Friday, December 7, 2018

Penjelasan Mengenai Fermentasi Tempe

Penjelasan Mengenai Fermentasi Tempe

Tempe adalah produk fermentasi yang amat dikenal oleh masyarakat indonesia dan mulai digemari pula oleh berbagai kelompok masyarakat barat. Tempe dapat dibuat dari berbagai bahan. Namun demikian yang biasa dikenal sebagai tempe oleh masyarakat pada umumnya ialah tempe yang dibuat dari kedelai.

Di berbagai daerah di jawa dijumpai berbagai macam tempe yang dibuat dari bahan selain kedelai. namun demikian karena kedelai merupakan bahan yang paling banyak di kenal maka bila nama tempe yang disebutkan tanpa disertai nama bahannya , yang dimaksud adalah tempe kedelai. Sedangkan untuk tempe dari bahan lain, identitasnya harus disertai nama bahannya (tempe benguk,tempe mlanding), atau istilah yang sudah dikenal oleh masyarakat produsen/konsumennya (tempe bongkrek,tempe bangkil). di Indonesia tempe di komsumsi oleh semua tingkatan masyarakat, terutama di jawa dan di Bali


Melalui proses fermentasi , kedelai menjadi lebih enak dan meningkatkan nilai nutrisinya. rasa dan aroma kedelai memang berubah sama sekali setelah menjadi tempe.Tempe lebih banyak di terima untuk untuk di komsumsi bukan saja oleh orang indonesia , tetapi juga oleh bangsa lain. Tempe rasa khas tempe ini tidak mudah di diskripsikan tetapi dapat di mengerti dan di hayati bagi masyarakat yang telah lama mengenal tempe.

Tempe yang dibuat dari kedelai melaluyi tiga tahap yaitu :
  1. Hidrasi dan pengemasan biji kedelai dengan di rendam beberapa lama (untuk daerah tropis kira-kira semalam)
  2. Sterilisasi terhadap sebagian biji kedelai
  3. Fermentasi oleh jamur tempe yang diinokulasikan segera setelah strerilisasi Jamur tempe yang banyak di gunakan ialah Rhizopus oligosporus

Fermentasi tempe mampu menghilangkan zat-zat yang tidak diinginkan yang terdapat pada kedelai. tempe memiliki kandungan vitamin B12yang sangat tinggi yaitu 3,9 - 5,0 9/100 gr.
Selain vitamin B12 , tempe juga mengandung vitamin B lainnya, yaitu niasin dan riboflavin (Vit B2). Tempe juga mampu mencukupi kebutuhan kalisium sebanyak 20 % dan zat bezi 56% dari standar gizi yang di anjurkan . Kandungan protein dalam tempe dapat menggantikan daging dalam susunan menu seimbang.

Nah itulah sedikit pembahasan tentang Penjelasan Mengenai Fermentasi Tempe yang sempat saya bagikan kepada anda , semoga saja materi ini berguna dalam membantu keperluan akademik anda, Jika anda ingin melihat materi lainnya silahkan klik disini. Saya mengucapkan terima kasih banyak atas kunjungan anda di blog sederhana ini, jangan lupa untuk membagikan materi ini ke teman atau kerabat terdekat anda dengan melalui social media yang kalian miliki karena secara aotomatis materi ini akan tersimpan didalam beranda anda.

Oh iyya untuk sekarang labsmk.com akan sangat berterima kasih kepada anda jika anda senantiasa mengklik satu iklan yang ada pada blog ini , maka dengan itu labsmk akan semakin update dalam memberikan sedikit pengetahuan yang mungkin anda butuhkan untuk kedepannya , makasih pembaca yang baik selalu meninggalkan koment dan dan membagikan artikel ini ke social media milik anda

----Selamat Mencatat----


EmoticonEmoticon