Saturday, May 13, 2017

SNI Spesifikasi Bahan Penutup Sambungan Beton Dan Kuat Tekan Campuran Beraspal

SPESIFIKASI BAHAN PENUTUP SAMBUNGAN BETON TIPE ELASTIS TUANG PANAS SNI 03-4814-1998

RUANG LINGKUP :
Spesifikasi ini menetapkan bahan penutup sambungan beton tipe elastis tuang panas yang digunakan untuk menutup celah sambungan pada jalan beton, jembatan, dan bangunan lainnya.


RINGKASAN:
Bahan penutup sambungan adalah bahan untuk menutup celah sambungan antara dua bagian pelat beton yang berfungsi untuk mencegah masuknya air atau benda asing lainnya ke dalam celah sambungan beton. Penutup sambungan harus terbuat dari suatu campuran yang membentuk suatu bahan yang bersifat kenyal dan lekat, yang secara efektif dapat menutup dan melindungi sambungan beton selama pelayanannya. Selanjutnya campuran tersebut tidak akan mengalir atau melekat pada ban kendaraan akibat naiknya temperatur perkerasan jalan. Bahan penutup sambungan harus mempunyai konsistensi yang merata selama pelaksanaan penuangannya sehingga mampu secara sempurna menutup celah sambungan tanpa mengakibatkan terbentuknya rongga-rongga udara yang besar dan terputus atau rusaknya bahan penutup. Persyaratan fisik yang diuraikan dalam spesifikasi ini antara lain mengenai:

  1. Temperatur penuangan harus sedikitnya 11 derajat Celsius lebih rendah dari temperature pemanasan amannya; Penetrasi: pada temperatur 25 derajat Celsius, beban 15 gram dan selama lima detik tidak boleh melampaui 90 derajat Celsius.
  2. Ke lelehan : pada temperatur 600C tidak boleh melampaui 5 mm.
  3. Pelekatan: bahan penutup harus pada temperature 17,8 derajat Celsius selama lima siklus penuh. Jika berbentuk suatu retakan, pemisahan atau bukaan lainnya pada saat pelaksanaan pengujian yang melebihi ke dalam 6,4 mm, akan dianggap sebagai kegagalan dari bahan yang diuji. Kedalaman retak, pemisahan atau bukaan diukur tegak lurus terhadap sisi bahan penutup yang menunjukkan kerusakan.
  4. Jika percobaan pertama tidak memenuhi persyaratan pelekatan, lakukan percobaan pelekatan terhadap benda uji yang baru. Harus diperhatikan untuk pengujian ulang temperature pemanasan amannya lebih tinggi 11 derajat Celsius dari temperatur yang digunakan pada pengujian yang gagal sebelumnya. Temperatur maksimum pada pengujian ulang tetap harus 11 derajat Celsius di bawah temperatur pemanasan aman.


METODE PENGUJIAN KUAT TEKAN CAMPURAN BERASPAL SNI 03-6758-2002

RUANG LINGKUP
Metode pengujian ini dimaksudkan untuk menentukan kuat tekan campuran aspal panas yang digunakan untuk lapis permukaan dan lapis pondasi jalan.


RINGKASAN
Metode pengujian sebagai acuan dalam pelaksanaan pengujian kuat tekan campuran beraspal dengan maksud untuk menentukan kuat tekan campuran aspal panas yang digunakan untuk lapis permukaan dan lapis pondasi jalan.

Peralatan yang digunakan antara lain :
  • cetakan dan piston;
  • penyangga;
  • mesin penguji;
  • oven;
  • alat pemanas;
  • penangas air;
  • penangas udara;
  • timbangan.

Proses pengujian antara lain :
  1. buat benda uji percobaan untuk menentukan berat sebenarnya;
  2. panaskan semua agregat yeng telah ditimbang sampai suhu (124 ± 3)° C dan aduk secara kering;
  3. panaskan aspal sebanyak yang dibutuhkan campuran sampai suhu (124 ± 3)° C atau bila masukan campuran pada cetakan;
  4. lakukan pengujian terhadap benda uji dengan tekanan aksial tanpa tekanan-tekanan samping dengan kecepatan 1,3 mm permenit per 25 mm tinggi benda uji.

Nah itulah beberapa spesifikasi bahan dalam materi pengenalan bahan yang telah saya dapatkan dan saya tuangkan sebagai contoh yang bersumber dan berpatokan pada aturan SNI indonesia tersebut. Jika materi ini bermanfaat silahkan anda sebarkan memlalui social media kalian
----Selamat Mencatat----


EmoticonEmoticon