Wednesday, April 19, 2017

Teori Golongan Darah Rhesus (Rh+) Dalam Kehidupan

GOLONGAN DARAH RHESUS
Selain golongan darah AB0 dan MN, dikenal pula golongan darah rhesus. Disebut rhesus karena pertama kali ditemukan didalam eritrosit kera rhesus. Orang yang mempunyai antigen Rh dipermukaan eritrositnya digolongkan Rh+ (rhesus positif), Tubuh orang yang bergolongan darah Rh+ tidak dapat membentuk antibodi yang melawan antigen Rh. Sebaiknya, orang yang tidak memiliki antigen Rh dipermukaan eritrositnya digolongkan Rh- (rhesus negatif) . Tubuh orang yang bergolongan darah Rh- dapat membentuk antibodi antigen Rh.


Jika orang bergolongan darah Rh- mendapat darah Rh+ , tubuhnya akan membentuk antibodi antigen Rh, yaitu antibodi yang akan melawan antigen pada permukaan yang akan melawan antigen pada permukaan eritrosit golongan Rh+. Kemampuan membentuk anti bodi ini tidak alami, artinya belum ada sejak lahir . Tubuh baru mengeluarkan antibodi pelawan Rh+ jika mendapatkan antigen Rh+,

Misalkan seorang ibu memiliki Rh- mengandung bayi yang bergolongan darah Rh+. Meskipun darah ibu dan anak tidak bercampur karena terhalang plasenta didalam kandungan, tetapi ada eritrosit bayi yang masuk kedalam tubuh ibunya. Karena itulah tubuh ibu itu membentuk antibodi Rh+. Antibodi ini "melawan" darah bayi yang mengandung antigen Rh. Biasanya, Anak pertama lahir dengan selamat karena proses "perlawanan" itu tidak begitu kuat.


Jika kemudian ibu tersebut mengandung anak kedua yang juga bergolongan darah Rh+ , antibodi yang telah terbentuk di dalam darah ibu akan masuk kedalam tubuh anaknya. Antibodi tersebut melawan antigen Rh pada eritrosit anak. Eritrosit bayi akan menggumpal (mengalami aglutinasi). Bayi tersebut menderita gangguan darah yang dikenal sebagai eritroblastosis fetalis, yakni penyakit anemia (krang darah) karena sel-sel eritlosit berkurang. Akibatnya pertukaran gas terganggu. Penyakit ini dapat mematikan , tergantung pada parahnya reaksi.

Perlu diketahui bahwa gangguan darah tersebut hanya terjadi jika ibu mempunyai Rh- dan bayi yang di kandungnya (fetus) mempunyai Rh+. Jika ibu mempunyai Rh+ dan fetus mempunyai Rh-, tidak akan terjadi gangguan darah baik pada bayi maupun pada ibu. Darah ibu tidak terganggu karena gangguan dari antibodi pelawan Rh+ darah fetus jumlahnya kecil, sehingga tubuh ibu dapat mengatasinya.


Faktor rhesus diatur oleh satu gen yang terdiri dari dua alel, yaitu Rh yang dominan dan Rh yang resesif. Genotipe atau Rhrh, sedangkan genotipe orang yang bergolongan darah Rh- adalah rhrh.


Nah itulah sedikit materi tentang golongan darah rhesus  (Rh+) semoga saja materi kali ini dapat memberikan kalian sedikit pengetahuan tentang segala jenis macam darah manusia.
----Selamat Mencatat----


EmoticonEmoticon