Pengaruh Suhu Pada Kehidupan Mikroba

Suhu merupakan salah satu faktor penting dalam kehidupan mikroba. Beberapa mikroba dapat tumbuh pada kisaran suhu yang luas . Berkait dengan suhu pertumbuhan dikenal suhu minimum,maksimum,dan optimum. Suhu minimum adalah suhu yang paling rendah di mana kegiatan mikroba masih berlangsung . Suhu optimum adalah suhu yang paling baik untuk kehidupan jasad, Sedangkan suhu maksimum adalah suhu tinggi yang masih dapat menumbuhkan mikroba tetapi pada tingkat kegiatan fisiologi yang paling rendah.

Atas dasar suhu pertumbuahannya, mikroba dapat dibedakan menjadi 3 golongan yaitu psikrofil,mesofil,dan termofil. Mikroba psikrofil/kriofil dapat tumbuh pada suhu antara 0 derajat celcius sampai 30 derajat celcius, dengan suhu optimum 15 derajat celcius.


Kebanyakn tumbuh di tempat-tempat dingin baik di daratan maupun di lautan. Jasad mesofil mempunyai suhu optimum antara 25 sampai dengan 37 derajat celcius, dengan suhu minimum 15 derajat celcius dan suhu maksimum antara 45 sampai dengan 55 derajat celcius. Jasad ini banyak hidup dalam saluran pencernaan,tanah,dan perairan. Mikroorganisme termofil adalah golongan jasad dengan suhu pertumbuhan antara 40 sampai dengan 75 derajat celcius dengan suhu optimum 55 sampai dengan 60 derajat celcius.

Pada pertumbuhan antara 40 sampai dengan 75 derajat celcius dengan suhu optimum 55 sampai dengan 60 derajat celcius. Pada jasad termofil dikenal pula stenotermofil (termofil obligal), yaitu mikroba yang dapat tumbuh baik pada suhu 60 derajat celcius dan tidak dapat tumbuh pada suhu 30 derajat celcius dan euritermofil (termofil fakultatif) yaitu yang mampu tumbuh di bawah 30 derajat celcius

Jasad yang ditumbuhkan pada suhu di atas suhu masimumnya ,protein dan enzim dalam selnya akan mengalami denaturasi yang mengakibatkan terhentinya proses metabolisme . Suhu yang diperlukan untuk membunuh mikroorganisme. Suhu yang diperlukan untuk membunuh mikroorganisme dipengaruhi oleh berbagai faktor, dan waktu yang dibutuhkan untuk membunuh mikroorganisme pada suhu tertentu di sebut waktu kematian ternal. Misalnya Clostridum perfrigens dalam larutan garam 0,085% terbunuh pada suhu 100 derajat celcius selama 10 menit, sedangkan pada suhu 95 derajat celcius membutuhkan waktu 15 menit.

Koposisi medium juga mempengaruhi ketahanan mikroorganisme terhadap pemanasan. Spora Clostridium botulinum dalam larutan pepton dengan suhu 100 derajat celcius terbunuh dalam waktu 100 menit.

Nah itulah sedikit pembahasan tentang Pengaruh Suhu Pada Kehidupan Mikroba yang sempat saya bagikan kepada anda , semoga saja materi ini berguna dalam membantu keperluan akademik anda, Jika anda ingin melihat materi lainnya silahkan. Saya mengucapkan terima kasih banyak atas kunjungan anda di blog sederhana ini, jangan lupa untuk membagikan materi ini ke teman atau kerabat terdekat anda dengan melalui social media yang kalian miliki karena secara aotomatis materi ini akan tersimpan didalam beranda anda.

Oh iyya untuk sekarang labsmk.com akan sangat berterima kasih kepada anda jika anda senantiasa memberikan sedikit pengetahuan yang mungkin anda butuhkan untuk kedepannya , makasih pembaca yang baik selalu meninggalkan koment dan dan membagikan artikel ini ke social media milik anda

----Selamat Mencatat----

0 Response to "Pengaruh Suhu Pada Kehidupan Mikroba"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel