Thursday, April 13, 2017

Cara Penjernihan dan Pemeriksaan Kesadahan Air

CARA PENJERNIHAN DAN PEMERIKSAAN KESADAHAN AIR
Air merupakan kebutuhan pokok bagi setiap kehidupan mahkluk untuk membantu proses metabolisme. Air juga mempunyai peranan penting sebagai zat pengatur suhu bagi kehidupan dan sebagai bahan pelarut untuk beberapa senyawa tertentu . Air yang ada dipermukaan bumi ini dapat berasal dari mata air sumur, sungai,danau,telaga, dan sebagainya. Tetapi kenyataan dengan semakin padatnya jumlah penduduk , baik yang tinggal didaerah pedesaaan maupun didaerah perkotaan , dengan sumber daya alam yang semakin tebatas , maka sering terjadi pencemaran terhadap sumber air yang ada .



Pencemaran air sudah menjadi permasalahan yang cukup serius untuk diatasi , mengingat banyak diantara beberapa limbah industri maupun limbah dari rumah tangga tidak mendapatkan perhatian yang tepat, sehingga limbah-limbah tersebut dibuang sedemikian rupa tanpa melalui perlakuan yang khusus . Disamping itu dengan semakin banyaknya debit air sumber (artesis), sedangkan permintaan akan air bersih yang memenuhi persyaratan air minum semakin meningkat.

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk air minum antara lain :
  1. Bebas bakteri yang membahayakan kesehatan. Bakteri-bakteri yang mungkin terdapat dalam air adalah B. dysntri cholera, thypus,virus,dan cacing.
  2. Tidak berbau dan tidak mempunyai rasa.
  3. Jernih dan tidak berwarna.
  4. Tidak mengandung zat racun dan garam-garam, kecuali yang mengandung garam kalsium.
Air sumber yang ada umumnya dipakai untuk air minum terdapat dibawah permukaan bumi dan telah mengalami saringan alam. Dengan demikian air sumber telah bebas dari zat-zat padat yang tidak larut. Air sumber pada perusahaan air minum ini biasanya didestribusikan kerumah-rumah konsumen.

Dibeberapa daerah yang terbatas sumber airnya, terbiasa menggunakan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari. Air sungai umumnya terdiri dari berbagai macam zat terlarut atau terdispersi (lumpur) didalamnya. Agar air ini dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan hidup , maka perlu dilakukan pengolahan lebih lanjut yaitu dengan cara penjernihan dan pemeriksaan kualitas air. penjernihan ini dapat dilakukan dengan cara menyaring langsung air yang keruh dan dapat juga dengan cara mengendapkan dahulu lumpur-lumpur atau unsur-unsur logam yang terkandung didalam air iu dengan menggunakan bahan kimia, kemudian barulah dilakukan penyaringan.

Benda-benda yang tersuspensi dalam air dapat berupa bahan-bahan yang dapat mengendap , sampai pada bahan-bahan koloid yang lembut yang tidak akan berhenti kecuali benda-benda itu bersatu secara alamiah dan mengendap atau disatukan dengan bantuan bahan penggumpal. Salah satu sifat penting dari keadaan koloid bahwa partikel atau koloid itu sendiri masing-masing mempuyai muatan listrik.Misalnya tanah liat koloid dan bahan pewarna , keduanya mempuyai muatan negatif didalam air alam. Sehingga benda-benda itu tidak menyatu menjadi partikel yang lebih besar. Zat penggumpal yang digunakan dalam penjernihan air adalah tawas, sedangkan kapur atau soda abu sering digunakan untuk membentuk kebebasan yang cukup untuk menghasilkan flokulasi. Jadi, penggumpal adalah garam logam yang bereaksi dengan basa didalam air untuk menghasilkan kumpulan hidroksida logam yang tidak larut , dengan reaksi sebagai berikut :

Al2(SO4)3 + 3 Ca(HCO3)2 ----- 2Al(OH)3 + 3CaSO4 + 6CO2

Dengan cara yang terakhir ini sudah barang tentu lebih baik dari pada cara yang pertama . Penjernihan air dengan cara yang pertama yaitu langsung menyaring tampa melalui proses pengendapan secara kimiawi masih dapat diterima, meskipun sebenarnya masih diragukan kita tidak dapat melihat secara langsung endapan kolodial dari lumpur yang terkandung didalam air. Endapan semacam inilah yang tidak dapat disaring dengan menggunakan saringan biasa , sebab diameter kolodial itu ukurannya lebih kecil dari 10-6 mm.


Proses penjernihan air sungai terdiri dari tiga tahap, yaitu :
  1. Menjernihkan dengan menggumpalkan bagian-bagian yang sukar mengendap.
  2. Membunuh bakteri-bakteri yang berbahaya. Pencucihamaan air dilakukan dengan menggunakan senyawa klorinasi (kaporit) yang sasarannya untuk menghancurkan bakteri melalui daya germisida dan idorin terhadap bakteri. Didalam air klorin menghasilkan hidroklorit (HCl) dan asam hipoklorus yang merupakan desinfektan.
  3. Penambahan kapur atau soda untuk menghilangkan sifat asam dari air karena penambahan alumunium sulfat. Adanya logam-logam tertentu dalam air sering menimbulkan permasalahan dalam industri dan kesehatan manusia. Untuk maksud ini biasanya dilakukan pemeriksaan air terhadap angka kesadahan.
Air sadah adalah air yang mengandung larutan garam kalsium dan magnesium sedangkan air hujan dapat disebut dengan air lunak, bila kesadahan air itu hilang karena pemanasan disebut Kesadahan Sementara. 

Kesadahan air dapat dibagi menjadi 3 macam yaitu :
  1. Kesadahan sementara : disebabkan adanya bi karbonat dan zat ini mudah hilang jika dipanaskan.
  2. Kesadahan tetap disebabkan adanya garam CaSO4 dan MgCl. Garam ini dapat diendapkan dengan Na2CO3 dan NaOH.
  3. Kesadahan jumlah : jumlah dari kesadahan tetap dan sementara.
Sedangkan satuan kesadahan dapat dinyatakan dalam derajat prancis yaitu larutan yang mengandung 1 bagian CaCO3 dalam 100.000 bagian air. Derajat jerman menyatakan larutan yang mengandung 1 bagian CaO dalam 100.000 bagian air. Tingkat kesadahan antara 30-50 mg air lunak/liter air dapat mengakibatkan karat. Secara umum tingkat kelunakan air dapat aman antara 80 mg/liter air. Air yang lunak dapat menghemat pemakaian sabun dan memudahkan pencucian.

CARA KERJA PENJERNIHAN AIR
Alat-alat yang diperlukan :
  • Bak A yang dilengkapi dengan keran atau tidak.
  • Bak B berisi pasir halus, krikil dan ijuk.
  • Bak C penampungan air jernih.
Bahan-bahan yang diperlukan :
  • Kaporit (Ca0Cl2) 50 mg/5 liter air.
  • Alumunium sulfat (Al2(SO4)3 atau tawas 500 mg/5 liter air.
  • Kapur (CaO) 500 mg/5 liter air.
Cara Kerja :
  1. Bubuhkan tawas halus kedalam bak A yang berisi air sungai dan diaduk cepat selama 3 menit.
  2. Dalam waktu tidak lama akan terbentuk lonjot-lonjot halus dan biarkan selama 1 jam sehingga lonjot itu akan menjadi lebih besar dan akhirnya akan mengendap.
  3. Air yang agak jernih itu dialirkan kedalam bak B yang berisi alat penyaring terdiri dari : pasir,kerikil,ijuk,yang ketebalannya disesuaikan denganukuran bak.
  4. Air yang keluar dari bak B dialirkan ke bak C untuk selanjutnya ditambahkan larutan kaporit.
  5. Amati bau,warna,volume air yang didapat
  6. Masukkan kedalam tabel pengamatan.
TABEL PENGAMATAN :
Perlakuan
Pengamatan
Volume liter
Kekeruhan
Bau
Sirkulasi penyaringan (kali)
sebelum pengolahan




Sesudah penyaringan




Jumlah kehidranan air






Nah dengan demikian materi yang saya berikan ini dapat digunakan untuk melengkapi beberapa keperluan akademik kalian semoga dengan tulisan saya kali ii dapat membantu anda, jika ilmu ini berguna buat kalain sebagai rasa terima kasih tolong sebarkan materi ini keteman-teman atau kerabat kalian biar penulis semakin bersemangat dalam memberikan konten-konten yang menarik.
----Selamat Praktek----


EmoticonEmoticon