Friday, April 14, 2017

Cara Pemurnian Minyak Kelapa dan Peranan Trigliserida

CARA PEMURNIAN MINYAK KELAPA
Minyak kelapa merupakan jenis minyak yang anyak digunakan untuk sebagai macam keperluan baik dalam rumah tangga maupun dalam lingkungna industri . Namun dalam proses pembuatan minyak kelapa masih banyak dijumpai rendahnya mutu minyak tersebut , akibat cara penanganan yang tidak tepat . Dalam minyak kelapa yang kasar biasanya terkandung beberapa senyawa berikut yaitu berupa partikel kasar, asam lemak bebas, zat warna, senyawa pemberi odor dan gliserida yang bertitik didih tinggi.


Untuk mendapatkan kualitas minyak kelapa yang baik sesuai dengan tautan pemanfaatannya, maka perlu parlu dilakukan proses pemurnian dengn tujuan untuk membebaskan minyak kelapa dari kandugan senyawa yang merugikan secara kimiawi maupun senyawa visual. Proses pemurnian minyak meliputi beberapa tahap yaitu :

Menghilangkan Asam-asam Lemak Bebas
Asam lemak bebas ini berasal dari hasil hidrolisa senyawa trigliserida dalam minyak. Tingkat hidrolisa senyawa  trigliserida ini akan menentukan konsentrasi asam lemak dalam minyak. Asam-asam lemak yang terbentuk sangat reaktif dan sangat mudah mengalami oksidasi yang akhirnya menghasilkan senyawa aldehid atau keton yang menimbulkan bau tidak enak (tengik).


Keberadaan asam lemak dalam minyak sangat sulit dipisahkan secara visual dengan senyawa triliseridanya, karena mempunyai sifat yang hampir sama. Pemisahan ini dapat dilakukan dengan cara merubah sifat asam lemak menjadi larut dalam air yaitu dengan cara menyabunkan  (direaksikan dengan menggunakan NaOH), tetapi senyawa trigliseridanya dijaga agar tidak ikut tersabunkan . Dengan demikian sangat penting diketahui secara tepat jumlah asam lemak yang ada di dalam minyak yaitu dengan cara menentukan angka asam adalah mgr NaOH atau KOH yang digunakan untuk menetralkan asam lemak bebas dalam1 gram minyak.

Netralisasi
Merupakan proses yang bertujuan untuk menetralkan asam-asam lemak bebas dengan memberikan larutan NaOH kedalam minyak kasar, tanpa merubah sifat asli trigliseridanya. Dengan demikian sangat diperlukan perhitugan yang tepat dan benar didalam memberikan sejumlah NaOH yang sudah diketahui dari penentuan angka asamnya . 


Proses ini dilakukan dengan melarutkan NaOH secara perlahan-lahan sambil diaduk rata , agar larutan NaOH secara cepat dan tepat dalam bereaksi dengan asam lemak bebasnya. Apabila pengadukan lambat dan larutan NaOH terlalu pekat, akan dapat menyebabkan ikuttersabunnya senyawa trigliserida menjadi sabun yang tidak diharapkan . Selanjutnya sabun yang terbentuk dari asam lemak bebas itu dapat dipisahkaan dengan melarutkan dalam air panas.

Penghilangan Warna
Warna dalam minyak dapat disebabkan oleh adanya beberapa senyawa dan partikel tentu yang memberikan warba khusus dalam minyak. Senyawa-senyawa pemberi warna ini dapat dihilangkan dengan menambahkan arang aktif (charcoal) atau clay, yang kemudian diikuti dengan proses penyaringan.


Dari beberapa penjelasan dan tahapan diatas maka untuk melakukan pengujian atau cara pemurnian minyak kelapa ini haruslah menyiapkan beberapa hal yang diperlukan untuk pengujian tersebut, berikut persiapannya :


Bahan-bahan yang diperlukan :

  • Minyak kasar
  • Larutan soda (NaOH) 0,1 N
  • Arang aktif
  • Clay
  • Alkohol 96%
  • Indikator M.O
Alat-alat yang diperlukan
  • Buret
  • Kompor listrik
  • Thermometer
  • Pendingin balik
  • Pipet ukur
  • Timbangan
  • Gelas ukur
  • Alat pengaduk
  • Corong pemisah
  • Pompa vacum
  • Beaker glass
  • Krousibel
  • Botol timbang
  • Waterbath
Cara Kerja :
PENENTUAN ANGKA ASAM
  1. Timbang dengan tepat 10-15 gram minyak kelapa dengan botol timbang, pindahkan secara kuantatif kedalam erlenmeyer 250 ml.
  2. Tambahkan alkohol 95% sebanyak 50 ml kedalamnya.
  3. Panaskan diatas waterbath dengan ditutup pendingin balik,sampai mendidih selama 5 menit sambil di gojog.
  4. Tambahkan indikator PP 2-3 tetes dan titrasi dalam keadaan panas dengan larutan NaOH 0,1 N hingga terbentuk warna merah mudah yang tidak hilang selama 60 detik.
  5. Catatlah banyaknya NaOH yang dibutuhkan
RUMUS

                           ml NaOH x 0,1 N x 40
Angka Asam = ---------------------------------

                                  Gram minyak

Setelah data telah didapatkan berikutnya masukkan kedalam tabel pengamatan untuk dijadikan patokan pengujian berikutnya.

Tabel Data pengamatan
Ulangan
Minyak gram
Hasil titrasi ml NaOH 0,1 N
Angka asam
1



2



3



4



5



6



7



8



9



10



Rata-rata





Nah itu lah tahap awal dalam melakukan pemurnian minyak kelapa, untuk tahap berikutnya saya akan melanjutkannya dengan cara kerja netralisasi minyak dan penghilangan warna, semoga saja kita dapat bertemu diartikel berikutnya dan mudah-mudahan artikel kali ini dapat membantu keperluan akademik kalian.
----Selamat Praktek----


EmoticonEmoticon