Wednesday, March 22, 2017

Cara Uji Serat Kasar Pada Sampel Bahan Pangan

Serat kasar 
Serat atau selulosa tergolong karbohidrat golongan polisakarida . Berbeda dengan sifat pati ,selulosa tidak bisa dihidrolsa menjadi gula oleh asam kuat .Pemecahan selulosa menjadi gula bisa dilakukan dengan menggunakan enzim selulase. Analisa uji serat kasar biasanya dilakukan dengan cara gravimetri . Serat pada umumnya terdapat dalam jaringan tanaman bersama-sama zat pektin ,lignin dan senyawa lain. Oleh karena itu, untuk mendapatkan serat murni perlu dilakukan pendidihan kedua menggunakan basa kuat NaOH . Kedua pendidihan tersebut untuk memisahkan lemak dengan cara pencucian menggunakan alkohol. Untuk memperoleh berat serat kasar dilakukan pengeringan.


Dari penjelasan singkat diatas kita dapat melakukan pengujian dengan menyiapkan alat dan bahan yang digunakan untuk melakukan analisa serat kasar pada sampel bahan pangan berikut persiapannya :


Alat-alat :

  • timbangan analitik (neraca)
  • botol timbang
  • erlenmeyer
  • gelas ukur
  • kompor listrik
  • pendingin
  • corong
  • spatula
  • kertas saring
  • beaker glass
  • oven
Bahan-bahan :
  • tepung beras
  • H2SO4 0,255 N
  • kertas pH
  • NaOH 0,313 N
  • K2SO4 10%
  • alkohol 96%
Dengan menyiapkan seluruh alat dan bahan yang akan digunakan maka tahap berikutnya adalah melakukan pengujiannya , berikut cara kerja dari pengujian kadar serat pada sampel bahan pangan

Cara kerja :
  1. Haluskan sampel sehingga bisa disaring menggunakan ayakan berukuran 1 mm dan campurkan baik-baik.
  2. Timbang 2 gram bahan , lalu masukkan kedalam erlenmeyer 600 ml , berikutnya tambahkan 200 ml larutan asam sulfat H2SO4 0,255 N.
  3. Pasangkan / letakkan dibawah pendingin balik dan didihkan selama 30 menit.
  4. Saring suspensi melalui kertas saring dan residu yang tertinggal didalam erlenmeyer dicuci dengan air mendidih (aquadest) . Cucilah residu dalam kertas saring sampai air cucian tidak bersifat asam lagi (diuji dengan menggunakan kertas pH).
  5. Pindahkan secara kuantitatif residu pada kertas saring kedalam erlenmeyer kembali dengan spatula atau gelas pengaduk, dan sisanya dicuci dengan larutan NaOH 0,313 N mendidih sebanyak 200 ml sampai semua residu masuk kedalam erlenmeyer . Kemudian pasanglah dibawah pendingin balik dan didihkan selam 30 menit.
  6. Saringlah melalui kertas saring yang terlebih dahulu telah diketahui beratnya sambil dicuci dengan larutan K2SO4 10% 100 ml, cuci lagi dengan air mendidih 100 ml dan terakhir dengan 15 ml larutan alkohol 96%.
  7. Keringkan kertas saring pada suhu 105 derajat celcius sampai beratnya konstan 
Berat residu = berat serat kasar dalam kertas saring


Tabel Pengamatan Uji Serat Kasar 

"catatan"
Jika contoh (sampel) mengandung lemak/minyak maka lemak/minyak tersebut diektraksi lebih dahulu dengan cara soxlet.

Nah itulah cara kerja uji serat kasar pada sampel bahan pangan yang saya ketahui jika kalian memiliki saran tentang analisa yang lainnya tolong tulis dikomentar di bawah yahh

----selamat praktek----


EmoticonEmoticon