Thursday, April 12, 2018

6 Fase Pertumbuhan Bakteri Dalam Lingkungan Terbatas

Suatu Bakteri yang dimasukkan dalam medium baru pada umumnya tidak segera membelah diri tetapi akan memerlukan untuk menyusuaikan diri dalam medium tersebut . Jika faktor -faktor lingkungan telah sesuai maka bakteri akan membelah diri membelah diri mula-mula dengan kecepatan yang lambat dan kemudian meningkat. Jika pada waktu-waktu tertentu jumlah bakteri dihitung dan dibuat grafik hubungan antara jumlah bakteri dihitung dan dibuat grafik hubungan antara jumlah bakteri dengan waktu, maka akan diperoleh suatu grafik . Jika dibuat pada kertas semilogaritma maka dapat digambarkan fase-fase pertumbuhan bakteri.


Pada kurva pertumbuhan tersebut terlihat adanya fase-fase pertumbuhan yaitu fase permulaan (initial phase), fase pertumbuhan dipercepat (phase of accelarated growth), fase logarit,a atau fase eksponensial (logaritmic phase atau exponential phase) , fase pertumbuhan yang terhambat (phase of negative accelerated growth), fase kematian yang dipercepat (phase of accelarated death) dan fase kematian logaritma (logaritmic death phase)


  1. Fase permulaan. Pada fase ini bakteri baru menyusuaikan diri dengan li ngkungan baru, bermacam-macam enzim dan zat perantara dibentuk sehinggan keadaannya memungkinkan terjadinya pertumbuhan lebih lanjut . Sel selnya mulai membesar tetapi belum membelah diri.
  2. Fase pertumbuhan yang dipercepat. Pada fase ini bakteri mulai membelah diri , tatapi waktu generasinya masih panjang . Fase pertumbuhan yang dipercepat bersama-sama dengan fase permulaan sering disebut lag phase atau phase of adjusment.
  3. Fase pertumbuhan logaritma. Pada fase ini kecepatan pembelahan paling tinggi, waktu generasinya pendek dan konstan . Selama fase ini metabolisme paling pesat.jadi sintesis bahan sel sangat cepat dan konstan pula. Keadaan ini berlangsung terus sampai salah satu beberapa nutrien habis atau telah terjadi penimbunan atau hasil metabolisme yang bersifat racun yang memnyebabkan terhambatnya pertumbahan,
  4. Fase pertumbuhan yang mulai terhambat. Setelah melalui fase logaritma , kecepatan pembelahannya akan berkurang dan jumlah bakteri yang mati bertambah banyak. Hal ini disebabkan kerana makin berkurangnya nutrien dan mulai terjadinya penimbunan racun sehingga metabilisme selain itu karena perubahan pH dan lainnya.
  5. Fase stationer yang maksimum. Adanya penurunan kadar nutrien dan meniungkatnya penimbunan zat-zat racun yang menghambat kecepatan pembelahan menjadi semakin meningkat. Selain itu jumlah bakteri yang mati juga meningkat . pada fase ini jumlah bakteri yang dihasilkan sama dengan jumlah bakteri yang mati sehingga jumlah sel bakteri yang hidup menjadi konstan
  6. Fase yang diperdcepat dan fase kematian logaritma. Kedua fase ini biasanya dinyuatakan sebagai satu unsur fase yang disebut fase menurun, pada fase ini kecepatan kematian terus yang disebut fase menurun. Pada fase ini kecepatan kematian terus meningkat sedang kecepatan pembelahannya menjadi nol. Setelah sampai ke fase kematian , logaritma kecepatan kematian mencapai maksimal dan jumlah sel menurun dengan cepat.

Nah itulah sedikit pembahasan tentang 6 Fase Pertumbuhan Dalam Lingkungan Terbatas yang sempat saya bagikan kepada anda , semoga saja materi ini berguna dalam membantu keperluan akademik anda, Jika anda ingin melihat materi lainnya silahkan klik disini. Saya mengucapkan terima kasih banyak atas kunjungan anda di blog sederhana ini, jangan lupa untuk membagikan materi ini ke teman atau kerabat terdekat anda dengan melalui social media yang kalian miliki karena secara aotomatis materi ini akan tersimpan didalam beranda anda.
----Selamat Mencatat----

Makalah Kewiraswastaan Dalam Teknik Industri

MAKALAH KEWIRASWASTAAN


Oleh :
Mahasiswa Teknik Industri


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS ISLAM MAKASSAR
2018 



BAB I
PENDAHULUAN
1.1   LATAR BELAKANG
Perusahaan kecil sangat melekat pada sendi-sendi perekonomian masyarakat, di setiap sektor usaha ekonomi , baik skala kecil maupun skala besar selalu sangat mempengaruhi kebutuhan  masyarkat akan kebutuhan, dan juga bagi lingkungan perusahan, baik untuk kebutuhan sumber bahan baku produk, kebutuhan tenaga kerja, dan inovasi dari kebutuhan lainnya yang dimiliki oleh perusahaan kecil tentu merupakan dasar kekuatan hubungan yang saling mempengaruhi untuk kemajuan perekonomian bangsa.

Sesuai perkembangan dan pengaruhnya UKM selalu menjadi tonggak sejarah bagi perekonomiaan Indonesia bahwa UKM merupakan penyokong perekonomian bangsa yang tahan akan krisis ekonomi yang dimana di saat saat dunia mengalami krisis di setiap Negara UKM selalu tetap hidup dan berdiri menggerakkan perekonomian bangsa Indonesia.

1.2 RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang diatas adapun permasalahan yang muncul sebagai berikut:

Apa Pengertian dari perusahaan Kecil?
Bagaimana perusahaan kecil dalam lingkungan perusahaan?
Bagaimana perkembangan franchising di Indonesia
Apa ciri-ciri perusahaan kecil?
Apa perbedaan antara kewirausahaan dan bisnis kecil?
1.3 TUJUAN PENULISAN 
Adapun tujuan dan kegunaan dari pembuatan makalah ini adalah

Untuk mengetahui pengertian dari perusahaan kecil
Untuk mengetahui ciri-ciri perusahaan kecil
Untuk mengetahui perusahaan kecil dalam lingkugan perusahaan
Untuk mengetahui perkembangan franchising di Indonesia
Untuk mengetahui perbedaan antara kewirausahaan dan bisnis kecil


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 PERUSAHAAN KECIL
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1999, kategori usaha kecil adalah yang memiliki kekayaan Usaha Kecil merupakan usaha yang mempunyai jumlah tenaga kerja kurang dari 50 orang atau bersih paling banyak Rp. 200.000.000,00 (tidak termasuk tanah dan bangunan) penjualan paling banyak Rp. 1.000.000.000. Milik Warga Negara Indonesia, bukan afiliasi badan usaha lain (berdiri sendiri), dan berbentuk usaha perorangan, badan usaha, atau koperasi

Menurut small business administration amerika serikat, ”perusahaan kecil adalah perusahaan yang dimiliki dan dikelola secara mandiri, serta tidak dominan dalam bidang operasinya”

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Pengertian Usaha Kecil yaitu: Usaha Kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar

Perusahaan kecil merupakan perusahaan yang melekat pada kehidupan masyarakat dalam memenuhi kehidupan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan, serta fleksibelitas penyesuaian volume usaha sesuai situasi dan kondisi yang dimiliki perusahaan, baik kondisi ekonomi, kondisi persaiangan,dan kondisi lokasi.

2.2 PERUSAHAAN KECIL DALAM LINGKUNGAN PERUSAHAAN
Apa itu Lingkungan perusahaan? Lingkungan perusahaan dapat diartikan sebagai keseluruhan dari faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi perusahaan. Artinya keberhasilan perusahaan dalam melaksanakan kegiatannya sangat dipengaruhi dengan lingkungan. Oleh karena itu, perusahaan harus dapat menjaga hubungan baik dengan kelompok ataupun pihak-pihak yang terkait.

Lingkungan perusahaan senantiasa mengalami perubahan. Perubahan tersebut memberikan banyak peluang sekaligus banyak ancaman. Berkaitan dengan itu, maka strategi perusahaan juga harus senantiasa diupayakan supaya dapat mengambil manfaat sebaik mungkin dari lingkungan. Dengan kata lain, apabila strategi perusahaan tidak diubah, perusahaan akan tertinggal dari pesaing. Pada akhirnya akan mengakibatkan kebangkrutan atau tutupnya perusahaan.
Berbagai macam lingkungan perusahaan dan pengaruhnya terhadap perusahaan.

Lingkungan Eksternal
Lingkungan eksternal perusahaan yang berpengaruh tidak langsung terhadap kegiatan perusaan. Lingkungan eksternal meliputi variabel-variabel di luar organisasi yang dapat berupa tekanan umum dan tren di dalam lingkungan societal ataupun faktor-faktor spesifik yang beroperasi di dalam lingkungan kerja (industri) organisasi. Variabel-variabel eksternal ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu ancaman dan peluang, Lingkungan eksternal perusahaan dapat dibedakan menjadi :

Lingkungan eksternal makro,adalah lingkungan eksternal yang berpengaruh tidak langsung terhadap kegiatan usaha.
Contoh :

Keadaan alam: SDA, lingkungan.
Politik dan hankam: kehidupan operasional perusahaan sangat terpengaruh oleh politik  dan hankam negara dimana perusahaan berada atau hadir.

Hukum Perekonomian
Lingkungan eksternal mikro,adalah lingkungan eksternal yang pengaruh langsung                     terhadap kegiatan usaha.

Contoh :
Pemasok / supplier : yang menunjang kelangsungan operasi perusahaan.
Perantara, misalnya distribotur, pengecer yang berperan dalam pendistribusian hasil- hasil produksi ke konsumen.

Teknologi: yang berkaitan dengan perkembangan proses kerja, peralatan metode, dll.
Pasar, sebagai sasaran dari produk yang dihasilkan perusahaan.

Lingkungan Internal
Lingkungan internal dalah faktor-faktor yang berada dalam kegiatan produksi dan langsung mempengaruhi hasil produksi.

Contoh :
  • Tenaga kerja
  • Peralatan dan mesin
  • Permodalan (pemilik, investor, pengelolaan dana)
  • Bahan mentah, bahan setengah jadi, pergudangan
  • Sistem informasi dan administrasi sebagai acuan pengambilan keputusan.
  • Faktor Lingkungan

Lingkungan perekonomianyang erat berhubungan dengan pasar dimana diadakan penjualan dan pembelian barang dan jasa.

Lingkungan  politik, pemerintah, hokum, dan militer yang mengatur kegiatan perusahaan.
Lingkungan social meliputi berbagai golongan penduduk dengan sikap kepercayaan, tingkah laku yang dicerminkan dalam lembaga social yang ada.
Dari ketiga golongan diatas masih dapat diperinci lagi menjadi sub factor:

Tanah dan alam sekitar Tanah dan sumber alam merupakan salah satu factor penting untuk kegiatan perusahaan.

Ilmu pengetahuan dan seni Ilmu penegtahuan menunjukkan metode, manajemen kepada pimpinan dalam mengelola perusahaan. Penerapan ilmu pengetahuan dalam dunia perusahaan akan dapat membantu menggali ilmu pengetahuan lebih lanjut.
Pemerintah dan hukum Aspek positif dari pemerintah akan dibutuhkan oleh perusahaan ialah perlindungan terhadap hak milik, pemeliharaan tata hukum, dan keamanan, serta penggunaan keuangan, tetapi pemerintah perlu mengadakan pembatasan dengan mengadakan pemungutan pajak dan tariff

Apa peranan perusahaan kecil dalam lingkungan perusahaan beberapa alasan mengapa usaha kecil mempunyai pengaruh yang besar terhadap perekonomian.
Penciptaan lapangan pekerjaan

Lebih dari 20 tahun ini menunjukkan bahwa lapangan kerja baru datang dari jenis usaha kecil. Sangat penting bagi perusahaan besar karena hampir seluruh produk yang dibuat oleh perusahaan manufaktur besar dikerjakan melalui usaha kecil. Perusahaan Kecil memegang peranan penting dalam komunitas perusahaan swasta. Pengalaman di beberapa Negara maju (Amerika, Inggris, Jepang, dan sebagainya) menunjukka bahwa komunitas perusahaan kecil memberikan kontribusi yang perlu diperhitungkan di bidang produksi, pajak, penyedia lapangan kerja, dan lain sebagainnya. Seringkali dari perusahaan kecil muncul gagasan-gagasan baru yang merupakan terobosan penting dalam kondisi perekonomian yang tidak menguntungkan. Perusahaan yang sekarang ini telah besar, seperti General Elektrik, IBM, PT ASTRA International, dan lain-lain, yang pada mulanya adalah perusahaan kecil. Dengan kiat-kiat tertentu dari pelaku bisnis, perusahaan kecil dapat berkembang dengan pesat menjadi perusahaan raksasa.

2.3 PERKEMBANGAN FRANCHISING DI INDONESIA
Di Indonesia, sistem waralaba mulai dikenal pada tahun 1950-an, yaitu dengan munculnya dealer kendaraan bermotor melalui pembelian lisensi. Perkembangan kedua dimulai pada tahun 1970-an, yaitu dengan dimulainya sistem pembelian lisensi plus, yaitu franchisee tidak sekedar menjadi penyalur, namun juga memiliki hak untuk memproduksi produknya. Agar waralaba dapat berkembang dengan pesat, maka persyaratan utama yang harus dimiliki satu teritori adalah kepastian hukum yang mengikat baik bagi franchisor maupun franchisee. Karenanya, kita dapat melihat bahwa di negara yang memiliki kepastian hukum yang jelas, waralaba berkembang pesat, misalnya di AS dan Jepang. Tonggak kepastian hukum akan format waralaba di Indonesia dimulai pada tanggal 18 Juni 1997, yaitu dengan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah (PP) RI No. 16 Tahun 1997 tentang Waralaba. PP No. 16 tahun 1997 tentang waralaba ini telah dicabut dan diganti dengan PP no 42 tahun 2007 tentang Waralaba.

Waralaba atau Franchising (dari bahasa Prancis untuk kejujuran atau kebebasan) adalah hak-hak untuk menjual suatu produk atau jasa maupun layananan. Sedangkan menurut versi pemerintah Indonesia, yang dimaksud dengan waralaba adalah perikatan dimana salah satu pihak diberikan hak memanfaatkan dan atau menggunakan hak dari kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan oleh pihak lain tersebut dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa.

Kiat-kiat memilih usaha dengan cara waralaba (franchising)
Menurut ketua asosiasi franchise indonesia (afi) anang sukandar, ada kiat-kiat tertentu dalam memilih usaha waralaba yang baik. Bisnis waralaba yang baik adalah usaha yang dibutuhkan sehari-hari yaitu makan, minuman, pendidikan, salon, bengkel, bidang ritel, tea franchise.Selain itu, anang mengatakan ada beberapa daerah yang berpotensi mengembangkan produknya untuk waralaba seperti di jawa tengah dan jogja makanan dan batik, bali dengan produk kerajinan kayu dan pakaian. Anang juga mengingatkan agar para pemodal franchise tea sebaiknya berhati-hati dalam menentukan mengambil peluang usaha melalui waralaba seperti franchise teh. Mengingat sekarang ini sering terjadi kerancuan antara waralaba (franchise) dengan business opportunity (bo). Konsep waralaba franchise teh yang secara legal dan dalam pp no 42 tahun 2007 dijabarkan bahwa waralaba teh harus terbukti benar-benar menguntungkan, selain itu proses aplikasi bisnisnya mudah diterapkan dan diajarkan kepada pengambil pewaralaba dan lain-lain.

Jenis-jenis usaha yang diwaralabakan :
  • Produk dan jasa otomotif
  • Bantuan dan jasa bisnis
  • Produk dan jasa konstruks
  • Jasa pendidikan
  • Rekreasi dan hiburan
  • Fastfood dan take away(makanan siap saji)
  • Stand makanan/foodstall
  • Jasa membersihkan rumah


2.4 CIRI-CIRI PERUSAHAAN KECIL
Ciri-ciri perusahaan kecil dan menengah di Indonesia, secara umum adalah:
Manajemen berdiri sendiri, dengan kata lain tidak ada pemisahan yang tegas antara pemilik dengan pengelola perusahaan. Pemilik adalah sekaligus pengelola dalam  UKM.
Modal disediakan oleh seorang pemilik atau sekelompok kecil pemilik modal. Daerah operasinya umumnya lokal, walaupun terdapat juga UKM yang memiliki orientasi luar negeri, berupa ekspor ke negara-negara mitra perdagangan.Ukuran perusahaan, baik dari segi total aset, jumlah karyawan, dan sarana prasarana yang kecil.

Menurut Muhammad Taufiq, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) memiliki ciri-ciri skala usaha kecil, padat karya, berbasis sumberdaya lokal dan sumberdaya alam, pelaku banyak, dan menyebar, sehingga dari ciri-ciri tersebut dapat diuraikan beberapa kekuatan dan kelemahan UKM sebagai berikut:

‘’Pelaku usaha kecil”
Salah satu karakter penting dari UKM adalah skala usahanya yang relatif kecil. Meskipun batas atas kategori usaha kecil adalah dengan omset maksimal 1 miliar, namun dalam kenyataannya sebagian besar usaha kecil justru memiliki omset dibawah 500 juta. Mengacu pada argumentasi bahwa salah satu sumber keunggulan adalah melalui economies of scale, maka akan sulit bagi usaha berskala kecil secara individual untuk bersaing dengan usaha berskala besar dalam suatu aktivitas bisnis yang sama.

“Padat karya
Produk usaha berskala kecil pada umumnya sangat padat karya. Kegiatan produksi yang melibatkan banyak tenaga kerja sebagai konsekuensi dari aktivitas yang menghasilkan produk yang berciri hand made. Produk UKM yang bersandar pada keahlian dan keterampilan tangan ini membawa konsekuensi pada kurangnya aspek presisi dan kesulitan untuk distandarisasi. Disamping memiliki kelemahan, aktivitas bisnis yang mengandalkan keterampilan individu tentu juga memiliki keunikan, sehingga mendapat pasar yang tersendiri. Keunikan produk UKM dapat dikembangkan sebagai sumber keungulan menghadapi produk-produk yang berbasis pabrikasi (produk cetak).

“Berbasis sumberdaya lokal dan sumber daya alam.
Salah satu ciri dari orientasi berusaha di kalangan UKM pada umumnya adalah lebih kepada upaya melakukan aktivitas apa yang bisa dilakukan dengan sumberdaya yang ada, ketimbang memproduksi sesuatu yang diminta oleh pasar. Dengan kata lain aktivitas usaha UKM lebih kepada production oriented, memproduksi sebaik mungkin apa yang bisa dilakukan dengan bertumpu pada ketersediaan sumberdaya yang ada. Karakter aktivitas bisnis UKM seperti ini menghasilkan produk-produk unggulan yang komparatif pada masing-masing wilayah. Kebersinambungan usaha yang berbasis sumberdaya alam tentu sangat rentan, manakala UKM terlibat dalam aktivitas produksi yang mengeksploitasi sumberdaya alam yang tidak terbaharui.

“Pelaku banyak
Karena hampir tidak ada barrier to entry pada aktivitas bisnis UKM, baik dari aspek teknologi, investasi, manajemen, perlindungan hak intelektual, maka sangat mudah bagi masyarakat untuk masuk ke dalam industri yang digeluti oleh UKM. Sebagai konsekuensinya relatif sangat banyak pelaku bisnis UKM dalam sektor dan kegiatan bisnis tertentu. Di satu sisi struktur usaha seperti ini sangat baik untuk mendorong kompetisi, tetapi di lain pihak UKM sering dihadapkan pada kondisi dimana banyak UKM sebagai produsen menghadapi kekuatan monopsonis.

”Menyebar
Aktivitas bisnis UKM dapat dijumpai hampir diseluruh pelosok tanah air serta diberbagai sektor. Dengan demikian, bila UKM dapat mengembangkan jaringan yang efektif, maka konsep global production dapat dipenuhi, karena UKM mampu menghasilkan produk di mana saja dan memasarkannya ke mana saja serta kapan saja. Dengan kata lain produk UKM yang sejenis sangat mudah diperoleh masyarakat dimana saja dan kapan saja.

Bentuk-bentuk Usaha Kecil
Bisnis Jasa
Bisnis jasa dewasa ini merupakan yang terbesar dan cepat pertumbuhannya dalam dunia usaha kecil. Jasa juga membawa keuntungan yang sangat besar bagi wirausaha kecil yang mampu berinovasi tinggi.

Bisnis eceran (Retail Business)
Adalah satu-satunya usaha yang menjual produk manufaktur yang langsung kepada konsumen.

Bisnis distribusi (wholesale business)
Adalah satu-satunya bisnis yang membeli barang dari pabrik atau produsen dan menjual kepada pedagang eceran.

Agribisnis/Pertanian (Agriculture)
Pertanian barangkali adalah bentuk bisnis kecil yang tertua. Pada awalnya hasil pertanian itu dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan keluarga namun lama kelamaan menjadi sebuah bisnis yang cukup besar karena adanya ketergantungan masyarakat satu sama lain.

Bisnis Manufaktur
Merupakan suatu bisnis kecil yang memerlukan modal untuk investasi yang cukup besar, karena memerlukan tenaga kerja, teknologi dan bahan mentah untuk mengoperasikannya.

2.5 PERBEDAAN ANTARA KEWIRAUSAHAAN DAN BISNIS KECIL

Kewiraswastaan, wiraswasta, wiraswastawan.
Pengertian wiraswastawan : adalah orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya atau lebih singkatnya adalah orang yg membuka lapangan pekerjaannya sendri.

Unsur-unsur penting wiraswasta :

Kemampuan dalam membuka, mencari, menciptakan, dan menggunakan peluang usaha.
Kemampuan untuk menyatukan faktor-faktor produksi atau mengorganisasikan peusahaan secara efektif dan efisien.
Kemampuan dalam mengambil keputusan dan meminimalkan resiko
Kemampuan untuk bersaing dengan pihak lain.
Banyak guru,dosen ataupun pengusaha, berpendapat bahwa kewirausahaan dan bisnis kecil itu berbeda, padahal sama sekali tidak ada perbedaannya, kenapa?? Karena antara kewirausahaan dan bisnis kecil :

Mereka sama-sama berbisnis
Pengukuran potensi bisnis sama
Kapasitas dan varietas bisa dikatakan hampir sama karena membuat lapangan kerja
Unsur permodalan hanya dilihat dari sudut pandang yang berbeda ketika memulai dan dimulai
Jiwa enterpreneur yang dimiliki sama
Ujung pangkalnya adalah pengembangan potensi enterpreneur sejatinya, apakah langgeng atau tidak

PERUSAHAAN KECIL DAN PERUSAHAAN BESAR

Ciri-ciri perusahaan kecil :
Manajemen berdiri sendiri. Pada umumnya manajer perusahaan kecil adalah pemilik usaha itu sendiri, mereka memiliki hak atau kebebasan yang luas dalam bertindak dan mengambil keputusan di dalam perusahaan yang di kelolanya.
Investasi modal terbatas. Umumnya modal yang ada berasal dari seorang pemilik atau sekelompok pemilik. Karena dalam perusahaan kecil modal yang dibutuhkan juga lebih kecil dari yang dibutuhkan oleh perusahaan besar.
Daerah operasionalnya lokal. Dalam hal ini majikan dan pegawai tinggal dalam suatu lingkungan yang berdekatan dengan letak perusahaan. Namun bukan berarti pemasaran hanya mencapai lingkungan stempat tetapi ada yang sampai mencapai ruang lingkup nasional.
Struktur organisasi perusahaan nya sederhana.
Hubungan antara pemilik dan karyawannya dekat. pemilik perusahaan sering berdekatan dengan karyawan, berkerja bersebelahan dengan karyawan sehingga dapat mengkomunikasikan tindakan strategis secara langsung kepada karyawannya.
Presentase kegagalan perusahaan tinggi. Hal ini dikarenakan keurangnya pengalaman manajemen, kurangnya modal, kurangnya promosi penjualan,dll.
Kurangnya tenaga manajer yang handal. Karena manajer perusahaan kecil dijalankan oleh pemilik atau sekelompok orang yang menjalankan usaha.
Sulit memperoleh modal jangka panjang

Contoh perusahaan kecil yaitu :
  • Usaha tani sebagai pemilik tanah perorangan yang memiliki tenaga kerja.
  • Pedagang di pasar grosir (agen) dan pedagang pengumpul lainnya.
  • Pengrajin, industri makanan dan minuman, industri alat rumah tangga dan industri kerajinan tangan.
  • Peternakan ayam, itik, dan perikanan;
  • Koperasi berskala kecil.

Ciri-ciri perusahaan besar :
  • Biasanya dikelola bukan oleh pemilik nya, yaitu seorang manajer bukan oleh pemiliknya secara langsung.
  • Struktur organisasinya kompleks, dikarenakan sistem birokrasinya yang berlapis-lapis dan operasinya yang meyebar ke berbagai wilayah.
  • Pemilik hanya mengenal sedikit karyawan. Hal ini karena jumlah karyawan pada perusahaan besar jumlahnya banyak dibandingkan dengan perusahaan kecil.
  • Presentase kegagalan perusahaannya rendah
  • Banyak tenaga manajer handal. Karena perusahaan memperkerjakan seorang manajer yang berasal dari orang yang luar perusahaan atau manajer professional untuk menjalankan usahanya.
  • Modal jangka panjang biasanya relatif mudah diperoleh



BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan

Dari pembahasan diatas, dapat di tarik kesimpulan sebagai berikut :

Perusahaan kecil merupakan Usaha Kecil dan Menengah disingkat UKM adalah sebuah istilah yang mengacu ke jenis usaha kecil yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200.000.000 tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Dan usaha yang berdiri sendiri. Menurut Keputusan Presiden RI no. 99 tahun 1998 pengertian Usaha Kecil adalah: “Kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dengan bidang usaha yang secara mayoritas merupakan kegiatan usaha kecil dan perlu dilindungi untuk mencegah dari persaingan usaha yang tidak sehat.”

Lingkungan Eksternal perusahaan terdiri atas 3 kelompok faktor yang saling berkaitan dan memainkan peranan penting dalam menentukan peluang, ancaman dan batasan yang dihadapi oleh perusahaan. Lingkungan mencakup faktor yang berasal dari luar jangkauan perusahaan dan biasanya tidak terkait dengan situasi operasi suatu perusahaan, faktor ekonomi, sosial, politik, teknologi dan ekologi. Faktor-faktor yang lebih langsung mempengaruhi prospek perusahan bersal dari lingkungan industrinya, termasuk hambatan bagi masuknya pendatang baru, kompetisi dengan saingan, ketersediaan barang dan hambatan operasional lainnya.

Friday, March 30, 2018

Makalah Hukum Perburuhan Mengenai Upah Perburuhan

MAKALAH HUKUM PERBURUHAN 

Mengenai Upah Perburuhan


Oleh :
Mahasiswa Teknik Industri


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS ISLAM MAKASSAR
2018 



BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dewasa ini, masih banyak dari kita yang mempertanyakan mengapa suatu perusahaan dapat menetapkan upah para pekerjanya. Berbagai masalah sosial sering terjadi misalnya menentukan upah tenaga kerja menurut perbedaan kemampuan, pendidikan dan pengalaman. Jika suatu perusahaan bisa mengatur antara upah tenaga kerja serta tingkat produktivitasnya maka, perusahaan bisa memperoleh keuntungan maksimal. Berbagai hal dapat mempengaruhi upah tenaga kerja, salah satu contoh di dalam menentukan upah riil dan upah uang.

Hal ini melatarbelakangi pembuatan makalah, bagaimana menentukan upah tenaga kerja dalam hubungannya dengan tingkat produktivitasnya. Selain itu, kita juga dapat mengetahui bagaimana menentukan upah dalam suatu perusahaan di berbagai jenis pasar yaitu pasar persaingan sempurna, pasar monopoli, pasar monopsoni, dan pasar monopoli bilateral.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa pengertian upah uang dan upah riil?
2. Apa hubungan antara produktivitas dan upah?
3. Bagaimana penentuan upah di berbagai bentuk pasar tenaga kerja?
4. Apa faktor-faktor yang menimbulkan perbedaan upah ?

1.3 Tujuan dan Manfaat

1. Dapat mengembangkan kemampuan berkomunikasi dan bekerja sama dalam kelompok dengan baik.
2. Memberi pelatihan berbasis kompetensi untuk mengembangkan keterampilan mengamati dan mendokumentasikan semua aspek yang berkaitan dengan penentuan upah di pasar tenaga kerja.
3. Mengetahui pengertian upah uang dan upah riil.
4. Mengetahui penentuan upah di berbagai bentuk pasar tenaga kerja.
5. Mengetahui faktor-faktor yang menimbulkan perbedaan upah.


BAB II
PEMBAHASAN


2.1 UPAH UANG DAN UPAH RIIL

Pembayaran tenaga kerja dibedakan dua jenis, yaitu upah dan gaji. Gaji adalah pembayaran yang diberikan kepada pekerja tetap dan tenaga kerja profesional yang biasanya dilaksanakan sebulan sekali seperti pegawai pemerintah, guru, dosen, manajer, akuntan. Sedangkan upah dimaksudkan sebagai pembayaran kepada pekerja – pekerja yang pekerjaannya berpindah – pindah, seperti pekerja pertanian, tukang kayu, tukang batu, dan buruh kasar. Berbeda dengan teori ekonomi yang mengartikan upah sebagai pembayaran atas jasa – jasa fisik maupun mental yang disediakan oleh tenaga kerja kepada para pengusaha. Dalam ekonomi pembayaran pekerja tidak dapat dibedakan antara upah dan gaji, keduanya berarti pembayaran kepada pekerja.


2.1.1 PERBEDAAN DAN UPAH UANG UPAH RIIL

Dalam jangka panjang sejumlah tertentu upah pekerja mempumyai kemampuan yang semakin sedikit di dalam membeli barang dan jasa. Hal tersebut disebabkan kenaikan barang dan jasa tersebut yang berlaku dari waktu ke waktu. Meskipun kenaikan tersebut tidak serentak, hal tersebut tidak menimbulkan peningkatan keejahteraan bagi pekerja. Untuk mengatasi hal tersebut ahli ekonomi membuat dua perbedaan antara pengertian upah, yaitu upah uang dan upah riil. Upah uang adalah jumlah uang yang diterima pekerja dari pengusaha sebagai pembayaran ke atas tenaga mental dan fisik para pekerja dalam proses produksi. Upah riil adalah tingkat upah pekerja yang yanghdiukur dsari sudut kemampuan upah tersebut dalam membeli barang dan jasa yang dibutuhkan untuk memenuhikebutuhan para pekerja.


2.1.2 CARA MENGHITUNG UPAH RIIL

Perbedaan keinginan pekerja menyebabkan efek berbeda kepada tingkat kesejahteraan antara para pekerja, sehingga hal tersebut dapat menimbulkan kesulitan dalam usaha untuk menunjukkan harga yang berlaku dalam suatu perekonomian dai tahun ke tahun. Untuk mengatasi hal tersebut biasanya setiap negara membuat indeks harga, yaitu suatu indeks atau ukuran yang memberikan gambarang tentang rata – rata dari perubahan harga dari waktu ke waktu. Fungsi indeks harga adalah untuk menaksir upah riil pekerja dari tahun ke tahun.


2.2 HUBUNGAN ANTARA PODUKTIVITAS DAN UPAH

Upah riil basanya diberikan kepada tenaga kerja tergantung produktivitas pekerja tersebut dalam perusahaan. Data – data mengenai upah terutama di negara maju menunjukkan adanya hubungan antara upah dengan produktivitas pekerja.


2.2.1 PRODUKTIVITAS DAN UPAH RIIL

Rumus yang digunakan untuk menjelaskan hubungan antara upah riil dan produktivitas pekerja ditujukkan oleh teori permintaan ke atas faktor produksi. Dimisalkan harga barang pada hasil penjualan marginal dan tingkat tenaga kerjanya sama, maka mencerminkan perbedaan dalam produktivitas, yang akan mencerminkan hasil penjualan yang lebih tinggi, sehingga menyebabkan penawaran tenaga kerja di pasar lebih tinggi yang berakibat meningkatkan permintaan tenaga kerja. Sehingga hal tersebut akan menyebabkan keadaan di mana jika produktivitas tinggi, upah riil tenaga kerja akan semakin tinggi.

2.2.2 SUMBER – SUMBER KENAIKAN PRODUKTIVITAS

Dalam hal ini produktivitas dapat didefinisikan sebagai produksi barang yang diciptakan oleh pekerja pada suatu waktu tertentu. Kenaikkan produktivitas berarti pekerja tersebut menghasilkan barang dengan jumlah olebih banyak dalam waktu yang singkat. Kemajuan produktivitas pekerja disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu:

1. Kemajuan Teknologi Produksi

Hal tersebut menimbulkan dua akibat penting dalam kegiatan produksi. Pertama, kemajuan teknologi memungkinkan penggantian kegiatan ekonomi dari menggunakan binatang dan manusia kepada mesin. Pengembangan ini menyebabkan kemajuan produktivitas. Misalnya sebelum terjadinya kemajuan teknologi yang mengerjakan pembajakan tanah adalah manusia dan hewan, namun setelah adanya kemajuan teknologi maka yang mengerjakan pembajakan tersebut adalah mesin yang berakibat meningkatkan produktivitas pembajakan tanah tersebut.

2. Pertambahan Kepandaian dan Ketrampilan Tenaga Kerja

Kemajuan ekonomi dapat menimbulkan beberapa akibat yang akhirnya akan meninggikan kepandaian dan ketrampilan tenaga kerja, diantaranya adalah semakin tingginya taraf kesehatan masyarakat, taraf latihan dan pendidikan teknik, dan menambah pengalaman dalam pekerjaan. Dan pengeluaran pemerintah dalam mengembangkan bidang – bidang tersebut dinamakan investasi ke atas modal manusia.

3. Perbaikan dalam Organisasi dan Masyarakat

Hal ini dapat menyebabkan kemajuan produktivitas, misalnya dengan adanya perbaikan infrastruktur, seperti jaringan jalan raya, telekomunikasi, maka distribusi ke daerah – daerah yang sebelumnya tidak dapat dijangkau perusahaan menjadi dengan mudah dijangkau, sehingga dapat meningkatkan produktivitas pekerja dalam suatu perusahaan.


2.3 PENENTUAN UPAH DI BERBAGAI BENTUK PASAR TENAGA KERJA

Seperti juga dengan pasar barang, pasar tenaga kerja dapat dibedakan dalam berbagai jenis. Bentuk-bentuk pasar tenaga kerja yang terpenting adalah:

1. Pasar tenaga kerja yang bersifat persaingan sempurna.
2. Pasar tenaga kerja monopsoni.
3. Pasar tenaga kerja monopoli di pihak pekerja.
4. Pasar monopoli di kedua belah pihak yaitu pengusaha dan pekerja (monopoli bilateral).


2.3.1 Persaingan Sempurna dalam Pasar Tenaga Kerja
Kurva permintaan ke atas tenaga kerja, seperti juga kurva permintaa ke atas sesuatu barang, bersifat menurun dari kiri atas ke kanan bawah. Berarti permintaan ke atas tenaga kerja bersifat: semakin tinggi / rendah upah tenaga kerja, semakin sedikit / banyak permintaan ke atas tenaga kerja.

2.3.2 Monopoli dari Pihak Tenaga Kerja
Dengan tujuan agar mereka dapat memperoleh upah dan fasilitas buka keuangan yang lebih baik, tenaga kerja dapat menyatukan diri di dalam serikat buruh atau persatuan tenaga kerja. Serikat buruh adalah organisasi yang didirikan dengan tujuan agar para pekerja dapat, sebagai suatu kesatuan, membicarakan atau menuntut syarat-syarat kerja tertentu dengan para pengusaha. Setelah bermufakat dengan anggota-anggotanya, pimpinan persatuan pekerja akan menuntut upah dan syarat-syarat kerja lain kepada para pengusaha. Tindakan seperti ini menyebabakan tenaga kerja mempunyai kekuasaan monopoli ke atas tenaga kerja yang ditawarkan.

Penentuan upah dalam pasar tenaga kerja yang bersifat monopoli pihak pekerja dibedakan menjadi tiga keadaan yaitu:

1. Menuntut Upah yang Lebih Tinggi
Kalau organisasi serikat buruh dapat meliputi dan mewakili sebagian besar tenaga kerja di dalam suatu industri, kemampuannya untuk menentukan tingkat upah adalah sangat besar. Apabila tuntutan serikat buruh tersebut tidak dapat dipenuhi para pengusaha, serikat buruh tersebut dapat membuat ancaman (misalnya mogok kerja) yang akan menimbulkan implikasi yang sangat buruk kepada perusahaan-perusahaan.

2. Membatasi Penawaran Tenaga Kerja
Terdapat organisasi serikat buruh / persatuan pekerja yang bersifat sangat khusus misalnya persatuan sekretaris, persatuan ahli teknik, persatuan dokter, dan sebagainya. Persatuan-persatuan seperti ini dapat mempengaruhi upah yang mereka terima dengan cara membatasi penawaran mereka. Salah satu caranya adalah dengan membatasi keanggotaan mereka, dan melarang bukan anggota untuk menjalankan kegiatan di daerah yang diliputi oleh persatuan tersebut.

3. Menambah Permintaan Tenaga Kerja
Kedua-dua cara serikat buruh untuk menaikkan upah diatas, mencapai tujuannya dengan membuat suatu pengorbanan yang cukup serius, yaitu dengan mengurangi penggunaan tenaga kerja. Kekuasaan monopoli yang dimiliki pekerja menyebabkan setiap pekerja memperoleh upah yang lebih tinggi dari upah yang didalam pasar persaingan sempurna, akan tetapi tenaga kerja yang digunakan perusahaan-perusahaan adalah lebih sedikit dari pada apabila pasar tenaga kerja berbentuk pasar persaingan sempurna.

Kelemahan diatas dapat dihindari apabila penekanan dari usaha serikat buruh dalam memperbaiki nasib anggota-anggotanya ialah dengan berusaha menambah permintaan keatas tenaga kerja. Apabila usaha itu berhasil, bukan saja upah akan menjadi bertambah tinggi tetapi jumlah tenaga kerja yang akan digunakan akan bertambah banyak pula.

Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan oleh serikat buruh untuk menaikkan permintaan keatas tenaga kerja salah satu cara yang saling bermanfaat adalah dengan berusaha menaikkan produktifitas tenaga kerja, tujuan ini dapat dicapai dengan :

1. Membuat seminar-seminar mengenai masalah pekerjaan yang mereka hadapi dan memberikan kesadaran tentang tenggung jawab para pekerja dalam perusahaan.
2. Mengadakan latihan atau penyluhan terhadap pekerja guna untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja.


2.3.3 Pasar Tenaga Kerja Monopoli Bilateral

1. Menentukan tigkat upah apabila pasar tenaga kerja adalah monopsoni.
2. Penentuan tingkat upah apabila pasar tenaga kerja adala monopoli.

Dari analisis tersebut dapat dilihat bahwa didalam pasar monpsoni upah adalah lebi rendah dibandingkan di pasar persaingan sempurna, sedangkan sipasar monopoli upah adalah lebih tinggi dari pasar persaingan sempurna. Dengan demikian upah mencapai tingkat yang berbeda sekali didalam dua pasar tersebut.


2.4 FAKTOR-FAKTOR YANG MENIMBULKAN PERBEDAAN UPAH

Faktor-faktor penting yang menjadi sumber dari perbedaan upah diantara pekerja-pekerja didalam suatu jenis kerja tertentu, dan diantara golongan pekerjaan adalah :

1. Perbedaan corak permintaan dan penawaran dalam berbagai jenis pekerjaan.
2. Perbedaan dalam jenis-jenis pekerjaan.
3. Perbedaan kemampuan, keahlian dan pendidikan.
4. Terdapat pertimbangan bukan keuangan dalam memilih pekerjaan.
5. Ketidak sempurnaan dalam mobilitas tenaga kerja.


2.4.1 Permintaan dan Penawaran Tenaga Kerja
Permintaan dan penawaran tenaga karja didalam suatu jenis pekerjaan sangat besar peranannya dalam menentukan upah disesuatu jenis pekerjaan. Didalam suatu pekerjaan dimana terdapat penawaran tenaga kerja yang cukup besar tetapi tidak banyak permintaannya, upah cenderung dalam tingkat yang rendah.


2.4.2 Perbedaan Corak Pekerjaan
Kegiatan ekonomi meliputi berbagai jenis pekerjaan, ada diantara pekerjaan tersebut merupakan pekeriaan yang ringan dan juga mudah dikerjakan. Golongan pekerja akhir-akhir ini menuntut untuk memperoleh upah yang lebih tinggi dari pada pesuruh kantor karena mereka melakukan kerja yang lebih memerlukan tenaga fisik.


2.4.3 Perbedaan Kemampuan, Keahlian,dan Pendidikan
Kemampuan, keterampilan dan keahlian para pekerja memiliki perbedaan dalam hal bekerja, sifat-sifat tersebut menyebabkan mereka mempunyai produktifitas masing-masing. Dalam perekonomian yang semakin maju kegiatan-kegiatan ekonomi semakin membutuhkan tenaga-tenaga yang terdidik, oleh karena itu semakin tinggi pendidikan seseorang maka peluang untuk mendapatkan pekerjaan mudah.

2.4.4 Pertimbangan Bukan Keuangan Dalam Memilih Pekerjaan
Daya tarik sesuau pekerjaan bukan saja tergantung pada besarnya upah yang ditawarkan, selan itu faktor-faktor bukan keuangan di atas mempunyai peranan yang sangat penting terhadap seseorang dalam memilih pekerjaan. Seseorang seing kali bersedia menerima upah yang lebih rendah apabila beberapa terdapat pertimbasngan yang tidak ssuai dengan apa yang diinginkannya. Sebaliknya apabila faktor-faktor bukan keuangan banyak yang tidak sesuai dengan seorang pekerja, ia akan menuntut upah yang lebih tinggi sebelum ia bersedia menerima pekerjaan yang ditawarkan.

2.4.5 Mobilitas Tenaga Kerja
Dalam teori ini terdpat pemislan faktor-faktor produksi, dalam konteks mobilitas tenaga kerja pemisalan ini berarti: kalau dalam pasar tenaga kerja terjadi perbedaan upah, maka tenaga kerja akan pindah kepasar tenaga kerja yang upahnya lebih tinggi.

Selain itu upah dari suatu pekerjaan di berbagai wilayah tidak selalu sama, adapun faktor yang menjadi penyebab yaitu :

1. Faktor Geografis
Ada kalanya di tempat-tempat tertentu terdapat masalah kekurangan buruh walaupun tingkat upah lebih tinggi, sedangkan ditempat lain terdapat penangguran dan tingkat upah nya relatif rendah. Dalam keadaan seperti itu adalah wajar apabila para pengangguran tersebut berppindah ketempat yang lebih banyak lowongan pekerjaan yang lebih menjamin.

2. Faktor-faktor Instusionel
Di pekerjaan-pekerjaan tertentu terdapat organisasi-organisasi yang profesional yang berusaha membatasi masuknya tenaga-tenaga kerja baru, dengan tujuan untuk menjamin supaya pendapatan mereka tetap berada pada tingkat yang tinggi.


BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Pembayaran tenaga kerja dibedakan dua jenis, yaitu upah dan gaji. Gaji adalah pembayaran yang diberikan kepada pekerja tetap dan tenaga kerja profesional yang biasanya dilaksanakan sebulan sekali seperti pegawai pemerintah, guru, dosen, manajer, akuntan. Sedangkan upah dimaksudkan sebagai pembayaran kepada pekerja – pekerja yang pekerjaannya berpindah – pindah, seperti pekerja pertanian, tukang kayu, tukang batu, dan buruh kasar.

Upah riil basanya diberikan kepada tenaga kerja tergantung produktivitas pekerja tersebut dalam perusahaan. Data – data mengenai upah terutama di negara maju menunjukkan adanya hubungan antara upah dengan produktivitas pekerja.

Seperti juga dengan pasar barang, pasar tenaga kerja dapat dibedakan dalam berbagai jenis. Bentuk-bentuk pasar tenaga kerja yang terpenting adalah pasar tenaga kerja yang bersifat persaingan sempurna, pasar tenaga kerja monopsoni, pasar tenaga kerja monopoli di pihak pekerja, dan pasar monopoli di kedua belah pihak yaitu pengusaha dan pekerja (monopoli bilateral).

Faktor-faktor penting yang menjadi sumber dari perbedaan upah diantara pekerja-pekerja didalam suatu jenis kerja tertentu, dan diantara golongan pekerjaan meliputi, perbedaan corak permintaan dan penawaran dalam berbagai jenis pekerjaan, perbedaan dalam jenis-jenis pekerjaan,perbedaan kemampuan, keahlian dan pendidikan, terdapat pertimbangan bukan keuangan dalam memilih pekerjaan, ketidaksempurnaan dalam mobilitas tenaga kerja.

Tuesday, March 27, 2018

Pengertian Komponen Kognitif Dalam Struktur Sikap Manusia

Struktur Sikap
Mengikuti skema triadik, struktur sikap terdiri atas tiga komponen yang saling menunjang yaitu komponen kognitif (cognitive), komponen efektif (affectif), dan komponen konetatif (conative).


Komponen Kognitif merupakan representasi apa yang dipercaya oleh individu pemilik sikap,komponen afektif merupakan perasaan yang menyangkut aspek emosiaonal dan komponen konatif merupakan aspek kecendrungan berperilaku tertentu sesuai dengan sikap yang dimiliki oleh seseorang. Kothandapani (dalam Middlebrook , 1974) merumuskan 3 komponen tersebut sebagai komponen komponen kognitif (kepercayaan atau beliefs). komponen emosional (perasaan), dan komponen perilaku (tindakan)

Mann (1969) menjelaskan bahwa komponen kognitif berisi persepsi,kepercayaan, dan stereotipe yang dimiliki individu mengenai sesuatu. Seringkali komponen kognitif ini dapat disamakan dengan pandangan (opni) , terutama apabila menyangkut masalah isyu atau problem yang kontroversial. Komponen efektif merupakan perasaan individu terhadap objek sikap dan menyangkut masalah emosi. Aspek emosional inilah yang biasanya berakar paling bertahan terhadap pengaruh-pengeruh yang mungkin akan menngubah sikap seseorang . Komponen perilaku berisi tendensi atau kecendrungan untuk bertindak atau untuk bereaksi terhadap sesuatu dengan cara-cara tertentu 


Nah itulah sedikit pembahasan tentang Pengertian Komponen Kognitif Dalam Struktur Sikap Manusia yang sempat saya bagikan kepada anda , semoga saja materi ini berguna dalam membantu keperluan akademik anda, Jika anda ingin melihat materi lainnya silahkan klik disini. Saya mengucapkan terima kasih banyak atas kunjungan anda di blog sederhana ini, jangan lupa untuk membagikan materi ini ke teman atau kerabat terdekat anda dengan melalui social media yang kalian miliki karena secara aotomatis materi ini akan tersimpan didalam beranda anda.
----Selamat Mencatat----

Thursday, March 22, 2018

Penjelasan Tentang Postulat Konsistensi Dan Postulat Variasi Independen

Postulat Konsistensi
Postulat konsistensi mengatakan bahwa sikap verbal merupakan petunjuk yang cukup akurat untuk memprediksikan apa yang akan dilakukan seseorang bila ia dihadapkan pada suatu objek sikap.


Jadi, postulat ini mengamsumsikan adanya hubungan langsung antara sikap dan perilaku. Bukti yang mendukung postulat konsistensi dapat terlihat pada pola perilaku individu yang memiliki sikap ekstrim. Hal ini terjadi dikarenakan individu yang memiliki sikap ekstrim cenerung untuk berperilaku yang didominasi oleh keekstriman sikapnya itu, sedangkan mereka yang sikapnya lebih moderat akan berperilaku yang lebih di dominasi pleh faktor-faktor lainnya.

Postulat Variasi Independen
Postulat variasi independent mengatakan bahwa tidak ada alasan menyimpulkan bahwa sikap dan perilaku berhubungan secara konsisten. Sikap dan perilaku merupakan dua dimensi dalam individu yang berdiri sendiri, terpisah dan berbeda. Mengetahui sikap tidak berarti dapat memprediksi perilaku

Nah itulah tadi penjelasan singkat mengenai Penjelasan Tentang Postulat Konsistensi Dan Postulat Variasi Independen semoga apa yang saya tuliskan ini dapat berguna buat kepentingan pendidikan anda , jangan lupa untuk share artikel ini sebagaimana mestinya dalam membagikan ilmu ke khalayak umum,

Terima kasih telah mampir :) 

Friday, February 9, 2018

10 Soal Tanya Jawab Perncanaan Kerja 1

10 Soal Tanya Jawab Perncanaan Kerja 1




1.Jelaskan Pengertian Peta Kerja.?
Jawab :
Peta kerja adalah suatu alat yang mengambarkan kegiatan kerja secara sistematis dan jelas, (biasanya kerja produksi). Lewat peta-peta ini kita bisa melihat semua langkah atau kejadian yang dialami oleh suatu benda kerja dari mulai masuk ke pabrik (berbentuk bahan baku) kemudian mengambarkan semua langkah yang dialaminya, seperti transportasi, operasi mesin , pemeriksaan dan perakitan,sampai akhirnya menjadi produk jadi, baik produk lengkap, atau merupakan bagian dari produk lengkap.

2.Jelaskan pengertian ergonomi dalam menganalisa dan merencanakan sesuatu?
Jawab :
Ergonomika atau (kurang tepat) ergonomi adalah ilmu yang mempelajari interaksi antara manusia dengan elemen-elemen lain dalam suatu sistem, serta profesi yang mempraktikkan teori, prinsip, data, dan metode dalam perancangan untuk mengoptimalkan sistem agar sesuai dengan kebutuhan, kelemahan, dan keterampilan manusia.

3.Apa yang dimaksud dengan pengukuran waktu Jam Henti?
Jawab :
Pengukuran waktu jam henti (stop watch) adalah suatu cara untuk menentukan waktu baku yang pengamatannya langsung dilakukan di tempat berlangsungnya suatu aktivitas atau berlangsungnya suatu pekerjaan dengan menggunakan alat utamanya adalah jam henti (stop watch) yaitu dengan mengamati saat mulainya pekerjaan itu hingga berakhirnya pekerjaan/aktivitas yang meliputi : waktu setting, waktu operasi dan waktu inspeksi.

4.Tuliskan perbedaan antara metode jam henti dan metode work sampling?
Jawab :
Work Sampling adalah suatu teknik untuk mengadakan sejumlah besar pengamatan terhadap aktifitas kinerja dari mesin, proses atau pekerja/operator (Sritomo Wignjosoebroto, 2003). Perbedaan metode Jam Henti dengan Sampling Pekerjaan adalah pada cara Sampling Pekerjaan pengamat tidak terus menerus berada ditempat pekerjaan melainkan mengamati hanya pada sesaat-sesaat pada waktu-waktu tertentu yang ditentukan secara acak.

5.Apa yang dimaksud dengan tata kerja dan sebutkan komponennya?
Jawab :
Teknik tata cara kerja adalah suatu aktifitas yang ditunjukkan untuk mempelajari prinsip-prinsip dan teknik-teknik guna mendapatkan suatu rancangan system kerja yang terbaik.
System kerja terdiri dari empat komponen yaitu:
  • Manusia
  • Bahhan
  • Pelengkapan
  • Peralatan
6.Apa yang dimaksud dengan peta kerja?
Jawab :
Peta kerja merupakan alat yang dapat menggambarkan aktivitas kerja, yang secara systematis dan jelas dalam mengumpulkan semua fakta yang berkenaan dengan system kerja yang diamati. Sehingga dapat digunakan untuk mengkomunikasikan fakta tersebut kepada orang lain.

7.Sebutkan kegunaan peta proses?
Jawab :
Kegunaan peta proses operasi yaitu:
  • Bias mengetahui kebutuhan akan mesin dan penganggarannya.
  • Bias memperkirakan kebutuhan akan bahan baku
  • alat untuk menentukan tata letak pabrik
  • Sebagai alat untuk latihan kerja
  • Sebagai alat untuk melakukan perbaikan cara kerja yang sedang dipakai
8.Apa yang dimaksud dengan peta aliran proses?
Jawab :
Peta aliran proses merupakan suatu peta kerja yang menunjukkan urutan-urutan aktivitas dari operasi, pemeriksaan, transportasi, menuggu dan penyimpanan yang terjadi selama suatu proses atau prosedur berlangsung. Serta didalamnya memuat pula informasi-informasi yang diperlukan untuk analisa seperti waktu yang dibutuhkan dan jarak pindah.

9.Sebutkan kegunaan peta tangan kiri dan tangan kanan?
Jawab :
  • Menyeimbangkan gerakan kedua tangan dan mengurangi kelelahan
  • Menghilangkan atau mengurangi gerakan-gerakan yang tidak efisien dan tidak produktif, sehingga tentunya akan mempersingkat waktu kerja.
  • Sebagai alat untuk menganalisa tata letak stasiun kerja.
  • Sebagai alat untuk melatih pekerja baru dengan cara kerja tang ideal.
10.Tuliskan ruang lingkup teknik tata kerja?
Jawab :
Ruang lingkup teknik tata cara kerja dapat dibagi dalam dua bagian yaitu:

  • Pengaturan kerja berisi prinsip-prinsip mengatur komponen-komponen system kerja untuk mendapatkan alternatif-alternatif system kerja terbaik. Pengetahuan yang diperlukan untuk melakukan pengaturan terhadap perkerja bahan peralatan dan perlengkapan serta lingkungan kerja dipelajari melalui apa yang dinamakan ergonomic, studi gerakan, ekonomi gerakan.
  • Pengukuran kerja. Pengukuran kerja yang baik tentang kebaikan suatu system kerja yaitu waktu, tenaga, psikologi, dan sosiologi,  artinya suatu system kerja dinilai baik jika system ini memungkinkan waktu penyelesaian sangat singkat.