Wednesday, April 26, 2017

Mutasi dan Perubahan Susunan DNA

MUTASI DAN PERUBAHAN SUSUNAN DNA
DNA berperan penting dalam menentukan sifat individu. Di dalam benang DNA terkandung blue print (cetak biru) kehidupan. Karena itu sel harus mempertahankan agar DNA tetap stabil dan tetap berada didalam inti.


Untuk melaksanakan fungsinya, DNA dikopi terlebih dahulu dan hasil kopiannya itulah yang melakukan sintesis polipeptida. Jadi, DNA tidak langsung terlibat dalam proses sintesis polipeptida. DNA hanya mengontrolnya. Selain itu, DNA memiliki kemampuan untuk mereparasi diri sendiri, jika mengalami kerusakan . Itu semua merupakan beberapa cara sel mempertahankan kemantapan DNA-nya.


Perubahan susunan DNA disebut mutasi demikian pula kesalahan dalam penerjemahan kode-kode genetika merupakan suatu mutasi.

1. Perubahan Susunan DNA














Perubahan satu basa saja pada suatu DNA dapat "mengacaukan" pesan-pesan genetika yang akan disampaikannya. Misalkan satu basa G pada gen terlepas maka akan mengubah seluruh kodon yang dibawa oleh RNA-d. Peristiwa perubahan DNA ini disebut mutasi. Terjadinya mutasi dapat menyebabkan terjadinya perubahan sifat yang diwariskan secara turun temurun.

2.Salah Penerjemahan













Selain karena perubahan pada DNA, mutasi dapat juga terjadi karena "Kesalahan Penerjemah" kode-kode genetika. Dalam peristiwa ini , DNA tidak berubah, tetapi RNA-t salah dalam menerjemahkan kodon. Misal kodon GAA yang seharusnya diterjemahkan menjadi asam glutamat, oleh RNA-t dibaca sebagai GUA yang diterjemahkan menjadi valin atau dibaca AAA yang diterjemahkan menjadi lisin. Akibatnya, polipeptida yang dihasilkan tidak sesuai dengan pesanan DNA.

Kesalahan penerjemah itu misalnya terjadi pada proses pembentukan hemoglobin. Hemoglobin yang normal seharusnya mengandung valin atau lisin sehingga menghasilkan sel sabit. Sel sabit menyebabkan kelainan disebut siklemia. Siklemia diwariskan kepada keturunannya. Peristiwa perubahan ini juga dikenal sebagai mutasi.

Mutasi dapat disebabkan oleh faktor dalam dan faktor luar. Faktor luar misalnya sinar x, radioaktif, dan zat-zat mutagenik (penyebab mutasi). Yang tergolong zat mutagenik misalnya asbes dan nikotin. Faktor dalam yaitu kondisi dari selitu sendiri.


Nah itulah beberapa teori tentang mutasi dan perubahan susunan DNA yang terjadi, jika materi kali ini berguna bagi kalian silahkan anda bagikan artikel ini ke teman-teman terdekat anda dan biarkan pengetahuan mengalir pada tangan dan pengetahuan kalian.
----Selamat Mencatat----


EmoticonEmoticon