Monday, January 30, 2017

MATERI Material Safety Data Sheet (MSDS)

Material Safety Data Sheet (MSDS)
Pemahaman Dasar MSDS Bahan Berbahaya dan Beracun
Apa yang dimaksud dengan Material Safety Data Sheet (MSDS)?



Sebuah Material Safety Data Sheet (MSDS) atau di Indonesia disebut Lembar Data Keselamatan Bahan (LDKB) adalah dokumen yang berisi informasi mengenai potensi bahaya (kesehatan, kebakaran, reaktifitas dan lingkungan) dan cara bekerja yang aman dengan produk kimia. Ini adalah titik awal yang penting untuk pengembangan program keselamatan dan kesehatan yang lengkap. MSDS juga berisi informasi tentang penggunaan, penyimpanan, penanganan dan prosedur darurat semua yang terkait dengan material. MSDS berisi lebih banyak informasi tentang materi daripada label. MSDS dipersiapkan oleh pemasok atau produsen bahan. Hal ini dimaksudkan untuk memberi tahu apa bahaya dari produk, cara menggunakan produk dengan aman, apa yang akan terjadi jika rekomendasi tidak diikuti, apa yang harus dilakukan jika terjadi kecelakaan, bagaimana mengenali gejala overexposure, dan apa yang harus dilakukan jika insiden terjadi.

Mengapa MSDS begitu sulit untuk mengerti?
MSDS dimaksudkan untuk dibaca oleh hygienists dan profesional K3. Sekarang MSDS dibaca juga oleh pengusaha, pekerja, supervisor, perawat, dokter, petugas darurat. Untuk memastikan bahwa pengguna MSDS dapat dengan cepat menemukan informasi yang mereka butuhkan, informasi dalam MSDS harus mudah dibaca dan ditulis dalam format yang jelas, tepat dan dapat dimengerti.


Bagi kebanyakan orang yang bekerja dengan produk dikendalikan, ada beberapa bagian dalam MSDS yang lebih penting daripada yang lain. Anda harus selalu membaca nama kimia, tahu bahayanya, memahami penanganan dan penyimpanan yang aman petunjuk, serta memahami apa yang harus dilakukan dalam keadaan darurat.
Persyaratan MSDS di tempat kerja
Berdasarkan peraturan pemerintah no.74 tahun 2001 tentang pengelolaan B3 pasal 11 yang berbunyi setiap orang yang memproduksi B3 wajib menyediakan MSDS. Pada pasal 12 menyatakan setiap penanggung jawab pengangkutan, penyimpanan, dan pengedaran B3 wajib menyertakan Lembar Data Keselamatan Bahan (Material Safety Data Sheet).

Kapan kita menggunakan MSDS?
Selalu ketahui bahaya dari suatu produk sebelum anda mulai menggunakannya. Anda harus melihat pada MSDS, cocokkan nama kimia pada wadah dengan nama bahan yang ada di MSDS, ketahui bahayanya, pahami petunjuk penanganan dan penyimpanan yang aman, serta memahami apa yang harus dilakukan dalam keadaan darurat.

Apa saja isi dari sebuah MSDS ?
Isi dari sebuah MSDS menurut Kepmenaker No.187/MEN/1999 tentang pengendalian bahan kimia berbahaya di tempat kerja yaitu ;

1. Identitas bahan dan nama perusahaan
2. Komposisi bahan
3. Identifikasi bahaya
4. Tindakan P3K
5. Tindakan penanggulangan kebakaran
6. Tindakan mengatasi tumpahan dan kebocoran
7. Penyimpanan dan penanganan bahan
8. Pengendalian pemajanan dan alat pelindung diri
9. Sifat fisika dan kimia
10. Stabiliatas dan reaktifitas bahan
11. Informasi toksikologi
12. Informasi ekologi
13. Pembuangan limbah
15. Informasi peraturan perundangan yang berlaku14. Pengangkutan bahan
16. Informasi lain yang diperlukan
Bagaimana Membaca & Menggunakan MSDS (LDKB)
hm sebagian besar orang pasti sudah paham bener apa sih MSDS ini atau dalam bahasa kita disebut nya LDKB (Lembar Data Keselamatan Bahan), ya tapi ndak apa2 lah sekedar berbagi informasi untu sama - sama belajar, kita mulai aja ya :) DEFINISI MSDS ( Material Safety Data Sheet) atau yang dalam Indonesia dikenal dengan nama LDKB (Lembar Data Keselamatan Bahan) merupakan sebuah dokumen yang wajib disertakan pada setiap bahan kimia, apapun jenis nya. 

Dokumen MSDS atau LDKB dibuat khusus tentang suatu bahan (kimia) mengenai pengenalan umum, sifat-sifat bahan, cara penanganan, penyimpanan, pemindahan dan pengelolaan limbah buangan bahan kimia tersebut. Berdasarkan isi dari MSDS maka dokumen tersebut harus diketahui dan digunakan oleh para pelaksana yang terlibat dengan bahan kimia tersebut yakni produsen, pengangkut, penyimpan, pengguna dan pembuang bahan kimia.. Data MSDS merupakan petunjuk standar keamanan dan keselamatan kerja. digunakan secara luas didalam industri, pengangkutan (logistik), laboratorium, serta pihak-pihak yang berhubungan dengan dengan bahan-bahan yang digunakan. 

Pengetahuan tentang dokumen MSDS ini dapat mendukung budaya terciptanya kesehatan dan keselamatan kerja. MSDS dibuat oleh berbagai pihak seperti produsen bahan, industri , institusi yang terkait dengan kesehatan dan keselamatan kerja bahkan perguruan tinggi. Dokumen ini disusun secara ringkas dan skematik agar mudah dipahami. Setiap dokumen diharuskan memberikan informasi yang benar dan akurat. Untuk MSDS suatu bahan yang dibuat dari beberapa penyusun sering berbeda dalam hal urutan penyajian, penonjolan dan prioritas materi, tidak memuat beberapa prosedur pendukung, atau detail proses yang berlaku standar tidak dituliskan secara lengkap. 

Meskipun demikian pengguna atau dapat merujuk MSDS dari beberapa sumber untuk dikomparasikan sehingga saling melengkapi. Terkait dengan kepentingan pembuat MSDS, dokumen mungkin menonjolkan uraian yang terkait dengan kepentingan mereka akan tetapi isi dari setiap MSDS memiliki kandungan yang sebagian besar sama. Di dalamnya terdapat beberapa informasi yang minimal ada pada MSDS secara umum yang terdiri dari 16 bab. 
Berikut penjelasan masing masing 

1. Product and Company Identification / Produk dan Identitas Perusahaan Sesuai dengan judul, bagian ini menjelaskan nama produk dan nama perusahaan pembuat produk tersebut. Nama produk adalah nama yang dikenal oleh masyarakat secara luas. Identitas perusahaan meliputi nama, alamat, dan nomor telepon perusahaan serta tanggal pembuatan dokumen MSDS tersebut. 

2. Composition/Information on ingredients / Komposisi /Informasi kandungan bahan Dalam bab ini menjelaskan deskripsi bahan/jenis, sifat, identitas, dan konsentrasi bahan penyusun produk yang dibuat. Nama bahan kimia masing-masing penyusun tercantum jelas beserta CAS number (Chemical Abstract Services) termasuk prosentase komposisi dan batas kandungan maksimal yang diijinkan (batas ambang berbahaya) dalam hubungannya kontak dengan tubuh manusia sesuai dengan standar internasional. Standar yang dipakai umumnya adalah ANSI atau OHSA Komposisi yang detail (tepat) biasanya tidak akan ditulis dalam dokumen MSDS mengingat hal ini merupakan rahasia perusahaan bagi produsen. Akan tetapi bahan yang secara umum digunakan harus dicantumkan. 

3. Hazards Identification / Identifikasi Bahaya Identifikasi bahaya potensi bahaya yang ditimbulkan diterangkan dalam bab ini. Potensi bahaya bisa berupa bahaya terhadap tubuh manusia / kesehatan, bahaa terhadap kebakaran dan bahaya terhadap reaktifitas dengan bahan lain. Sifat-sifat bahaya : · Bahaya Kesehatan Menjelaskan berbagai cara bahan kimia bisa memapar tubuh pengguna dengan beberapa cara misalnya penyerapan melalui kulit, pernafasan dan lainnya. Informasi tentang gejala dan akibat terhadap kesehatan apabila tubuh terjadi kontak dengan bahan tersebut seperti kejadian setelah : 

a. Efek terkena paparan yang berlebihan 
b. Kontak pada mata 
c. Kontak pada kulit 
d. Terhirup pada pernafasan

Bahaya kebakaran : Informasi ini menentukan bahan tersebut termasuk kategori bahan mudah terbakar, dapat dibakar, tidak dapat dibakar atau membakar bahan lain. Kemudahan zat untuk terbakar ditentukan oleh : 

a. Titik nyala : 
    suhu terendah dimana uap zat dapat dinyalakan. 
b. Konsentrasi mudah terbakar : 
   daerah konsentrasi uap gas yang dapat dinyalakan. Konsentrasi uap zat terendah yang masih dapat   dibakar disebut LFL (low flammable limit) dan konsentrasi tertinggi yang masih dapat dinyalakan disebut UFL (upper flammable limit). Sifat kemudahan membakar bahan lain ditentukan oleh kekuatan oksidasinya. 
c. Titik bakar : 
  suhu dimana zat terbakar sendirinya. 

Bahaya reaktivitas : 
Sifat bahaya akibat ketidakstabilan atau kemudahan terurai, bereaksi dengan zat lain atau terpolimerisasi yang bersifat eksotermik (menghasilkan panas) sehingga eksplosif atau reaktivitasnya terhadap gas lain sehingga menghasilkan gas beracun. 
Dari ketiga kondisi bahaya tersebut maka dibuatlah label bahaya untuk memudahkan identifikasi bahaya yang ditimbulkan oleh bahan tersebut.Label bahaya diberikan dalam bentuk gambar untuk memberikan pemahaman cepat sifat bahaya. Label yang dipakai ada dua, yaitu menurut PBB (internasional) dan NFPA (Amerika). 
Label MSDS tanda bahaya dikelompokkan menjadi 4 hal sesuai dengan simbol belah ketupat yang terdiri dari 4 bagian (lihat gambar).   Arti label tersebut adalah : 

a. Bagian sebelah kiri berwarna biru menunjukkan skala bahaya kesehatan. 
b. Bagian sebelah atas berwarna merah menunjukkan skala bahaya kemudahan terbakar. 
c. Bagian sebelah kanan berwarna kuning menunjukkan skala bahaya reaktivitas. 
d. Bagian sebelah bawah berwarna putih menunjukkan skala bahaya khusus lainnya. Angka yang tertera pada masing-masing kotak merujuk pada tabel berikut : 

4. First Aid Measures / Tindakan Pertolongan Pertama Pada bab ini menjelaskan cara tindakan awal apabila terjadi kontaminasi, paparan . karena penghirupan uap / gas, terkena mata dan kulit atau tertelan dari bahan. 

5. Fire fighting measures / Penanganan Penanggulangan Kebakaran Tindakan penganggulangan kebakaran menjelaskan media pemadam api dan kebakaran akibat dari terbakarnya bahan ini. Selain itu juga disertakan tatacara pemadaman kebakaran disertai APD (alat pelindung diri) yang memadai. Selain itu keterangan mengenai sifat bahan mudah terbakar, titik nyala, Batas kemampuan terbakar, batas suhu terendah dan tertinggi mudah terbakar dan bahaya khusus juga disertakan dalam bab ini. 

6. Accidential Release measures / Penanggulangan kondisi darurat Tumpahan dan Kebocoran Dalam bab ini dijelaskan tentang hal-hal yang harus dilakukan apabila bejana penyimpan bahan kimia bocor atau tumpah (bahkan menguap). 
          
7. Handling and storage / Penanganan dan Penyimpanan Bab ini menjelaskan tata cara penanganan dan penyimpanan bahan serta kondisi khusus yang diperlukan dalam penyimpanan bahan. Kondisi gudang yang aman serta suhu dan kelembaban yang aman bagi bahan. 
          
8. Exposure control / personal protection / Pengendalian Pemaparan / Perlindungan Diri Dalam bahasa sehari-hari disebut Alat pelindung diri. Bab ini menjelaskan Informasi tentang alat bantu dan pelindung yang perlu pada saat pemakaian bahan tersebut. Alat pelindung diri sebagai usaha untuk mengurangi keterpaan bahan, antara lain sebagai berikut : 

a. Perlindungan pernafasan 
b. Ventilasi 
c. Sarung tangan pelindung 
d. Pelindung mata 
e. Peralatan pelindung lainnya 
f. Pengawasan perlindungan 





EmoticonEmoticon