Thursday, August 24, 2017

Jamur Yang Penting Dalam Fermentasi Bahan Makanan

Jamur merupakan mikrobia multiseluler yang banyak dimanfaatkan manusia dalam fermentasi maupun budidaya. Dalam bidang fermentasi umumnya yang digunakan adalah jamur berbentuk hifa dan dikenal dengan sebutan jamur. 


Contohnya pada pembuatan tempe,angkak dan kecap, Sedang yang dibudidayakan untuk diambil badan buahnya dikenal sebagai cendawan, misalnya jamur tiram,jamur merang,jamur kuping dan sebagainya.



Ada beberapa jenis jamur yang memiliki kedudukan penting dalam fermentasi, antara lain sebagai berikut :

  1. Aspergillius niger. Jamur ini digunakan dalam pembuatan asam sitrat. Asam sitrat merupakan salah satu asam organik yang banyak digunakan dalam bidang pangan, misalnya pada pembuatan permen dan minuman kemasan. Jamur ini sering mengontaminasi makanan, misalnya roti.
  2. Rhixopus oryzae. Jamur ini penting pada pembuatan tempe. Aktifitas jamur Rhizopus menjadikan nutrisi pada tempe siap dikomsumsi manusia. Aktifitas enzim yang dihasilkan menjadikan protein terlarut meningkat. Aktifitas enzim yang dihasilkan menjadikan protein terlarut meningkat. Produk tempe kini juga telah dikembangkan menjadi produk isoflavon yang penting bagi kesehatan.
  3. Neurospora sitophilia. Jamur ini merupakan sumber beta karoten pada fermentasi tradisional. Produk oncom yang dikenal di Jawa Barat adalah hasil fermentasi yang dilakukan oleh Neusospora Sitophila. Produksi spora untuk sumber beta karoten yang dapat disubtitusikan pada makanan juga telah diteliti. Selain mampu memberikan asupan, beta karoten juga merupakan sumber warna yang cukup menarik.
  4. Monascus purpureus. Jamur ini di kalangan mikrobiologi jarang dikenal karena produk yang dihasilkan. Mula pertama jamur ini di temukan dijawa namun menjadi produk utama Cina dengan nama ankak. Angkak adalah fermentasi pada beras. Jamur ini menghasilkan pewarna alami yang umumnya digunakan pada masakan Cina. Saat ini ditemukan adanya zat aktif pada angkak yang dapat membantu kesehatan dan telah dikemas dalam bentuk kapsul.
  5. Penicillium sp. Jamur ini paling terkenal karena kemampuannya menghasilkan antibiotika yang disebut penisilin. Sejak pertama kali dikenal terus digunakan sampai sekarang. Jamur penghasil anti biotika ini telah banyak diketahui sehingga ragam antibiotikapun semakin banyak. Selain untuk pembuatan antibiotika,spesies yang lain juga digunakan dalam pembuatan keju khusus.


Nah itulah sedikit pembahasan tentang Jamur Yang Penting Dalam Fermentasi yang sempat saya bagikan kepada anda , semoga saja materi ini berguna dalam membantu keperluan akademik anda, Jika anda ingin melihat materi lainnya silahkan klik disini. Saya mengucapkan terima kasih banyak atas kunjungan anda di blog sederhana ini, jangan lupa untuk membagikan materi ini ke teman atau kerabat terdekat anda dengan melalui social media yang kalian miliki karena secara aotomatis materi ini akan tersimpan didalam beranda anda.
----Selamat Mencatat----


EmoticonEmoticon