Thursday, September 28, 2017

Hal Yang Perlu Diperhatikan Untuk Mengurangi Potensi Bahaya Dalam Praktikum Laboratorium

Sebelum melakukan kegiatan praktikum dilaboratorium, kita harus mengenali kemudian kita mengambil tindakan demi keselamatan kerja yang berkaitan dengannya. Satu hal yang juga tidak kalah penting adalah mengenali tindakan-tindakan yang harus dilakukan ketika terjadi suatu keadaan darurat/bahaya. Amati dan perhatikan setiap proses yang dilaksanakan pada praktikum, cobalah mengenali apa saja kemungkinan-kemungkinan yang dapat menimbulkan bahaya terhadap kesehatan.



Amati dan perhatikan juga bahan-bahan kimia yang akan digunakan untuk praktikum, kemudian kenali sifat-sifat kimia dan fisika bahan tersebut serta potensi bahaya yang dapat ditimbbulkannya. Bagaimana bahan kimia tersebut digunakan, bagaimana jika bahan kimia tersebut  mengenai kulit kita secara langsung dan bagaimana pula cara mencucinya perlu diperhatikan dengan baik. Peralatan yang akan digunakan juga harus diperhatikan, karena potensi bahaya juga dapat datang dari peralatan yang dipergunakan. Beberapa bahaya juga dapat ditimbulkan dari adanya kombinasi antara cara kerja, baha kimia, peralatan yang digunakan dan lingkungan dimana kita melakukan praktikum.



Beberapa hal berikut mungkin dapat diperhatikan untuk mengurangi potensi timbulnya bahaya dalam praktikum di laboratorium :
  1. Menggunakan bahan kimia sesedikit mungkin. Carilah cara-cara untuk mereduksi/mengurangi penggunaan bahan kimia berbahaya. Misalnya, untuk melakukan uji kualitatif yang biasanya menggunakan tabung reaksi berukuran 10ml dapat digunakan tabung reaksi yang ukurannya 5 ml. Demikian juga dengan cara mereduksi penggunaan larutan, misalnya biasanya digunakan 5ml larutan kemudian diganti dengan 2 ml larutan. Penggunaan bahan kimia yang lebih sedikit dengan cara mengurangi ukuran sampel atau dapat juga dengan mengurangi konsentrasi larutan yang digunakan.
  2. Sedapat mungkin hindari penggunaan bahan-bahan kimia berbahaya/ bersifat toksik. Jika memungkinkan juga bahan-bahan kimia berbahaya dapat digantikan dengan bahan lain yang potensi bahayanya lebih kecil. Misalnya, dengan mengganti pelarut benzene dengan pelarut toluen.
  3. Berada dilokasi yang jauh dari peralatan yang sedang beroperasi atau dapat juga menggunakan peralatan pengendali jarak jauh (remote control). Pertimbangkanlah juga untuk menggunakan peralatan yang beroperasi secara otomatis jika memang praktikum tersebut sangat berbahaya untuk orang-orang yang berada didekat lokasi.
  4. Gunakan juga penghalang/ tabir antara sumber bahaya dengan posisi orang orang yang melakukan praktikum. Misalnya, pada saat melakukan pemanasan cairan yang mudah meletup, maka wadah larutan yang sedang dipanaskan harus diberi tutup.
  5. Mengenali dan menangani potensi bahaya kecelakaan dari sumbernya secara langsung. Misalnya jika terjadi percikan api liar yang menjulur ke luar, maka penyemprotan bahan pemadam kebakaran harus dari sumber api tersebut, bukan pada lidah apinya.
  6. Untuk hal-hal tertentu digunakan monitor elektronik sebagai pengganti pengamatan dengan mata secara langsung, terutama untuk hal-hal yang memancarkan sinar kuat atau sinar ultraviolet. Penggunaan monitor elektronik dapat mengurangi resiko kerusakan retina mata untuk jangka panjang.
  7. Pada proses tertentu yang mengandung potensi kecelakaan yang sangat tinggi, serahkan kepada operator yang telah terlatih dan memang khusus untuk menjalankan langkah praktikum tersebut.  Para operator yang telah terlatih secara khusus tersebut tentu sudah mengenali bahan-bahan dan proses berbahaya serta kemudian mengambil langkah-langkah untuk menghindari timbulnya kecelakaan kerja.
  8. Kebersihan ruangan harus selalu dijaga dengan baik. Kebersihan tempat kerja berpengaruh pada kehati-hatian dalam bekerja dan menghindarkan terjadinya kecelakaan yang membawa akibat cedera. Tempat kerja yang kotor dengan bahan kimia yang berbahaya dapat menimbulkan kontak langsung dengan kulit, sehingga dapat membahayakan kulit, terutama bahan kimia yang bersifat korosif.
  9. Apabila kulit terkena baha kimia, maka hendaklah harus segera dibersihkan agar tidak masuk kedalam pori-pori kulit. Jika bahan kimia tersebut tidak bereaksi eksotermis dengan air, maka dapat  langsung dicuci dengan air Akan tetap jika bahan kimia yang mengenai kulit adalah bahan kimia yang bereaksi eksotermis dengan air, maka sebelum dicuci dibersihkan dulu dengan kain serbet.
  10. Sirkulasi udara diruangan praktikum harus berjalan dengan lancer. Oleh karena itu ventilasi harus dalam jumlah yang memadai, maka dapat dipasang kipas pembuang udara (exhaust fan). Apabila dalam praktikum tersebut digunakan gas-gas yang lebih berat daripada udara, maka harus dipasang ventilasi desebelah bawah. Kebersihan udara dalam ruangan praktikum menjamin kesehatan pernapasan orang-orang yang berada didalamnya.
  11. Menggunakan selalu peralatan keselamatan kerja di laboratorium. Peralatan keselamatan kerja tersebut meliputi : jas praktikum, sepatu (bukan sandal), kacamata pelindung, sarung tangan, topi, dan lain-lain. Untuk praktikum yang melibatkan radiasi harus mengenakan jas khusus anti radiasi.
  12. Jika memungkinkan selalu periksakan kondisi kesehatan secara rutin kepada dokter yang memang khusus menangani pelaksanaan praktikum. Organ-organ vital seperti pernafasan, fungsi jantung, dan lain-lain akan diperiksa sesuai standar keselamatan yang telah ditentukan.
  13. Kampanyekan selalu program kesehatan dan keselamatan kerja di laboratorium. Jika memungkinkan tegakkan aturan bahwa sebelum menggunakan fasilitas laboratorium maka pengelola wajib memberikan penerangan/penjelasan kepada praktikan tentang bahaya dan keselamatan kerja. Demikian juga kepada para calon praktikan, wajib hadir dalam acara penjelasan bahaya dan keselamatan kerja. Tegakkan sanksi/denda kepada pihak yang nyata-nyata dengan sadar telah melakukan pelanggaran berkaitan dengan kesehatan dan keselamatan kerja di laboratorium.

Nah itulah sedikit pembahasan tentang Hal Yang Perlu Diperhatikan Untuk Mengurangi Potensi Bahaya Dalam Praktikum Laboratorium yang sempat saya bagikan kepada anda , semoga saja materi ini berguna dalam membantu keperluan akademik anda, Jika anda ingin melihat materi lainnya silahkan klik disini. Saya mengucapkan terima kasih banyak atas kunjungan anda di blog sederhana ini, jangan lupa untuk membagikan materi ini ke teman atau kerabat terdekat anda dengan melalui social media yang kalian miliki karena secara aotomatis materi ini akan tersimpan didalam beranda anda.
----Selamat Mencatat----


EmoticonEmoticon