ini ke teman atau kerabat terdekat anda dengan melalui social media yang kalian miliki karena secara aotomatis materi ini akan tersimpan didalam beranda anda.
----Selamat Mencatat---- 

Klasifikasi Iklim Menurut Oldeman Dan Zona Utama Bulan Basah

Klasifikasi yang dibuatnya digunakan terutama untuk keperluan pertanian di indonesia. Dasar yang digunakan adalah adanya bulan basah yang berturut-turut dan bulan kering yang berturut-turut juga. Kedua bulan ini dihubungkan dengan kebutuhan tanaman padi di sawah serta palawija terhadap air.

Ilustrasi Bulan Basah


Dalam penentuan bulan basah dan bulan kering agak berbeda dengan penentuan yang dilakukan oleh Mohr. Menurut Oldemen :

  • Bulan basah adalah bulan dengan curah hujan lebih dari 200 mm.
  • Bulan kerinf adalah bulan dengan curah hujan yang kurang dari 100 mm.
Perbedaan lainnya adalah Mohr berdasarkan pada evaporasi tiap hari 2 mm, sedangkan Oldeman berdasarkan pada kebutuhan air untuk persawahan dan palawija.


Berdasarkan penggolongan yang menitikberatkan pada bulan basah, Oldeman mengemukakan lima zona utama bulan basah yang berturut-turut sebagai berikut.
  1. Zona A, bulan basah yang lebih dari 9 kali berturut-turut.
  2. Zona B, bulan basah 7 sampai 9 kali berturut-turut.
  3. Zona C, bulan basah 5 sampai 6 kali berturut-turut.
  4. Zona D, bulan basah 3 samapai 4 kali.
  5. Zona E, bulan basah yang kurang dari 3 kali.


Nah itulah sedikit pembahasan tentang Klasifikasi Iklim Menurut Oldeman Dan Zona Utama Bulan Basah yang sempat saya bagikan kepada anda , semoga saja materi ini berguna dalam membantu keperluan akademik anda, Jika anda ingin melihat materi lainnya silahkan klik disini. Saya mengucapkan terima kasih banyak atas kunjungan anda di blog sederhana ini, jangan lupa untuk membagikan materi ini ke teman atau kerabat terdekat anda dengan melalui social media yang kalian miliki karena secara aotomatis materi ini akan tersimpan didalam beranda anda.
----Selamat Mencatat---- 

Monday, November 13, 2017

Pengertian Angin Dan Sifat Penentuan Massa Udara

Angin
Angin merupakan gerakan atau perpindahan massa udara dari satu tempat ke tempat lain secara horizontal. Massa udara adalah udara dalam ukuran yang sangat besar yang mempunyai sifat fisik (temperatur dan kelembapan) yang seragam dalam arah yang horizontal . Sifat massa udara ditentukan oleh :

  1. Daerah atau tempat di mana massa udara terjadi. Jika berasal dari daerah yang banyak air maka massa udara bersifat lembap. bila berasal dari daerah kering bersifat kering.
  2. Jalan yang dilalui oleh massa udara . Bila melalui daerah yang basah akan bersifat semakin lembap dikarenakan mengisap air dari daerah yang dilaluinya.
  3. Umur dari massa udara , artinya waktu yang diperlukan mulai terbentuk sampai berubah menjadi bentuk lain . Semakin panjang umur massa udara maka semakin banyak perubahan yang dialami.
Angin

Gerakan angin berasal dari daerah yang bertekanan tinggi ke daerah yang bertekanan rendah. Angin juga mempunyai arah dan kecepatan. Arah angin dilihat dari mana arah angin itu datang, misalnya dari barat di sebut angin barat. Dikenal juga ada angin laut  dan angin darat. Prinsip terjadinya kedua macam angin tersebut disebabkan karena terjadinya pemanasan di daratan dan lautan oleh matahari.

  • Pada siang hari , daratan akan cepat panas daripada lautan, sehingga temperatur daratan lebih tinggi. Tetapi apabila temperatur tinggi maka panas akan rendah, sedangkan panas lautan akan tinggi, sehingga terjadi gerakan angin dari lautan ke daratan.
  • Pada malam hari keadaan menjadi sebaliknya sehingga angin bergerak dari daratan ke lautan.

Angin darat dan angin laut dimanfaatkan oleh nelayan untuk menggerakkan layar , dimana pada malam hari mereka turun ke laut dan siang hari mereka kembali ke darat. Angin laut dapat menyusup ke daratan sampai sejauh 50 km. Bila angin ini sampai ke daerah pegunungan dapat menimbulkan hujan .

Selain itu juga terdpat angin gunung dan angin lembah. Seperti halnya angin darat dan angin laut maka angin lembah ini juga mempunyai prioditas yang nyata. Pada siang hari gunung akan lebih cepat panas daripada lembah, temperatur lebih besar dan panas lebih kecil maka akan terjadi angin lembah. Pada malam hari sebaliknya akan terjadi angin gunung.



Nah itulah sedikit pembahasan tentang Pengertian Angin Dan Sifat Penentuan Massa Udara yang sempat saya bagikan kepada anda , semoga saja materi ini berguna dalam membantu keperluan akademik anda, Jika anda ingin melihat materi lainnya silahkan klik disini. Saya mengucapkan terima kasih banyak atas kunjungan anda di blog sederhana ini, jangan lupa untuk membagikan materi ini ke teman atau kerabat terdekat anda dengan melalui social media yang kalian miliki karena secara aotomatis materi ini akan tersimpan didalam beranda anda.
----Selamat Mencatat---- 

Sunday, November 12, 2017

Pengertian Hujan Dan Klasifikasinya

Hujan
Hujan merupakan salah satu bentuk presipitasi uap air yang berasal dari awan yang terdapat di atmosfer. Bentuk prespitasi lainnya adalah salju dan es. Untuk dapat terjadinya hujan diperlukan titik-titik kondensasi ,amoniak,debu,dan asap belerang. Titik-titik kondensasi ini mempunyai sifat dapat mengambil uap air dari udara.

Hujan

Berdasarkan terjadinya proses presipitasi , hujan dapat dibagi menjadi :

  1. Hujan konveksi, yaitu suatu proses hujan yang berdasarkan atas pengembangan udara yang dipanaskan . Jadi akan terus naik . Pada waktu naik temperatur akan turun sampai suatu saat terjadi kondensasi maka timbullah hujan.
  2. Hujan geografis , yaitu suatu proses hujan di mana udara terpaksa naik karena adanya penghalang, misalnya gunung . Pada lereng gunung yang menghadap angin datang akan mempunyai hujan yang tinggi, sedangkan pada lereng sebelahnya di mana udara turun akan terjadi panas yang sifatnya kering.
  3. Hujan frontal. banyak terjadi pada daerah lintang pertengahan di mana temperatur massa udara tidak sama , akibatnya apabila massa udara yang panas naik sampai ke massa udara yang dingin akan terjadi kondensasi dan timbullah hujan.

Satuan curah hujan diukur dalam mm/inci . Curah hujan 1 mm artinya air hujan yang jatuh setelah 1 mm tidak mengalir, tidak meresap dan tidak menguap. Hari hujan artinya suatu hari di mana curah hujan kurang dari 0,5 mm per hari, jumlah ini tidak berarti bagi tanaman , karena akan habis menguap apabila ada angin . Hari hujan tanaman artinya suatu hari yang cerah hujannya kurang adari 2,5 mm dan dapat dimanfaatkan oleh tanaman.

Intensifikasi hujan adalah banyaknya curah hujan per satuan jangka waktu tertentu. Apabila dikatakan intensitas benar berarti hujan lebat dan ini kurang baik bagi tanaman dan peternakan, karena dapat menimbulkan erosi dan banjir.


Sifat awan yang dapat mengakibatkan hujan oleh manusia digunakan untuk membuat hujan buatan . Dalam mempercepat hujan , orang memberi zat yang higrokopis sebagai inti kondensasi  (perak iodida,kristal es,es kering atau CO2 padat). Zat-zat tersebut ditaburkan ke udara dengan menggunakan pesawat terbang.



Nah itulah sedikit pembahasan tentang Pengertian Hujan Dan Klasifikasinya yang sempat saya bagikan kepada anda , semoga saja materi ini berguna dalam membantu keperluan akademik anda, Jika anda ingin melihat materi lainnya silahkan klik disini. Saya mengucapkan terima kasih banyak atas kunjungan anda di blog sederhana ini, jangan lupa untuk membagikan materi ini ke teman atau kerabat terdekat anda dengan melalui social media yang kalian miliki karena secara aotomatis materi ini akan tersimpan didalam beranda anda.
----Selamat Mencatat---- 

Pengertian Awan Dan Klasifikasinya

Awan
Awan merupakan kumpulan titik-titik air yang banyak jumlahnya dan terletak pada titik kondensasi yang layang-layang tinggi di udara. Awan itu dapat dibagi menjadi :

  1. Awan tinggi, yaitu awan yang terdapat pada ketinggian 7 km dari permukaan laut, terdiri dari cirrus , cirrostatus, dan cirromulus.
  2. Awan pertengahan, ada pada ketinggian 2 km ke atas dari permukaan laut tetapi kurang dari 7 km , terdiri dari alto stratus dan alto cumulus.
  3. Awan rendah , ada pada ketinggian  kurang dari 2 km dari ke dari permukaan laut, terdiri dari strato cumulus,stratus, dan nimbo stratus.
  4. Awan yang berkembang vertikal, pada ketinggian 1-20 km dari permukaan laut, terdiri dari cumulus dan cumulo nimbus.
Awan ini terjadi apabila pengembunan tidak dekat dengan permukaan tanah.

Awan

Setiap jenis awan mempunyai kelembapan dan suhu masing-masing untuk terjadinya hujan perlu adanya awan cumulus, sedangkan awan cumulo nimbus mengakibatkan hujan besar.


Bagian dari langit yang ditutupi awan dinyatakan dalam istilah "luas total langit yang tertutup awan dalam keseluruhan atau persen " dengan nilai antara 0-10. Yang artinya, keawanan 0 yaitu langit tanpa awan, keawanan 10 yaitu langit penuh dengan awan.


Pada peta cuaca , tempat yang mempunyai keawanan sama dihubungkan oleh garis isomeph, (tekanan udara sama - isobar, suhu sama - isotern, curah hujan sama - isohyets, arah angin - isogone, dan kecepatan angin - isotachs). 



Nah itulah sedikit pembahasan tentang Pengertian Awan Dan Klasifikasinya yang sempat saya bagikan kepada anda , semoga saja materi ini berguna dalam membantu keperluan akademik anda, Jika anda ingin melihat materi lainnya silahkan klik disini. Saya mengucapkan terima kasih banyak atas kunjungan anda di blog sederhana ini, jangan lupa untuk membagikan materi ini ke teman atau kerabat terdekat anda dengan melalui social media yang kalian miliki karena secara aotomatis materi ini akan tersimpan didalam beranda anda.
----Selamat Mencatat---- 

Pengertian Kelembapan Dan Istilahnya Dalam Ilmu Hidrologi

Kelembapan
Kelembapan adalah banyaknya kadar uap air yang ada di udara. Dalam kelembapan dikenal beberapa istilah, seperti :

  1. Kelembapan mutlak adalah massa uap air yang berada dalam satu satuan udara . yang dinyatakan dalam gram/m3.
  2. Kelembapan spesifik, merupakan perbandingan massa uap air di udara dengan satuan massa udara, yang dinyatakan dalam gram/kilogram.
  3. Kelembapan relatif, merupakan perbandingan jumlah uap air di udara dengan jumlah maksimum uap air yang dikandung udara pada temperatur tertentu , yang dinyatakan dalam %. Angka kelembapan relatif dari 0-100%, di mana 0% artinya udara kering, sedang 100% artinya udara jenuh dengan uap air di mana akar terjadi titik-titik air.
Keadaan kelembapan di atas permukaan bumi berbeda-beda . Pada umumnya, kelembapan yang tertinggi ada di khatulistiwa sedangkan yang terendah pada lintang -40 derajat. Daerah rendah ini disebut latitude curah hujan kecil.

Kelembapan

Massa udara bergerak dari maksimum ke minimum, perpindahan akan menyebabkan kekosongan di daerah maksimum


Besarnya kelembapan suatu daerah merupakan faktor yang dapat mensstimulasi curah hujan. Diindonesia , kelembapan udara tertinggi dicapai pada musim hujan dan terendah pada musim kemarau. Besarnya kelembapan di suatu tempat pada suhu musim erat hubungannya dengan perkembangan organisme terutama jamur dari penyakit tumbuhan. Misalnya penyakit blister. Penyakit ini disebabkan oleh cendawan yang dikenal dengan exobasidium hexans , dan menyerang bila RH (relative humidity / kelembapan) selama 3 hari berturut-turut 85%.


Disamping itu, RH (kelembapan) dipengaruhi pula oleh adanya pohon pelindung, terutama apabila pohonnya rapat. Dengan adanya ramalan cuaca maka kita dapat dengan segera melakukan penyemprotan dengan fungsida. Didaerah tropis yang RH-nya besar mengakibatkan masalah bagi tanaman terutama untuk hasil sayuran akan cepat membusuk.



Nah itulah sedikit pembahasan tentang Pengertian Kelembapan Dan Istilahnya Dalam Ilmu Hidrologi yang sempat saya bagikan kepada anda , semoga saja materi ini berguna dalam membantu keperluan akademik anda, Jika anda ingin melihat materi lainnya silahkan klik disini. Saya mengucapkan terima kasih banyak atas kunjungan anda di blog sederhana ini, jangan lupa untuk membagikan materi ini ke teman atau kerabat terdekat anda dengan melalui social media yang kalian miliki karena secara aotomatis materi ini akan tersimpan didalam beranda anda.
----Selamat Mencatat----