Monday, October 30, 2017

Fungsi Kolom Kromatografi (Chromotography Column)

Kolom Kromatografi
Kolom kromatografi menyerupai pipa lurus dengan atau tampa kran pada ujung bawah. kolom kromatografi ini terbuat dari gelas. Kegunaan kolom ini adalah untuk memisahkan dua campuran senyawa atau lebih dengan cara melewatkan kolom tersebut.

Kolom Kromatografi

Kromatografi merupakan suatu nama yang diberikan untuk teknik pemisahan tertentu. Kromatografi pertama kali di perkenalkan oleh Michael Tsweet pada tahun 1903 yang merupakan seorang di ahli botani dari rusia. Dalam percobaannya Michael Tsweet berhasil memisahkan klorofil dan pigmen pigmen warna lain dalam ekstrak tumbuhan dengan menggunakan serbuk kalsium karbonat yang di isikan ke dalam kolom kaca dan petroleum eter sebagai pelarut. Proses pemisahan itu di awali dengan menempatkan larutan cuplikan dengan menempatkan larutan cuplikan pada permukaan atas kalsium karbonat, kemudian di alirkan pelarut petroleum eter, dan hasilnya berupa pita pita warna yang terlihat sepanjang kolom sebagai hasil pemisahan komponen-komponen dalam ekstrak tumbuhan. Cara asli telah diketengahkan pada tahun 1903 oleh Tsweet, ia telah menggunakannya untuk menggunakan pemisahan senyawa-senyawa yang berwarna, dan nama kromatografi diambil dari senyawa yang berwarna. Meskipun demikian pembatasan untuk senyawa-senyawa yang berwarna tak lama dan hampir kebanyakan pemisahan-pemisahan secara kromatografi sekarang diperuntukkan pada senyawa-senyawa yang tak berwarna, termasuk gas.


Kromatografi adalah suatu teknik pemisahan molekul berdasarkan perbedaan pola pergerakan antara fase gerak dan fase diam untuk memisahkan komponen (berupa molekul) yang berada pada larutan. Atau kromatografi adalah proses melewatkan sampel melalui suatu kolom, perbedaan kemampuan absorpsi terhadap zat-zat yang sangat mirip mempengaruhi resolusi zat terlarut dan menghasilkan apa yang di sebut kromatogram. Pada dasarnya, semua kromatografi menggunakan dua fase yaitu satu fase tetap (stationary) dan yang lain fase bergerak (mobile). Pemisahan-pemisahan tergantung pada gerakan relative dari dua fase ini. Cara-cara kromatografi dapat digolongkan sesuai dengan sifat-sifat fase tetap, yang dapat berupa zat padat atau zat cair. 

Jika fase tetap berupa zat padat maka cara tersebut dikenal sebagai kromatografi serapan, jika zat cair dikenal sebagai kromatografi partisi. Karena fase bergerak dapat berupa zat cair atau gas maka semua ada empat system kromatografi. Prinsip pemisahan kromatografi yaitu adanya distribusi komponen-komponen dalam fasa diam dan fasa gerak berdasarkan perbedaan sifat fisik komponen yang akan dipisahkan.


Kapasitas yang tersedia untuk alat ini adalah :
  1. Kapasitas 15 cm dengan diameter 10 mm.
  2. Kapasitas 20 cm dengan diameter 15 mm.
  3. Kapasitas 30 cm dengan diameter 20 mm.
  4. Kapasitas 40 cm dengan diameter 25 mm.
  5. Kapasitas 45 cm dengan diameter 30 mm.
  6. Kapasitas 50 cm dengan diameter 40 mm.
  7. Kapasitas 60 cm dengan diameter 40 mm.
  8. Kapasitas 100 cm dengan diameter 40 mm.
  9. Kapasitas 115 cm dengan diameter 50 mm.
  10. Kapasitas 180 cm dengan diameter 100 mm.

Nah itulah sedikit pembahasan tentang Fungsi Kolom Kromatografi (Chromotography Column) yang sempat saya bagikan kepada anda , semoga saja materi ini berguna dalam membantu keperluan akademik anda, Jika anda ingin melihat materi dan fungsi alat lainnya silahkan klik disini. Saya mengucapkan terima kasih banyak atas kunjungan anda di blog sederhana ini, jangan lupa untuk membagikan materi ini ke teman atau kerabat terdekat anda dengan melalui social media yang kalian miliki karena secara aotomatis materi ini akan tersimpan didalam beranda anda.
----Selamat Mencatat----


EmoticonEmoticon