Wednesday, June 14, 2017

Pengertian Validitas Dalam Ilmu Kesehatan

Tags

PENGERTIAN VALIDITAS
Validitas adalah kemampuan dari tes penyaringan untuk memisahkan mereka yang betul-betul menderita terhadap mereka yang betul-betul sehat atau dengan kata lain besarnya kemungkinan untuk menempatkan setiap individu pada keadaan yang sebenarnya. Validitas ditentukan dengan melakukan pemeriksaan diluar test penyaringan untuk diagnosa pasti, dengan ketentuan bahwa biaya dan waktu yang digunakan pada setiap pemeriksaan diagnostik lebih besar dari pada yang dibutuhkan pada penyaringan. 



Dianostik lebih besar dari pada yang dibutuhkan pada penyaringan. Ada dua komponen yang menentukan besarnya tingkat validitas yakni :

  1. Nilai sentivitas, yaitu kemampuan dari suatu tes penyaringan yang secara benar menempatkan mereka yang betul-betul menderita pada kelompok penderita.
  2. Nilai spesifitas, yaitu kemampuan dari tes tersebut yang secara benar menempatkan mereka yang betu-betul tidak menderita pada kelompok sehat.
Besarnya nilai kedua parameter tersebut tentunya ditentukan dengan adanya alat diagnostik diluar tes penyaringan . Kedua nilai tersebut saling  mempengaruhi satu dengan lainnya, yakni bila nilai sentivitasnya meningkat maka nilai spesifitasnya akan menurun dan sebaliknya. Untuk menentukan batas standar yang digunakan pada tes penyaringan , harus ditentukan tujuan penyaringan apabila mengutamakan semua yang dicurigai menderita dapat terjaring termasuk yang tidak menderita , atukah mengarah ke memilih hanya mereka betul-betul sehat.


Untuk kepentingan validitas diperlukan beberapa perhitungan tertentu :
  1. Positif sebenarnya, yaitu mereka yang oleh tes penyaringan dinyatakan positif menderita dan yang kemudian didukung oleh diagnosa klinik yang positif.
  2. Positif palsu, yaitu mereka yang oleh tes penyaringan dinyatakan menderita tetapi pada diagnosa klinik dinyatakan sehat/negatif.
  3. Negatif sebenarnya, yaitu mereka yang pada tes penyaringan dinyatakan sehat dan pada tes penyaringan dinyatakan sehat dan pada diagnosa klinik ternyata betul sehat.
  4. Negatif palsu yaitu mereka yang pada suatu tes penyaringan dinyatakan sehat tetapi oleh diagnosa klinik ternyata menderita.
Untuk menetapkan besarnya nilai sensitivitas dan spesifisitas suatu tes , harus dipertimbangkan beberapa hal tertentu.
  • Resiko adanya kasus yang tidak terjaring / lolos dari seleksi karena menolak diperiksa / tidak ikut berpartisipasi.
  • Besarnya biaya diagnosa klinik untuk menentukan penderita secara klinis terutama pada mereka dengan positif palsu.
  • Frekuensi penyaringan artinya kemungkinan pada penyaringan berikutnya akan mengambil kasus yang tidak terjaring pada saat ini.
  • Besarnya pravalensi penyakit dalam masyarakat yang menjadi sasaran tes.

Nah itulah sedikit pembahasan mengenai Validitas yang saya dapatkan dalam beberapa referensi perkuliahan, jika materi ini berguna silahkan anda sebarkan engan menggunakan social media yang kalian miliki maka juga akan secara otomatis materi ini tersimpan dalam beranda social media kalian. Dan jika kalian ingin melihat materi lainnya silahkan klik disini.
----Selamat Mencatat----


EmoticonEmoticon